Skip to content

Fakta Mengejutkan di Jalur Mudik Pantura Jawa

19 Juni 2015

mudik laka 2014_viva

JALUR pantai utara (Pantura) Jawa menjadi wilayah yang patut menjadi perhatian para pemudik Lebaran. Inilah jalur yang paling panas selama masa puncak arus mudik.

Untuk musim mudik tiga tahun terakhir, 2012-2014, kontribusi jalur Pantura Jawa sebagai lokasi kecelakaan melonjak drastis. Bila pada musim mudik 2012 kontribusinya 15,04%, pada 2014 langsung melejit menjadi 30,33%. Tahun 2012, jalur tersebut menempati posisi ketiga terbesar, namun tahun 2014 langsung menempati posisi teratas. Gawat!

Tahun 2015, jalur yang membentang dari Jakarta, Cirebon (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah) hingga Lamongan (Jawa Timur) diperkirakan masih menjadi jalur primadona lalu lintas pergerakan pemudik. Tak peduli mereka yang menumpang mobil pribadi, sepeda motor, hingga angkutan kereta api.

Kondisi jalan di jalur ini relatif lebih “nyaman” karena konturnya lebih dominan lurus dan kondisinya juga banyak yang mulus. Sedangkan di jalur selatan umumnya berkelok karena melintasi jalur pegunungan.

Khusus untuk pengguna mobil pribadi, jalur Pantura Jawa kini mendapat “bonus” fasilitas dengan beroperasinya ruas jalan tol Cikampek-Palimanan (Cikapali) sepanjang 116,75 kilometer (km) pada awal Juni 2015 ini. Kehadiran tol Cikapali melengkapi jalur tol yang sebelumnya sudah ada, yakni Jakarta-Cikampek dan Kanci-Pejagan. Namun, ironisnya dalam masa “percobaan” gratis selama sepekan sejak dibuka, tol yang menelan investasi hampir Rp 14 triliun itu diwarnai seabrek kecelakaan lalu lintas jalan. Bahkan, hingga Jumat, 19 Juni 2015, sudah tiga orang yang tercatat meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan tol yang bertarif Rp 827/kilometer ini.

Nah, khusus mengenai kecelakaan di tol Cikapali akan saya tulis tersendiri. Kita kembali lagi soal jalur Pantura Jawa.

Fakta lain yang mengejutkan adalah kecelakaan lalu lintas jalan di jalur Pantura Jawa melonjak sekitar 33% pada musim mudik Lebaran 2014. Dari enam jalur di Jawa, ada dua jalur yang mencatat peningkatan kasus kecelakaan. Selain pantura, jalur yang naik kasus kecelakaannya adalah jalur lainnya, yakni sekitar 3%.

Di luar jalur itu justeru mencatat penurunan, yakni jalur Selatan (3%), jalur Tengah (28%), jalan tol (56%), dan jalur alternatif (62%).

Lonjakan kasus kecelakaan sebesar 33% di jalur Pantura Jawa saya sebut mengejutkan mengingat pada 2013, jalur ini justeru mencatat penurunan 2%. Ada pihak yang mengatakan bahwa jalur Pantura Jawa adalah jalur paling ramai dilintasi pemudik sehingga wajar jika kasus kecelakaannya melonjak. Kalau melihat komposisi kontribusi setiap jalur, Pantura Jawa memang paling wahid. Jalur ini menyumbang sekitar 30,33% kasus kecelakaan musim mudik tahun 2014.

Kontributor kedua adalah jalur lainnya, yaitu sekitar 29,64%. Lalu, jalur selatan (15,04%), jalur tengah (12,22%), jalur alternatif (9,30%), dan jalan tol (3,46%).

Dalam data yang saya peroleh memang tidak mencuat apa saja yang menjadi faktor utama pemicu kecelakaan di jalur Pantura Jawa. Namun, secara keseluruhan terlihat bahwa selama musim mudik Lebaran 2014 faktor utama pemicu kecelakaan adalah faktor manusia, yakni 94,43%. Lalu, faktor alam (2,90%), faktor jalan (2,16%), dan faktor kendaraan (0,51%).

mudik peta jalur laka 2014

Oh ya, pada musim mudik Lebaran 2014, yakni rentang H-7, H+7, serta H1 dan H2 Lebaran, menurut data Korps Lalu Lintas Mabes Polri (Korlantas Polri), rata-rata setiap hari terjadi 191 kasus kecelakaan lalu lintas jalan. Kecelakaan tersebut rata-rata merenggut 41 korban jiwa. Sedangkan mereka yang menderita luka berat sebanyak 65 orang per hari dan 252 orang menderita luka ringan per hari. Inilah duka anak negeri di jalan raya.

Selama rentang 16 hari musim mudik tahun 2014 angka kecelakaan bisa ditekan sekitar 17%, sedangkan fatalitas menyusut 18%. Tentu ini tidak hadir dengan sekonyong-konyong. Ada upaya yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan (stake holder) keselamatan jalan.

Mengantuk dan Mendahului

Nah, dari keseluruhan aspek-aspek pemicu kecelakaan pemicu terbesar adalah ngantuk saat berkendara, yakni 18,47%. Aspek mengantuk cukup mengerikan karena obat mujarab untuk hal yang satu ini cuma satu, yakni tidur. Sedangkan resep untuk mencegah rasa kantuk yang menggila hanyalah dengan menyediakan waktu yang cukup untuk tidur sebelum berkendara. Butuh waktu berkisar 6-8 jam agar tubuh tetap bugar sehingga tidak mengantuk saat nyetir kendaraan bermotor.

Selain itu, tentu saja tidak berkendara seusai mengonsumsi obat-obatan, terlebih yang memberi dampak mengantuk.

Sedangkan aspek kedua terbesar adalah cara mendahului kendaraan yang gegabah. Aspek ini menyumbang sekitar 16,92%. Mendahului bukan pekerjaan mudah. Butuh analisis yang tepat sebelum memutuskan mendahului.

mudik_fajar

Mendahului pantang dilakukan dalam area-area sebagai berikut;

Pertama, dekat dengan tikungan. Risiko sangat tinggi jika mendahului di tikungan jalan, terutama risiko terjadinya tabrakan dengan kendaraan dari arah depan. Tikungan, terlebih tikungan tajam, merupakan salah satu lokasi kecelakaan yang sering terjadi di Indonesia. Pada 2013, tikungan tajam menjadi penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan yang dipicu oleh faktor jalan. Kontribusi tikungan tajam mencapai 17% dari sepuluh aspek yang ada di faktor jalan. Tahun itu, setiap hari rata-rata terjadi empat kasus kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Mendahului di tikungan tajam menjadi kian runyam saat situasi jalan juga ditambah dalam kondisi berlubang dan minim penerangan jalan.

Kedua, dekat dengan persimpangan. Hal itu untuk menghindari tabrak belakang yang terjadi lantaran kendaraan yang hendak didahului secara tiba-tiba berbelok ke simpangan tersebut.

Ketiga, di jembatan. Umumnya di jembatan ruang untuk mendahului amat tipis, karena itu oleh penanggung jawab kecelakaan di jembatan biasanya diberi marka jalan garis putih menyambung.
Keempat, di lereng curam. Kemiringan yang cuku curam tentu mempengaruhi pergerakan kendaraan yang sewaktu-waktu bisa lebih mudah tergelincir.

Mendahului juga pantang dilakukan dalam kondisi arus lalu lintas sebagai berikut:

Pertama, tidak mendahului kendaraan di depan secara bersamaan atau lebih dari satu kendaraan. Cara mendahului seperti ini kian mempersempit ruang untuk mendahului dan memperlebar celah bertabrakan dengan kendaraan dari arah depan.

Kedua, jangan mendahului jika tiba-tiba kendaraan yang hendak didahului justeru menambah kecepatan.

Ketiga, jangan mendahului jika pandangan pengemudi yang hendak mendahului terhalang. Pandangan yang terhalang praktis mengurangi informasi yang dibutuhkan ketika hendak mendahului. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 21 Juni 2015 10:32

    Nitip Info Gan :
    Pabrik Kelapa Sawit, take over 4.33Ha, SHGB, Produksi 10Ton tbs/jam, Lokasi&Akses terbaik Lampung Utara Trans Sumatra, Murah Jelas Untung. More Information : Milik Keluarga H. Sultoni 081319618899 / 08561881977

    https://jualpabrikkelapasawit.wordpress.com/2015/06/16/jual-pabrik-kelapa-sawit/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: