Skip to content

Begini Kecelakaan Mudik Tiga Tahun Terakhir

29 Juli 2015

mudik laka 2014_viva

PEMERINTAH di bawah Presiden Joko Widodo mengaku mampu menurunkan kasus kecelakaan musim mudik Lebaran 2015 sebesar 21,5%. Angka itu mencuat bila dibandingkan dengan kasus serupa pada musim mudik 2014. Di sisi lain, fatalitas atau korban kasus kecelakaan yang meninggal dunia juga disebutkan menurun, yakni sekitar 8%.

Pemerintah melalui kementerian perhubungan (kemenhub) menyebutkan data kecelakaan lalu lintas jalan itu untuk periode H-7 hingga H+7, artinya untuk rentang waktu 7-25 Juli 2015. Tahun ini, hari raya Idul Fitri jatuh pada Sabtu dan Minggu, yakni 17 dan 18 Juli.

Bila merujuk data musim mudik tiga tahun terakhir, torehan pada musim mudik 2015 sebenarnya relatif biasa-biasa saja. Maksudnya, pada 2013 dan 2014 pun begitu juga, terjadi penurunan.

Hal yang pasti dan mesti menjadi perhatian serius adalah masih bergelimpangannya nyawa anak bangsa di jalan raya. Bila merujuk data yang dilansir pemerintah, musim mudik Lebaran tahun ini setiap hari rata-rata 41 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan. Mengingat pada H-7 hingga H+7 tahun ini korban meninggal dunia disebut mencapai 657 jiwa. Sedangkan setahun sebelumnya rata-rata 45 nyawa atau total korban meninggal sebanyak 714 jiwa. Satu saja, urusan nyawa adalah persoalan serius.

Oh ya, sebagai gambaran, pada musim mudik Lebaran 2014, seperti dilansir Korlantas Polri, kasus kecelakaan turun sekitar 17%, sedangkan fatalitas kecelakaan anjlok hingga sekitar 18%. Demikian pula pada musim mudik tahun 2013. Bahkan, tahun 2013, kasus kecelakaan anjlok hingga 30%, sedangkan fatalitas kecelakaan turun 12%.

Artinya, dalam rentang 2013 hingga 2015, prestasi negara dalam meredam jagal jalan raya layak diacungi jempol. Khusus untuk korban tewas tercatat terus menurun, yakni dari rata-rata 50 jiwa per hari (2013) menjadi 45 per hari (2014), dan menjadi 41 jiwa per hari (2015).

Rezim sebelum Joko Widodo, yakni di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono rupanya mewariskan tradisi menurunkan kasus kecelakaan musim mudik Lebaran. Walau, di kedua rezim itu nyaris kita tak mendengar pemerintah dengan terbuka menyatakan bela sungkawa dan duka mendalam kepada para korban kecelakaan lalu lintas jalan. Perilaku berbeda dipertontonkan ketika terjadi kecelakaan pesawat udara. Para penguasa dengan lantang dan terbuka menyatakan duka cita, termasuk dengan sigap menuntaskannya, termasuk urusan santunan duka cita.

Pertahankan Sinergi

Pertanyaannya, bagaimana kesemua itu bisa terjadi? Atau, kenapa saat musim mudik Lebaran kecelakaan dan fatalitas dapat ditekan?

Sebagai orang awam saya melihatnya seperti ini. Para pemangku kepentingan keselamatan jalan seperti Kepolisian RI, kemenhub, kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), kementerian kesehatan (kemenkes) hingga pemerintah daerah dari tahun ke tahun menempatkan musim mudik sebagai perhatian utama. Mereka menggulirkan beragam program untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan para pengguna moda transportasi, terutama bagi para pengguna angkutan jalan.

Saat musim mudik Lebaran para pemangku kepentingan keselamatan jalan menggelontorkan anggaran masing-masing. Anggaran untuk mempermulus program masing-masing itu demikian menopang setiap langkah yang telah dibuat. Anggaran menjadi pelumas mesin keterpaduan dan keseriusan mereka.
Dan, pada musim mudik pula sinergi antara pemangku kepentingan demikian kentara alias mudah terlihat. Mereka bahu membahu.

Eloknya, kesemua itu bisa diterapkan dalam keseharian. Perhatian yang besar serta sinergi yang kuat bisa menjadi modal utama untuk menggapai target pemerintah dalam urusan kecelakaan lalu lintas jalan. Kita masih ingat bahwa negara punya target menurunkan fatalitas kecelakaan sebesar 50% pada 2020 terhitung mulai 2011. Bahkan, pada 2035, pemerintah punya target ambisius menurunkan fatalitas hingga 80%. Dapatkah semua itu diwujudkan? (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: