Skip to content

Lima Kecelakaan Buruk Pesawat Militer Indonesia

2 Juli 2015

hercules laka medan_antara

INDONESIA berduka. Kecelakaan pesawat terbang militer milik TNI Angkatan Udara (AU), Selasa, 30 Juni 2015, menyisakan duka mendalam. Seratusan orang meninggal dunia akibat jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara.

Sejumlah kalangan, termasuk politisi dan pejabat pun berkomentar. Sorotan pun jatuh pada alat militer kita yang sudah renta, khususnya untuk pesawat angkut. Pesawat yang sudah dipakai sejak awal tahun 1960-an itu disebut-sebut perlu direvitalisasi. Indonesia harus berbenah.

Kecelakaan buruk pesawat udara milik militer pernah terjadi beberapa kali di Indonesia. Ratusan korban berjatuhan, tidak hanya dari kalangan militer, namun juga sejumlah warga sipil.

Berikut ini catatan sejumlah kecelakaan pesawat militer di Indonesia yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

3 September 1964

Pesawat militer milik Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) jatuh di Selat Malaka pada 3 September 1964. Pesawat beregistrasi T-1307 itu terjatuh saat menjalani misi Operasi Dwikora.
Insiden diduga terjadi karena pesawat terbang terlalu rendah guna menghindari pesawat tempur milik Angkatan Udara Inggris.

Pesawat yang dipiloti Letkol Djalaludin Tantu dan ditumpangi pasukan pimpinan Kolonel S Sukani ini sedikitnya menelan 47 korban jiwa.

21 November 1985

Sebuah pesawat Hercules C-130H-MP yang dipakai patroli maritim TNI AU menabrak Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Kecelakaan terjadi saat pesawat melakukan penerbangan dari Medan menuju Padang.
Kecelakaan pesawat berregistrasi AI-1322 ini menelan 10 korban jiwa.

5 Oktober 1991

Kecelakaan terburuk sepanjang Indonesia merdeka terjadi ketika pesawat Hercules C-130H-30 milik TNI Angkatan Udara (AU) dengan nomor registrasi A-1324 jatuh dan menimpa gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Condet, Jakarta Timur. Pesawat terjatuh tak lama setelah lepas landas dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Dalam kecelakaan yang diduga karena kerusakan pada dua mesin di sayap kiri pesawat ini, sebanyak 135 orang tewas. Mereka terdiri atas 119 prajurit Paskhas TNI AU dari Skadron 461 dan 462 Bandung dan dua satpam BLK Departemen Tenaga Kerja. Sekalipun begitu, ada satu penumpang pesawat yang selamat.

Seluruh jenazah prajurit dimakamkan dalam satu lubang berukuran 25×25 meter.

20 Mei 2009

Kecelakaan fatal yang menimbulkan banyak korban jiwa juga menimpa pesawat Hercules L-100-30 dengan nomor registrasi A-1325, dari Skadron 31. Pesawat ini jatuh dan menabrak rumah penduduk serta ladang padi hingga terbakar di Magetan, Jawa Timur.
Sebanyak 98 penumpang pesawat yakni tentara dan keluarganya meninggal dunia. Selain itu, dua warga desa juga meninggal dunia akibat kecelakaan ini.
Pesawat nahas ini dipiloti Mayor Penerbang Danu Setiawan. Ketika tertimpa musibah pesawat ini dalam penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta menuju Lanud Iswahyudi, Madiun.

30 Juni 2015

Pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara (AU) jatuh dan menimpa pertokoan sekitar pukul 12.00 WIB. Tak hanya toko, pesawat juga menimpa mobil yang ada di dekat lokasi kejadian.

Pesawat yang mengangkut ratusan penumpang dan kru itu mengalami musibah saat akan terbang dari Medan, Sumatera Utara ke Tanjung Pinang. Dalam pernyataan awalnya, pejabat militer menyebut kecelakaan dipicu oleh kerusakan salah satu mesin. Pilot dikabarkan minta kembali ke bandara Suwondo, Medan, namun belum sempat kembali pesawat itu jatuh.

Kecelakaan selalu menyakitkan. Sejarah kecelakaan pesawat udara di negara kita tentu lebih banyak diwarnai oleh maskapai berjadwal dan carter. Bila dibandingkan dengan kecelakaan pesawat militer, kecelakaan pesawat sipil lebih mematikan mengingat merenggu lebih banyak korban jiwa.

Dalam rentang yang sama, yakni terhitung sejak 1964 hingga 2015, setidaknya ada 38 kasus kecelakaan pesawat sipil yang masuk kategori buruk karena menyebabkan banyak korban jiwa. Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan itu setidaknya mencapai 1.300-an jiwa.

Tentu Indonesia punya catatan kecelakaan yang lebih mematikan, yakni kecelakaan lalu lintas jalan. Dari segi jumlah korban, untuk periode 1992-2014 saja tercatat tak kurang dari 317 ribu jiwa yang tewas sia-sia akibat kecelakaan di jalan raya. Indonesia harus lebih serius menangani persoalan yang satu ini. (edo rusyanto)

Sumber data kecelakaan pesawat udara: wikipedia dan media online seperti viva.co.id.
Foto: Antara

One Comment leave one →
  1. 7 Juli 2015 11:29

    Astagfirulloh .. semoga di kita ga kejadian lagi kaya gini šŸ˜¦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: