Skip to content

Kenali 25 Titik Kemacetan Serius di Jalur Mudik

25 Juni 2015

mudik1_david

MUSIM mudik Lebaran menjadi salah satu arena menguji kesabaran saat berkendara di jalan raya. Bagaimana tidak, jalur yang biasanya ditempuh berkisar 2-3 jam, tiba-tiba berubah menjadi dua kali lipat, bahkan bisa tiga kali lipatnya. Kalau tidak sabar, bisa repot deh.

Sebagai ilustrasi mari kita lihat data milik kementerian perhubungan (kemenhub). Pada musim mudik Lebaran 2014, kecepatan rata-rata bus antar kota antar provinsi (AKAP) untuk jurusan Jakarta-Merak turun 10,52% menjadi 56,72 kilometer per jam (kpj). Bahkan, untuk rute Cikampek-Cirebon anjlok hingga 20,28% yakni menjadi 32,35%.

Usut punya usut, pada musim mudik Lebaran 2014 memang terjadi penambahan beban arus kendaraan. Maklum, pada rentang waktu yang hampir bersamaan, jutaan kendaraan bermotor tumpah ruah di jalan-jalan terutama di jalur utama mudik.

Pada musim mudik Lebaran 2014, sekitar 36 juta orang bergerak dalam waktu yang hampir bersamaan dalam rentang musim mudik, yakni H-7, H+7 serta H1 dan H2 Lebaran. Masa puncak terjadi antara H-4 dan H-3 Lebaran. Tahun itu, tak kurang dari empat juta sepeda motor wira wiri. Belum lagi mobil pribadi yang sedikitnya mencapai sekitar 1,5 juta kendaraan. Penumpukan kendaraan dan antrean panjang menjadi pemandangan rutin pada masa puncak arus mudik.

Nah karena itu marilah kita kenali titik-titik kemacetan dan pasar tumpah yang ada di sepanjang jalur mudik. Pasar tumpah adalah sebutan dimana para pedagang di pasar meluber hingga ke sisi jalan. Kondisi seperti itu praktis membuat arus kendaraan menjadi melambat.

Data kemenhub memperlihatkan setidaknya ada 25 titik rawan macet/pasar tumpah sepanjang ruas pantura Jawa. Titik-titik itu tersebar dari Karawang, Jawa Barat hingga Losari, Jawa Tengah.

Titik-titik itu antara lain Pasar Johar, Karawang (km jkt 75.000), Pasar Cikampek (km jkt 95.000), Pasar Sukamandi (km jkt 121.000), dan Pasar Ciasem (km jkt 125.000). Lalu, Pasar Patrol (km cn 94.500), Pasar Kandanghaur (km cn 93.000), dan Simpang Tiga Jangga (km cn 65.000).

Selengkapnya titik-titik tersebut bisa dilihat di peta yang ada di bawah ini.

mudik titik macet jawa 2015

Pastinya, perjalanan mudik melintasi jalur Pantura Jawa mesti mempersiapkan stamina yang memadai. Kondisi tubuh yang bugar dan manajemen istirahat yang tepat, bisa tetap menjaga konsentrasi sang pengemudi.

Kewaspadaan menjadi mutlak mengingat pada musim mudik tiga tahun terakhir, 2012-2014, kontribusi jalur Pantura Jawa sebagai lokasi kecelakaan melonjak drastis. Bila pada musim mudik 2012 kontribusinya 15,04%, pada 2014 langsung melejit menjadi 30,33%. Tahun 2012, jalur tersebut menempati posisi ketiga terbesar, namun tahun 2014 langsung menempati posisi teratas. Gawat! (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 25 Juni 2015 09:15

    Reblogged this on Suetoclub's Blog and commented:
    macettt

  2. cvnadagroup2017 permalink
    25 Juni 2015 10:12

    good blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: