Skip to content

Tips Mudik Memakai Mobil Pribadi

7 Juli 2015

mudik1_fajar

PENGGUNAAN mobil pribadi untuk mudik Lebaran cenderung meningkat. Pada musim mudik Lebaran 2014, mobil pribadi meningkat sekitar 5,28% menjadi 1,59 juta kendaraan. Sedangkan untuk tahun ini, kementerian perhubungan (kemenhub) memperkirakan terjadi peningkatan sekitar 5,8% menjadi 1,68 juta mobil.

Bisa dibayangkan bagaimana padatnya lalu lintas jalan oleh jutaan kendaraan, bermotor. Maklum, saat musim mudik terjadi pergerakan kendaraan dalam waktu yang nyaris bersamaan. Saat arus mudik, umumnya terjadi penumpukan pada H-4 hingga H-2. Kendaraan bermotor tumpah ruah, mulai dari sepeda motor yang ditaksir sedikitnya sebanyak 2 juta, mobil pribadi hingga angkutan umum.

Selain kemacetan, isu kecelakaan lalu lintas jalan masih mewarnai musim mudik Lebaran. Pada 2014, dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan di jalan kontribusi mobil pribadi merosot tajam. Bila pada 2013 sekitar 16%, setahun kemudian merosot hingga 35% menjadi sekitar 12%.

Bisa jadi kesadaran berkendara yang aman dan selamat di kalangan pengguna mobil pribadi kian meningkat. Atau, ada yang menyebut hal itu juga ditopang oleh tingkat kemacean yang meningkat maka kecelakaan juga ikut mengkerut. Faktanya, kecelakaan memang menurun saat musim mudik tahun 2014.
Guna terus menekan kasus kecelakaan, sudah semestinya para pengendara mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

Berikut ini adalah sejumlah tips bagi pemudik yang mengendarai mobil pribadi.

Faktor Manusia:

1. Kesehatan fisik. Hindari bermobil dalam kondisi sakit. Kita tahu, saat tubuh tidak bugar konsentrasi bakal terganggu. Padahal, tanpa konsentrasi mustahil berkendara dengan baik. Karena itu, yang termasuk dihindari adalah berkendara setelah minum obat. Tak perlu memaksakan diri.

2. Stabilitas emosi. Antre dalam kemacetan hingga berjam-jam bisa memicu stress. Apalagi bila di dalam kendaraan ada anak-anak kecil yang rewel, misalnya, menangis dan berteriak-teriak, bisa memicu emosi pengemudi menjadi tidak stabil. Redam emosi berlebihan dengan tetap menjaga kebugaran dengan beristirahat yang cukup dan fokus dalam berkendara. Istirahat yang cukup juga membuat penumpang, khususnya anak-anak menjadi tidak rewel. Abaikan jika ada provokasi dari pengguna jalan yang lain yang bisa merusak konsentrasi.

3. Kuasai teknik berkendara yang aman dan selamat. Mulai dari menjaga jarak, mendahului secara aman, hingga mengerem yang aman dan selamat. Menjaga jarak aman tiga detik dan melakukan aspek See, Evaluate, dan Execution (SEE) sebelum mendahului menjadi hal penting ketika berkendara.

Faktor Kendaraan:

1. Servis kendaraan. Selain melakukan servis secara rutin, ada baiknya sebelum bepergian saat mudik mobil kembali diservis. Pastikan kondisi mesin lebih terjamin, fungsi pengereman, hingga kondisi tekanan angin pada ban. Datangi bengkel dan minta diperbaiki hingga kondisi mobil dalam keadaan prima.

2. Periksa ulang kendaraan jelang keberangkatan dan setiap beristirahat. Kondisi yang harus dicek mulai bahan bakar minyak (BBM), kondisi tekanan angin pada ban, kualitas rem, hingga air radiator.

3. Kelengkapan surat kendaraan. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pastikan dibawa dan sebaiknya dalam kondisi tidak telat pembayaran pajaknya.

Faktor Lain:

Pastikan senantiasa berdoa sebelum menempuh perjalanan memohon keselamatan kepada Sang Pencipta. Selain itu, perhatikan hal-hal sebagai berikut;

1. Surat Izin Mengemudi (SIM). Pastikan SIM masih berlaku. SIM mati bisa kena tilang. Tentu amat merepotkan untuk mengikuti sidang di kota yang jauh dari tempat tinggal kita.

2. Perlengkapan keselamatan. Pastikan kondisi seat belt dalam keadaan baik, bahkan sediakan ban cadangan serta perlengkapan kunci-kunciya.

3. Obat-obatan. Untuk berjaga-jaga, bisa membekali diri dengan obat luka luar atau obat gosok menghilangkan rasa pegal.

4. Peta dan rute. Fahami rute yang bakal dilintasi, termasuk mungkin juga jalur alternatifnya.

5. Ponsel. Nomor-nomor penting terkait panggilan darurat, mulai kerabat, kantor polisi, rumah sakit di rute yang dilintasi, hingga nomor layanan derek mobil.

antrean-kendaraan

6. Uang receh. Pecahan Rp 1.000 hingga Rp 5.000 bisa bermanfaat untuk membayar uang parkir hingga jasa toilet di SPBU.

7. Barang bawaan. Beban berat yang melebihi batas maksimum bisa membuat keseimbangan kendaraan menjadi terganggu. Jika memungkinkan, ada baiknya sebagian barang bawaan dipaketkan via perusahaan kurir guna mengurangi beban.

8. Penumpang. Selain jumlah dan berat barang bawaan, jumlah penumpang juga disesuaikan dengan kapasitas yang telah ditentukan. Misal, jika kapasitasnya tujuh orang jangan mengangkut hingga 10 orang.

9. Jadwal istirahat. Tentukan waktu istirahat secara berkala setidaknya empat jam sekali. Kecuali dianggap perlu, seperti mencari kamar kecil untuk anak-anak, istirahat bisa diputuskan kurang dari empat jam.

10. Pilih tempat istirahat. Istirahat bisa dimanfaatkan untuk mengisi BBM, buang air kecil, ibadah sholat, atau tidur sesaat 15-30 menit. Bisa memanfaatkan SPBU, rumah makan, atau posko-posko yang biasanya bertebaran selama arus mudik dan balik.

11. Teman perjalanan. Agar perjalanan lebih aman, nyaman, dan selamat. Teman perjalanan yang bisa menggantikan mengendarai mobil menjadi aspek penting.

12. Waktu bepergian. Pilih waktu yang tepat, misalnya, seusai sholat subuh. Umumnya jam biologis menuntut manusia untuk istirahat pada malam hari.

13. Tidur yang cukup. Pastikan sebelum berkendara, terlebih rute jarak jauh, sang pengemudi sudah cukup tidur, yaitu berkisar 6-8 jam.

14. Fahami aturan yang ada. Aturan lalu lintas jalan penting difahami agar perjalanan, aman, nyaman, dan selamat. Tentu, selain difahami juga harus dipraktikkan.

Semoga ikhtiar yang dijalankan bisa membuat perjalanan mudik dan balik Lebaran lebih nyaman dan selamat. Tak ada yang lebih indah kecuali melihat senyum keluarga tercinta di rumah. Keselamatan untuk semua pengguna jalan. Selamat mudik. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: