Skip to content

Mudik? Kenali Empat Pemicu Utama Kecelakaan Ini

9 Juli 2015

laka mobli terguling_tmcpmj

KECELAKAAN lalu lintas jalan masih menghantui para pemudik. Pada musim mudik Lebaran 2014, sekalipun jumlahnya menyusut 17%, tetap saja rata-rata terjadi 191 kecelakaan per hari.

Petaka jalan raya yang rerata per hari merenggut 41 jiwa anak bangsa itu tentu menjadi perhatian kita semua. Korlantas Mabes Polri menyebutkan bahwa mayoritas pemicu kecelakaan tersebut adalah faktor manusia. Artinya, para pengendara perlu terus meningkatkan kewaspadaan ketika menelusuri aspal jalan raya.

Berikut ini adalah lima pemicu teratas terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Pertama, mengantuk/lelah. Inilah pemicu utama terjadinya kecelakaan selama musim mudik Lebaran 2014. Kontribusi mengantuk mencapai sekitar 21,50% terhadap total kecelakaan di jalan.
Untuk urusan mengantuk, pemerintah bahkan mengaturnya di dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan itu dengan tegas melarang pengemudi mengantuk saat berkendara mengingat mengantuk bisa merusak konsentrasi. Pilihan yang masuk akal adalah istirahat dan tidur yang cukup sebelum mengemudi.

Kedua, mendahului/belok/pindah jalur. Aspek ini menyumbang sekitar 17,33% terhadap kasus kecelakaan selama musim mudik tahun lalu. Penyumbang kedua terbesar ini mengisyaratkan agar para pengemudi kian cermat ketika mendahului. Misalnya, tidak mendahului dari bahu jalan atau senantiasa memberikan lampu isyarat serta mematikan setelah berpindah jalur atau berbelok.

Ketiga, mabuk/obat. Pemicu ketiga terbesar ini cukup mengagetkan mengingat lonjakannya signifikan bila dibandingkan dengan musim mudik 2013. Pada musim mudik 2014, faktor mabuk/obat menyumbang 10,75% terhadap total kasus kecelakaan.

Keempat, tidak menjaga jarak aman. Aspek menjaga jarak aman saat berkendara di jalan raya menyumbang sekitar 9,49% terhadap total kecelakaan musim mudik Lebaran 2014. Jarak aman berkendara menjadi penting untuk menghindari tabrak belakang atau tabrakan beruntun. Para pegiat keselamatan jalan memakai teori dua atau tiga detik dalam memenuhi aspek jarak yang aman.

Memang masih terdapat belasan aspek yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan, baik itu faktor manusia, kendaraan, maupun alam. Ikhtiar dengan meningkatkan konsentrasi dan senantiasa ekstra waspada dapat menjadi salah satu pemangkas potensi fatalitas buruk. Kita sepakat bahwa kecelakaan senantiasa berdampak luas dan tidak pernah mengenal kelas sosial. Ketika musim mudik Lebaran, kecelakaan bisa merusak suasana silaturahmi yang semestinya syahdu dan memberi harmoni kehidupan anak manusia. (edo rusyanto)

foto: tmcpmj

Iklan
One Comment leave one →
  1. 9 Juli 2015 04:28

    Human error
    http://motomazine.com/2015/07/09/motogp-sachsenring-valentino-rossi-siap-kembali-bertarung-dengan-marquez/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: