Lanjut ke konten

Lagi, Tabrakan Maut di Cipali

6 Juli 2015

cipali tabrakan maut juli 2015_vivacoid

Baru saja baca berita. Kecelakaan minibus dengan truk di tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang menewaskan enam orang dan melukai lima lainnya. Duka anak negeri.

Laman viva.co.id menyebutkan, kecelakaan terjadi pada Senin, 6 Juli 2015 sekitar pukul 15.50 WIB. Disebutkan pula bahwa kecelakaan di KM 178 itu terjadi karena minibus hendak mendahului dari sisi kiri. Namun, di bahu jalan sedang ada truk yang berhenti. Dan, tabrakan dari belakang pun tak terhindarkan.

“Ternyata di bahu kiri ada truk kontainer yang terparkir karena mengalami kerusakan,” kata Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Rezki Setya Dewanto, seperti dilansir Viva.co.id.

Minibus terbakar, sebagian korban terjebak di dalam kendaraan tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalan tol yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 13 Juni 2015 itu.

Dalam rentang Sabtu, 13 Juni 2015 hingga Jumat, 19 Juni 2015, jalan tol terpanjang di Indonesia ini mencatat 14 kecelakaan lalu lintas jalan. Artinya, setiap hari rata-rata terjadi dua kasus kecelakaan lalu lintas jalan. Jumlah kasus terus meningkat hingga yang terakhir kejadian minibus menabrak truk yang sedang berhenti.

Kasus serupa, yakni mobil menabrak mobil yang sedang berhenti di bahu jalan tol juga tercatat di Jalan Tol Dupak arah Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 September 2014. Saat itu, enam orang korban meninggal dunia.

Saat itu, seperti dilansir tempo.co, truk Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) melaju dari Jalan Tol Waru menuju Perak dengan kecepatan tinggi. “Kecelakaan itu terjadi ketika truk TNI AL mendahului dari sebelah kiri (bahu jalan). Padahal di lokasi itu ada truk trailer yang sedang parkir sejak semalam karena ada perbaikan roda kiri,” kata petugas Jasa Marga, seperti dilansir laman tersebut.

Jika benar kedua kasus kecelakaan itu diawali oleh upaya mendahului dari jalur kiri jalan, khususnya bahu jalan, menunjukan betapa riskannya cara berkendara kita. Mendahului dari sisi kiri saja sudah berisiko, apalagi mendahului dari bahu jalan. Kita tahu bahwa bahu jalan disediakan untuk kondisi darurat, bukan untuk mendahului. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: