Skip to content

Ini Deretan Pelanggaran Saat Musim Mudik

11 Juli 2015

helm dan bertiga

MUSIM mudik Lebaran telah tiba. Tahukah Anda apa saja pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di jalan raya saat itu?

Sebelum melihat apa saja jenis pelanggaran yang kerap terjadi, kita tengok sejenak bagaimana wajah jalan raya ketika musim mudik tiba. Pada musim mudik tahun 2014, wajah jalan raya kita disuguhi fakta yang masih mengenaskan. Bagaimana tidak, setiap hari terjadi 191 kecelakaan lalu lintas jalan yang merenggut 41 jiwa per hari.

Betul bahwa kasus kecelakaan dan fatalitas tahun 2014 itu masing-masing menurun 17% dan 18% bila dibandingkan periode sama setahun sebelumnya. Namun, kesemua itu mengingatkan kepada kita bahwa jalan raya kita masih menyimpan luka.

Ketika kerap digembar-gemborkan bahwa kecelakaan diawali oleh pelanggaran aturan di jalan, kita jadi bertanya-tanya, kenapa pelanggaran masih ada? Apa yang membuat para pengendara melanggar aturan? Apakah tidak tahu tentang aturan tersebut? Atau, mereka melanggar karena merasa belum dirugikan oleh kelakuannya tersebut?

Jawabannya pasti beragam.

Pastinya, berikut ini adalah tujuh deretan pelanggaran yang paling sering terjadi ketika musim mudik 2014.

1. Surat-surat. Pelanggaran atas surat-surat kendaraan maupun pengemudi menempati peringkat pertama. Inilah jenis pelanggaran paling banyak, yakni sekitar 25,24% dari total pelanggaran yang sekitar 35 ribuan kasus. Setiap hari terjadi 550-an kasus pelanggaran surat-surat.

2. Helm. Pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm menjadi pelanggaran kedua terbesar dengan kontribusi 22,94%. Artinya, setiap hari rata-rata terjadi 500 kasus pelanggaran. Dari sisi kontribusi, pelanggaran helm melorot tajam, mengingat pada mudik 2013 sumbangannya 26,74%.

3. Rambu berhenti/parkir. Entah kenapa pelanggaran rambu berhenti atau parkir menempati posisi ketiga terbesar. Sumbangan pelanggaran yang satu ini sekitar 7.47% atau setara dengan 160-an kasus per hari.

4. Perlengkapan kendaraan. Pelanggaran yang satu ini menyumbang sekitar 6,57% atau rata-rata 140-an kasus per hari. Bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya, pelanggaran yang satu ini merosot satu tingkat.

5. Lampu Lalu Lintas. Di posisi kelima adalah pelanggaran lampu lalu lintas. Pelanggaran yang terjadi rata-rata 130-an kasus per hari. Sedangkan kontribusinya menyentuh 6,19%.

6. Lampu Utama. Tidak menyalakan lampu utama pada siang dan malam hari menempati posisi keenam. Kasus pelanggaran yang satu ini setiap harinya rata-rata 130-an kasus. Sedangkan kontribusinya mencapai sekitar 6,19%. Oh ya, kewajiban menyalakan lampu utama pada siang hari hanya untuk pengendara sepeda motor.

7. Melawan Arus. Pelanggaran melawan arus menjadi pelanggaran nomor tujuh terbesar. Kontribusi pelanggaran ini sebesar 5,23% atau setara dengan 110-an kasus per hari. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 11 Juli 2015 01:37

    Buanyaaak…

    https://nofgipiston.wordpress.com/2015/07/10/honda-sonic-150-vs-satria-fu-ketika-peforma-bukan-lagi-segalanya/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: