Skip to content

Begini Profil Pelanggaran pada Musim Mudik

24 Juli 2015

ridwan kamil hukum lawan arus

WALIKOTA Bandung, Ridwan Kamil pernah bertutur bahwa ternyata kepintaran tidak berbanding lurus dengan kedisiplinan sederhana. Pernyataan itu dia lontarkan manakala mendapati salah satu pengguna jalan di Bandung melanggar aturan, yakni melawan arus.

Ketika mendapati aksi melawan arus itu sang Walikota sontak memberi sanksi berupa hukuman push up kepada sang pesepeda motor. “Pas dicek, ternyata sarjana ekonomi dari universitas ternama di Bandung,” kata sang Walikota di akun facebook-nya, Rabu, 22 Juli 2015.

Kejadian yang masih dalam suasana Lebaran itu semoga dapat menjadi pembelajaran kita semua. Sanksi moral seperti push up pernah juga dipakai oleh para polisi lalu lintas (polantas) terhadap para pelanggar aturan di Jakarta. Sanksi dibuat untuk mengingatkan para pengguna jalan agar tidak menggadaikan keselamatan dirinya dan orang lain hanya demi kepentingan sesaat.

Tindakan Walikota Bandung yang terjadi di rentang waktu musim Operasi Ketupat yang digelar Korlantas Polri, yakni H-7, H1, H2, dan H+7 mengingatkan saya pada tindakan aparat Kepolisian Lalu Lintas. Pada rentang musim mudik dan arus balik Lebaran mayoritas pelanggar aturan adalah kalangan terdidik. Setidaknya kalau melihat latar belakang mereka yang mayoritas, yakni sekitar 59% adalah para pekerja swasta alias karyawan. Para pelanggar kedua dan ketiga terbanyak adalah dari kalangan pelajar/mahasiswa (20%) dan pengemudi (10%).

Data Korlantas Polri pada musim mudik tahun 2013 juga memperlihatkan bahwa kelompok terbesar pelaku pelanggaran adalah kalangan usia muda. Dua kelompok terbesar adalah rentang usia 26-30 tahun (19%) dan 31-35 tahun (17%).

Kalau dari jenis kendaraan, mayoritas pelaku pelanggaran adalah para pengguna sepeda motor. Saat itu, para pesepeda motor menyumbang sekitar 76% pelanggaran aturan di jalan. Sedangkan para pemobil menyumbang sekitar 14%.

Oh ya, pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh pesepeda motor pada musim mudik adalah terkait dengan penggunaan helm. Pelanggaran itu mencapai sekitar 27% dari total pelanggaran. Sedangkan pelanggaran melawan arus menyumbang sekitar 8%. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 25 Juli 2015 10:25

    Reblogged this on Suetoclub's Blog and commented:
    kang emil good job

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: