Skip to content

Kecelakaan Bus Mudik Melonjak Drastis

16 Juli 2015

bus rukun sayur laka palikanci 2015_kompascom

DUKA hadir di musim mudik Lebaran manakala bus Rukun Sayur mengalami kecelakaan tunggal, di kilometer (km) 202 ruas tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat. Kecelakaan yang terjadi pada Selasa, 14 Juli 2015 itu merenggut 12 korban jiwa dan melukai 40 orang lainnya. Anak negeri pun menjerit.

Dugaaan sementara, kecelakaan itu diakibatkan oleh sang pengemudi yang mengantuk. Belakangan sang pengemudi menyerahkan diri sehingga diharapkan bisa memperjelas ihwal kecelakaan maut tersebut.

Tahukah kita bahwa pada musim mudik Lebaran tahun lalu kecelakaan bus ternyata melonjak drastis?

Mari kita buka catatan Korlantas Polri.

Pada musim mudik Lebaran 2014, yakni sepanjang 16 hari, tercatat sebanyak 5.400-an kendaraan yang terlibat kecelakaan. Artinya, setiap hari ada 340-an kendaraan yang terlibat kecelakaan di jalan.

Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan pada musim itu menurun sekitar 15% bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Dari enam jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, lima di antaranya mencatatkan penurunan. Contoh, sepeda motor 15%. Bahkan, mobil pribadi yang terlibat kecelakaan merosot hingga 35%.

Nah, hanya bus yang justeru mencatat lonjakan signifikan, yakni sekitar 54%. Mengerikan.

Pada musim mudik Lebaran 2014, setiap hari rata-rata ada 23 bus yang terlibat kecelakaan lalu lintas jalan. Padahal, pada periode sama setahun sebelumnya rata-rata ada 15 bus per hari.

Kecelakaan di tol Palikanci pada H-3 Lebaran 2015, menjadi kecelakaan terburuk kedua dalam rentang tiga tahun terakhir. Pada 2013, pernah tercatat kecelakaan paling buruk di rentang musim mudik Lebaran.

Pada musim mudik Lebaran tahun 2013, kecelakaan serupa pernah terjadi. Bahkan, 15 nyawa melayang dan sang pengemudi bus pun ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut catatan Korlantas Polri, kecelakaan maut menimpa bus Karya Sari di Banyumas, Sabtu, 10 Agustus 2013. Dalam kecelakaan tersebut, bus Karya Sari jurusan Solo-Purwokerto menabrak sebuah sedan dan tiga sepeda motor. Bus akhirnya terjun ke jurang dan menewaskan 15 orang serta mengakibatkan 26 orang luka-luka.

Kejadian berawal pada saat bus Karya Sari No. Pol AA 1654 CD melaju dengan kecepatan 60-70 kilometer/jam, tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dimana kondisi jalan menurun dan dan berbelok – belok, bus lepas kendali dan menikung ke kiri, namun bus tetap melaju lurus. Bersamaan dengan itu dari arah berlawanan melintas sebuah mobil penumpang Toyota Corolla No. Pol Z 1402 BY yang beriringan dengan sepeda motor Honda Karisma No. Pol B 5041 NN dan sepeda motor Yamaha Mio No. Pol B 6352 VFF. Bus tidak dapat menghindar sehingga langsung menabrak mobil dan kedua sepeda motor tersebut. Pengendara sepeda motor terpental ke bahu jalan, sedangkan mobil sedan terdorong dan tertimpa oleh bus sampai masuk ke dalam sungai dengan kedalaman kurang lebih 10 meter.

Semoga kecelakaan bus tidak terus bertambah. Kita berharap Indonesia mampu memupus semua potensi kecelakaan. Setidaknya, mampu menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas. Kita semua tahu, kecelakaan berdampak luas. Membawa duka untuk para korban maupun keluarga yang ditinggalkan. (edo rusyanto)

foto:istimewa

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: