Skip to content

Empat yang Bisa Mengganjal Target Pemerintah Menurunkan Fatalitas

12 Juni 2015

operasi zebra 2014_a

DOKUMEN pemerintah soal target penurunan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan terasa indah dibaca. Pertamakali membacanya pada 2011, aora optimistis demikian kental. Bagaimana implementasinya di lapangan?

Oh ya, dokumen bertajuk Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan menyatakan, target penurunan fatalitas untuk jangka panjang, yakni pada 2035, sebesar 80%. Cara mengukurnya berdasarkan fatalitas per 10.000 kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan. Pada 2035, indeks yang diharapkan adalah 0,79. Sedangkan tahun basis yang dipakai adalah fatalitas tahun 2010 yang merenggut 86 jiwa per hari.

Bagaimana sepanjang empat tahun terakhir, yakni sepanjang rentang 2011-2014?

Kalau melihat data Korlantas Polri, tingkat fatalitas kecelakaan terlihat fluktuatif. Pada 2014, setidaknya setiap 20 menit satu nyawa melayang akibat kecelakaan di jalan. Naik turunnya fatalitas masih memungkin manakala melihat cara berkendara para pengguna jalan. Apalagi jika melihat kesadaran para pengguna jalan atas keselamatan dirinya.

Nah, melihat kondisi yang ada di lapangan saat ini, tampaknya sejumlah masalah bisa mengganjal target penurunan fatalitas.

Masalah-masalah itu mencakup; pertama, perilaku pengguna jalan. Kesadaran pengguna jalan untuk mentaati aturan yang berlaku masih mesti ditingkatkan. Ini bisa menjadi ganjalan utama mengingat penentu utama di jalan raya adalah para pengendaranya.

Hal krusial lainnya terkait pengendara adalah kepercayaan publik kepada polisi lalu lintas (polantas) atau petugas. Ketika kepercayaan kepada petugas melemah, praktik suap-menyuap menjadi panglima, ketika itulah pelanggaran demi pelanggaran di jalan terus bergulir.

Ini tentu amat ironis mengingat Kepolisian senantiasa mengatakan bahwa kecelakaan kerap kali diawali oleh pelanggaran di jalan. Kian banyak pelanggaran, potensi kecelakaan kian melebar.

Kedua, butuh petugas yang tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Tanpa sosok petugas yang seperti itu maka ganjalan demi ganjalan untuk mencapai target penurunan fatalitas pun kian bermunculan. Petugas ditantang untuk mempu meningkatkan kualitas dirinya.

Ketiga, sistem transportasi publik yang belum memadai. Ini juga bisa mengganjal pencapaian target penurunan fatalitas. Maksudnya begini. Kita tahu bahwa mayoritas kecelakaan melibatkan para pengguna kendaraan pribadi. Ketika alasan pemakaian kendaraan pribadi adalah belum memadainya angkutan umum, semestinya akar kecelakaan bisa dipangkas bila angkutannya tersedia. Angkutan publik yang dibutuhkan adalah yang aman, nyaman, selamat, terjangkau, terkoneksi, dan ramah lingkungan.

target penurunan laka RIa

Keempat, sinergi di kalangan pemangku kepentingan. Soal sinergi bisa menjadi ganjalan yang memalukan. Maksudnya, para pemangku kepentingan, yakni para institusi pemerintahan sudah sepatutnya bersinergi. Mereka harus membuang ego sektoral demi mencapai tujuan bersama yaitu menghapus fatalitas kecelakaan. Bila ego sektoral masih ada, ganjalan pun kian besar. Disinilah pentingnya pemimpin yang tangguh, cerdas, dan berwibawa untuk mengkoordinasikan para pemangku kepentingan di keselamatan jalan.

Di luar keempat hal di atas, bisa jadi ada ganjalan-ganjalan lain yang menganggu pencapaian target. Saya termasuk yang yakin bahwa pemerintah yang berisi orang-orang cerdas bisa dengan mudah mendeteksi ganjalan yang ada, namun tinggal bagaimana mengatasinya. Menerapkan segala konsep yang ada secara konsisten dan transparan. Pemerintah yang bersih bisa melahirkan iklim kondusif dalam melahirkan masyarakat yang cerdas dan kritis. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: