Skip to content

Disini Gojek Juga Tidak Boleh Beroperasi

1 Agustus 2015

gojek dilarang masuk kebagusan

FENOMENA ojek sepeda motor Gojek dan sejenisnya terus meruyak di Jakarta. Ada yang melihat angkutan ini ilegal mengingat perundangan yang berlaku tidak menempatkan ojek ini sebagai angkutan orang. Ada juga yang melihatnya dari sudut lain, menganggu pendapatan tukang ojek konvensional.

Khusus untuk Gojek, sejak tahun 2011 saya sudah melihat angkutan orang ini bisa meluas. Apalagi, layanan antar jemput ini kemudian dilengkapi aplikasi untuk telepon seluler (ponsel). Jadilah angkutan ojek menjadi naik kelas.

Di tengah itu semua, kelompok yang melihat dari sudut pandang mengganggu pendapatan ojek konvensional punya reaksi berbeda-beda. Kalangan para tukang ojek konvensional di sejumlah tempat di Jakarta melontarkan penolakan. Bahkan, sampai tersiar kabar adanya aksi pemukulan terhadap tukang ojek dari kelompok Gojek. Untuk aksi yang ini tentu saja kita semua menyesalkan tindakan main hakim sendiri.

“Kami menolak Gojek mengambil penumpang di kawasan kami. Kalau mengantar sih boleh saja,” kata Jilong, seorang tukang ojek di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, saat berbincang dengan saya, Jumat, 31 Juli 2015 siang.

Siang itu saya tertarik dengan spanduk yang dibentangkan di kawasan yang terletak di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan persis di dekat Hotel Aston. Spanduk berwarna putih itu dilengkapi dengan tulisan “ Perhatian!!! Gojek Dilarang Mengambil Penumpang di Kawasan Ini.” Selain spanduk, terdapat juga sejenis poster dan kertas dengan tulisan serupa.

“Gara-gara Gojek penghasilan saya berkurang. Kalau biasanya sehari bisa dapat Rp 50-75 ribu, sekarang tinggal Rp 30 ribuan,” ujar dia lagi.

Pria berusia 50 tahunan itu mengaku, dengan alasan itulah dia bersama teman-temannya menolak Gojek mengambil penumpang di kawasan tempat mereka mangkal. “Pokoknya, Gojek mengganggu pendapatan kami, tarif dia mengalahkan kami,” tambahnya. (edo rusyanto)

Iklan
10 Komentar leave one →
  1. 1 Agustus 2015 04:08

    Ya sudah.. Cari tempat lain saja 😀
    http://motomazine.com/2015/08/01/new-fortuner-2016-meluncur-gagah-futuristik-namun-tetap-elegan/

  2. Alfie permalink
    1 Agustus 2015 16:28

    ojek pangkalan bego, brengsek

  3. 1 Agustus 2015 17:12

    knapa gk ikutan jadi ng gojek aje pae,..hehehhe

  4. 1 Agustus 2015 19:58

    pantes pernah liat itu spanduk dan lokasinya.. ternyata sebelah kantor (Arkadia)..

    • 1 Agustus 2015 20:48

      lokasinya setelah hotel aston dari arah gedung antam.

      • 1 Agustus 2015 20:56

        lha itu khan pojokan pintu masuk gedung PHE (pertamina) warna biru.. trus gedung Netsle (Perkantoran Hijau Arkadia)..

        Apalagi klo ke Arkadia (arah dari Antam / Aston / Timur) harus masuk dari jalan yg ada spanduk itu..

        • 1 Agustus 2015 20:59

          oh gitu, maklum nggak hafal daerah situ, trims infonya kawan.

  5. 2 Agustus 2015 09:36

    Rejeki Alloh yang atur, sudah ada di alquran, anda percaya dengan Alloh tidak?kalau percaya tidak perlu kuatir,,karena Alloh maha adil,Rejeki Alloh luas, seluas langit dan bumi.so ojek pangkalan tidak perlu takut rejeki berkurang..

    • 2 Agustus 2015 09:38

      Maju terus gojek,, karena telah membantu penganguran untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara Halal.Allohuakbar

  6. anggiwirza permalink
    2 Agustus 2015 15:14

    niat banget ya sampe bikin banner gitu wkwkwkwkkw…..

    kalo penghasilan tinggal 30 ribu, ditambah bikin banner, makin gak ada penghasilan dong 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: