Lanjut ke konten

Tips Mudik Memakai Sepeda Motor

22 Juni 2015

mudik1_fajar

JUMLAH sepeda motor yang dimanfaatkan sebagai kendaraan mudik Lebaran 2015 diprediksi meningkat sekitar 8%. Perkiraan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu menyebutkan bahwa jumlahnya bakal menyentuh sekitar dua juta kendaraan.

Oh ya, tahun 2014, jumlah sepeda motor yang dipakai untuk mudik turun 8,15% menjadi 1,87 juta unit.

Tunggu dulu, data Kemenhub merujuk dari hasil pantauan dienam titik, yakni Ciasem, Sadang, Merak, Cicurug, dan Cisarua. Bisa jadi angka sepeda motor bakal lebih tinggi lagi jika titik pantaunya lebih luas. Coba saja lihat data milik Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) yang merangkum hampir seluruh wilayah RI.

Data Kepolisian menyebutkan pada 2013 ada sekitar 5,53 juta motor yang dipakai untuk mudik. Dan, pada 2014 turun 20% menjadi sekitar 4,42 juta kendaraan.

Dapat disimpulkan bahwa sepeda motor masih menjadi alternatif ketika angkutan lain tak mampu mengakomodasi pergerakan para pemudik. Ironisnya, jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan juga masih didominasi oleh sepeda motor. Pada musim mudik Lebaran 2014, sepeda motor menyumbang 70,74% dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan di jalan. Tak berbeda jauh dengan kompoisis pada 2013 yang tercatat sekitar 70,86%. Walau, dari sisi volume memang terjadi penurunan yakni dari sekitar 4.570 menjadi 3.869 unit.

Korlantas Mabes Polri menyebutkan bahwa rasio per 10.000 sepeda motor sebanyak 25 mengalami kecelakaan lalu lintas jalan. Angka itu untuk tahun 2013. Bila dibandingkan dengan periode sama tahun 2012, terjadi penurunan cukup signifikan mengingat tahun itu rasionya setiap 10.000 sepeda motor sebanyak 47 terlibat dalam kecelakaan.

Kenapa sepeda motor demikian dominan terlibat dalam kecelakaan di jalan? Ada yang menjawab, “Karena jumlah sepeda motor merupakan yang paling banyak.” Sah-sah saja bagi yang menjawab seperti itu dan tidak keliru. Namun, bagaimana caranya agar tidak terjebak dalam insiden di jalan raya? Atau, bagaimana memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas?

Berikut ini adalah sejumlah tips bagi pemudik yang menunggang sepeda motor guna memperkecil peluang terjadinya kecelakaan, sekaligus memperkecil risiko jika terjebak dalam insiden di jalan raya.

Faktor Manusia:

1. Kesehatan fisik. Pantang bersepeda motor dalam kondisi sakit. Kita tahu, saat tubuh tidak bugar konsentrasi bakal terganggu. Padahal, tanpa konsentrasi mustahil berkendara dengan baik. Karena itu, yang termasuk dihindari adalah berkendara setelah minum obat. Tak perlu memaksakan diri.

kenpri mudik 12 15_1

2. Stabilitas emosi. Keletihan, dehidrasi, debu, asap, cuaca panas, kemacetan, hingga kebisingan suara kendaraan, bisa memicu stress. Kondisi tersebut bisa memicu emosi tidak stabil. Redam emosi berlebihan dengan tetap menjaga kebugaran dengan beristirahat yang cukup dan fokus dalam berkendara. Abaikan jika ada provokasi dari pengguna jalan yang lain. Pertebal rasa sabar. Kita mencari selamat sampai tujuan. Bukan selamat sampai duluan.

3. Kuasai teknik berkendara yang aman dan selamat. Mulai dari menjaga jarak, saat mendahului secara aman, hingga mengerem yang aman dan selamat.


Faktor Kendaraan:

1. Servis kendaraan. Sepeda motor diservis sebelum dipakai untuk menempuh jarak ratusan kilometer. Pemeriksaan kondisi mesin lebih terjamin. Datangi bengkel dan minta diperbaiki kerusakan sekecil apapun. Servis dilakukan setidaknya tiga hari sebelum bepergian.

2. Periksa ulang jelang keberangkatan dan setiap beristirahat. Kondisi yang harus dicek mulai bahan bakar minyak (BBM), kondisi tekanan angin pada ban, kualitas kanvas rem, rantai, lampu-lampu, standar motor, kondisi oli, kaca spion, hingga busi.

3. Kelengkapan surat kendaraan. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pastikan dibawa dan sebaiknya dalam kondisi tidak telat pembayaran pajaknya.

bengkel motor servis

Faktor Lain:

Pastikan senantiasa berdoa sebelum menempuh perjalanan memohon keselamatan kepada Sang Pencipta. Selain itu, perhatikan hal-hal sebagai berikut;

1. Surat Izin Mengemudi (SIM). Pastikan SIM masih berlaku. SIM mati bisa kena tilang. Tentu amat merepotkan untuk mengikuti sidang di kota yang jauh dari tempat tinggal kita.

2. Perlengkapan keselamatan. Pastikan helm yang dipakai memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menutupi seluruh wajah (full face). Gunakan sepatu menutupi mata kaki, lebih direkomendasikan yang tidak memakai tali. Selain itu, gunakan jaket cukup tebal yang melindungi terpaan angin serta yang berwarna mencolok agar mudah dilihat. Serta, gunakan sarung tangan dan membekali diri dengan jas hujan.

3. Obat-obatan. Untuk berjaga-jaga, bisa membekali diri dengan obat luka luar atau obat gosok menghilangkan rasa pegal.

4. Peta dan rute. Fahami rute yang bakal dilintasi, termasuk mungkin juga jalur alternatifnya.

5. Ponsel. Nomor-nomor penting terkait panggilan darurat, mulai kerabat, kantor polisi, hingga rumah sakit di rute yang dilintasi.

6. Uang receh. Pecahan Rp 1.000 hingga Rp 5.000 bisa bermanfaat untuk membayar uang parkir hingga jasa toilet di SPBU.

7. Barang bawaan. Beban berat membuat keseimbangan pemotor bisa terganggu. Daya reflek dan manuver pun bakal kurang nyaman, terlebih jika harus berhenti mendadak atau menghindari benturan. Jika memungkinkan, ada baiknya sebagian barang bawaan dipaketkan via perusahaan kurir guna mengurangi beban.

8. Penumpang. Demi keselamatan di jalan, jumlah penumpang dan pengendara sebaiknya tak lebih dari dua orang.

9. Jadwal istirahat. Tentukan waktu istirahat secara berkala setidaknya dua jam sekali.

10. Pilih tempat istirahat. Istirahat bisa dimanfaatkan untuk mengisi BBM, buang air kecil, ibadah sholat, atau tidur sesaat 15-30 menit. Bisa memanfaatkan SPBU, rumah makan, atau posko-posko yang biasanya bertebaran selama arus mudik dan balik.

Motorola RAZRV3x 85.98.90R 2009:02:11 17:37:48

Motorola
RAZRV3x
85.98.90R
2009:02:11 17:37:48

11. Teman perjalanan. Agar perjalanan lebih aman, bisa berkelompok dua atau tiga motor. Manfaat teman perjalanan juga bisa mengurangi rasa jenuh selama berkendara.

12. Waktu bepergian. Pilih waktu yang tepat, misalnya, seusai sholat subuh. Perjalanan di pagi hari lebih baik ketimbang di malam hari yang biasanya diserang rasa kantuk.

13. Tidur yang cukup. Pastikan sebelum berkendara, terlebih rute jarak jauh, sang pengemudi sudah cukup tidur, yaitu berkisar 6-8 jam.

14. Fahami aturan yang ada. Aturan lalu lintas jalan penting difahami agar perjalanan, aman, nyaman, dan selamat. Tentu, selain difahami juga harus dipraktikkan.

Semoga ikhtiar yang dijalankan bisa membuat perjalanan mudik dan balik Lebaran lebih nyaman dan selamat. Tak ada yang lebih indah kecuali melihat senyum keluarga tercinta di rumah. Keselamatan untuk semua pengguna jalan. Selamat mudik. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 22 Juni 2015 11:12

    Reblogged this on Suetoclub's Blog and commented:
    tips mudik

  2. 23 Juni 2015 06:07

    Nambahin…..
    Cek kendaraan secara full, pastikan dalam kondisi sehat
    Siapkan fisik dan mental
    Cek rute, cari info sebanyak-banyaknya untuk rute termasuk rute alternative

    Nikmati di jalan, jangan kejar target… 🙂

  3. 24 Juni 2015 11:36

    Nitip gan :

    Kami Memiliki Software Klinik Ready Install, Software RS, Software Apotik, Software Toko, Software Minimarket, Software Trading Distributor.

    http://www.franiksoft.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: