Skip to content

Bus Ini Bisa Dilaporkan Kalau Ngetem di Busway

15 Juli 2015

bus aptb cibinong

HIRUK pikuk lalu lintas jalan Jakarta di sekitar perempatan Kuningan, Jakarta Selatan penuh sesak kendaraan bermotor. Antrean kendaraan dari arah Pancoran harus sabar antre mengular menjelang perempatan. Apalagi, saat ini sedang berlangsung pembangunan jembatan layang (flyover) sisi selatan Kuningan. Lengkaplah sudah.

Ketika saya melintas di kawasan menuju Segi Tiga Emas Jakarta ini pemandangan karut marut kendaraan begitu mencolok. Terik mentari melengkapi sesaknya arus kendaraan bermotor pada Senin, 13 Juli 2015 siang.

Beragam kendaraan bermotor tumpah ruah. Mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, mobil angkutan barang, hingga bus angkutan umum. Mereka merayap bak ular.

Di antara tumpukan kendaraan tampak sosok bus berwarna biru yang menggoda perhatian saya. Ternyata, itu adalah bus Angkutan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Dari luar tampak sejumlah penumpang duduk di dalam bus berpendingin udara itu.

Hal utama yang menarik perhatian saya sebenarnya adalah sebuah tulisan yang tertempel di bagian belakang bus. Tulisannya begini ‘Apabila Kami “Ngetem di jalur Busway” Laporkan dan SMS ke Nomer Pengaduan : 081298323580.’ Di bagian bawahnya tertulis Manajemen PT Mayasaribakti.

Bus bertuliskan APTB 05 Cibinong-Grogol itu merayap di jalur arteri. Di sebelahnya, busway penuh sesak dengan Trans Jakarta dan diapit berbagai kendaraan pribadi, tentu saja termasuk sepeda motor. Lantas, kenapa mesti ada tulisan seperti itu?

Sejak pertamakali diperkenalkan pada 2012 hingga kini APTB mendapat sambutan antusias dari warga Jakarta dan sekitarnya. Bagaimana tidak, dengan APTB mereka bisa wira-wiri dari pinggiran untuk menuju tengah kota. Cukup merogoh kocek Rp 8 ribu, warga Cibinong, Bogor sudah bisa tiba di pusat perdagangan Grogol, Jakarta Barat.

bus aptb soal busway

Hal yang membuat favorit APTB salah satunya adalah karena bus ini bisa melenggang di busway, yakni jalur milik Trans Jakarta. Bahkan, awalnya mereka bisa ikut menaikkan dan menurunkan penumpang di halte Trans Jakarta. Namun, beberapa bulan lalu, persisnya Mei 2015, ‘prahara’ pun dimulai. APTB tak boleh menaikkan dan menurunkan penumpang di halte Trans Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok menyodorkan dua opsi kepada operator APTB. Pertama, APTB dapat melintas tetapi penumpang yang akan naik dan pindah halte tidak dikenakan tarif. Namun, jika APTB ingin mengarah pulang, penumpang bisa dikenakan tarif setelah sampai di tempat tujuan. Belakangan para operator APTB memilih opsi kedua.

Itulah wajah transportasi Jakarta yang hingga 2015 masih disesaki jutaan kendaraan bermotor pribadi. Setidaknya ada dua juta mobil dan 12 juta sepeda motor. Belum semua pergerakan penduduk mampu diakomodasi oleh bus angkutan umum. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 24 Februari 2016 14:55

    Baru kejadian jam 14.05
    Bus aptb..di busway grogol yg mau keterminal grogol, kejadian seorang kendaran motor tiba” terhempas…gara” bus aptb pintu sebelah kirinya kebuka sendiri,
    Ketika seorang kendaran motor itu bertanya kepada supir dan keneknya, sy gak tau…tiba” pintu terbuka sendiri, seorang kendaran itu marah..seharus yg bertangung jawab itu supir dan kenek, knp salahin pintu, kalau mobil itu sudah tak layak…di buang ajjh atau di kiloin,
    Sy udh melaporkan sama polisi di terminal grogol…malah supir dan kenekny yg marah”…karna tdk tau tiba” pintu bus kebuka..dan tertabrak kendaran bermotor,
    Ketika mobil keluar dari terminal bus aptb…sbelumny sdh di priksa sama mekanik,,,nah kalau pintu bus kebuka sendiri…di tepian jalan..yg bertangung jawab siap..????

  2. 24 Februari 2016 15:02

    Kecelakan di depan citra land, bus APTB ke buka sendiri dan mengenai seorang kendaraan bermotor terhempas dari motornya, seorang kndaraan itu marah”
    Saya…yg tertabrak
    Bila BUS APTB itu sdh tidak layak…tdk usah beroperasi, di musiumkan atau biar jadi rumpon di laut
    Kejadian jam 14.05 hari selasa 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: