Skip to content

Bertemu Hantu di Kota Tua

30 Juli 2015

img1437964465758_resized_1

GEDUNG-gedung tua berumur ratusan tahun berdiri kokoh. Beberapa tembok tampak kumuh tak terawat. Bahkan, sebagian ada yang ditumbuhi akar pepohonan sehingga menimbulkan kesan angker.

Di sudut lain, suasana magis dari bekas penjara wanita menebarkan aroma tak sedap. Siapa pun yang mencoba masuk dan bertahan bermenit-menit di penjara yang dibangun pada abad ke-18 itu akan merasa sesak nafas bila masuk secara bersama-sama, yakni lebih dari dua orang. Maklum, ruang berukuran 6×9 meter itu hanya berketinggian 1 meter. Bayangkan jika ruang itu diisi oleh belasan orang.

Itulah sebagian suasana dari kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Kawasan yang menjadi cikal bakal kota Jakarta saat ini. Kota pelabuhan yang dulu bernama Batavia kini menjadi destinasi wisata. Salah satu yang menonjol adalah bekas gedung Gouverneurs Kantoor alias Kantor Gubernur Hindia Belanda. Gedung itu sejak 30 Maret 1974 oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin disulap menjadi Museum Sejarah Jakarta. Inilah salah satu museum yang selalu kebanjiran pengunjung. “Kalau saat musim liburan Lebaran bisa mencapai 6.000 orang yang berkunjung. Tapi, kalau hari libur biasa atau akhir pekan berkisar 2.000 hingga 3.000 pengunjung per hari,” ujar seorang petugas Museum saat berbincang dengan saya di Kota Tua, belum lama ini.

Lazimnya sosok kawasan bangunan tua, suasana mencekam terbangun dengan sendirinya. Di luar DNA nya itu suasana mencekam coba ditata dengan kehadiran ‘hantu’ menyeramkan. Kali ini, saat saya mengunjungi Kota Tua, baru-baru ini, sejumlah sosok ‘hantu’ tadi dapat dengan mudah saya jumpai. Ada hantu tanpa kepala hingga hantu pocong.

“Fotoin aku dong, aku ingin foto bareng hantu itu,” ujar seorang pengunjung Kota Tua kepada rekannya sambil berpose di depan ‘hantu.’

Usai berpose, para pengunjung menaruh sejumlah uang di tempat yang telah disediakan di depan para ‘hantu’ tadi. Jumlah uang yang ditaruh tidak dipatok, sukarela.

Ya. Inilah hantu yang justeru menjadi karib para pengunjung. Berbeda dengan hantu sungguhan, hantu ini membuat kawasan wisata Kota Tua menjadi berwarna. Di sudut lain Kota Tua terdapat para aktris lain dengan dandanan yang memikat. Sebut saja misalnya yang berpakaian ala tentara, noni Belanda, hingga kostum tokoh kartun terkenal.

Ketika berkeliling Kota Tua saya sempat melihat ‘hantu’ yang sedang merias diri. Seorang remaja pria sedang merias koleganya, remaja puteri. Di wajah sang ‘hantu’ perempuan tampak make up berwarna putih tebal dan sedang dibuat hiasan lain yang menimbulkan aura seram. Hantu berbaju merah itu selajutnya siap menghibur para pengunjung Kota Tua.

Ada yang mau mampir? (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 31 Juli 2015 21:49

    Cocok ya.. jalan-jalan ke kota tua, selfie-nya bersama hantu. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: