Lanjut ke konten

Selalu Saja Ada Kelonggaran di Jalan Raya

7 Juni 2015

mobil tanpa pelat nomor

BELAKANGAN ini dengan mudah kita menyaksikan kelonggaran-kelonggaran di jalan raya. Bahkan, dengan gamblang hal itu dipertontonkan di depan para penegak hukum. Atau, kelonggaran tadi terjadi karena memang mendapat restu.

Coba saja simak foto-foto yang beredar di media sosial saat ini. Ada mobil mewah melenggang tanpa pelat nomor. Ada sepeda motor mewah melaju di jalan bebas hambatan alias jalan tol. Hebatnya, kesemua itu dibarengi dengan pengawalan oleh petugas kepolisian.

Bahkan, ada kelonggaran lain. “Saya bilang aja mau liputan, eh dibebasin tuh. Nggak ditilang polisi,” ujar seorang pengemudi yang bekerja di perusahaan pers.

Mau contoh kelonggaran lain?

“Saya bilang aja stafnya wapres, eh nggak ditilang. Padahal, saya berbelok di area yang sebenarnya nggak boleh berbelok,” papar seorang pria muda yang mengaku-ngaku.

Kenapa kelonggaran itu terjadi?

Mari kita lihat soal aturan mengenai kewajiban memakai pelat nomor atau bahasa bakunya tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).

Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mewajibkan kendaraan bermotor memakai TNKB. Tidak peduli kendaraan motor kelas teri, maupun kendaraan bermotor kelas gajah. Soal yang ini diatur di dalam Pasal 68 (1) yang berbunyi setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

TNB memuat memuat kode wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku. Bahkan, wujud TNKB pun diatur oleh Negara yang mencakup syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangannya.

Keberadaan TNKB salah satunya sebagai bukti bahwa kendaraan tersebut telah terregistrasi oleh otoritas yang membawahi soal itu, yakni Kepolisian RI. Karena itu, ketika masa berlakunya habis, sang pemilik harus mengajukan permohonan perpanjangan.

Nah, buat yang melanggar aturan ini oleh UU No 22/2009 tentang LLAJ bakal disemprit denda atau kurungan badan alias penjara. Coba saja lihat di pasal 280 yang menyatakan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor
yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Lantas, bagaimana soal aturan sepeda motor untuk masuk jalan tol?

Saat ini, di Indonesia terdapat dua jalan tol, persisnya jembatan tol yang mengizinkan sepeda motor melintas di atasnya. Jembatan itu ada di Bali (Tol Bali Mandara) dan Surabaya yang mengubungkan dengan Madura (Suramadu).

Jembatan Suramadu yang memiliki panjang sekitar 5 kilometer (km) beroperasi sejak 10 Juni 2009. Sedangkan Tol Bali Mandara yang memiliki panjang sekitar 12,7 km diresmikan pada 23 September 2013.

Perlu peraturan pemerintah (PP) untuk menyatakan jalan tol bisa dilintasi oleh sepeda motor. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengizinkan sepeda motor boleh melintas di jembatan Suramadu, dia menelorkan PP No 44 tahun 2009 tentang Perubahan Atas PP No 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol. Dengan gamblang, PP No 44/2009 dalam pertimbangannya mengatakan bahwa pada beberapa daerah di Indonesia, sepeda motor merupakan moda transportasi dengan populasi yang cukup besar sehingga perlu diberi kemudahan dalam penggunaan infrastruktur jalan tol dengan memperhitungkan faktor keselamatan dan keamanan.

Aturan itu dengan lugas menyatakan bahwa jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Artinya, sepeda motor boleh saja masuk jalan tol jika sang penyelenggara tol telah menyiapkan jalur khususnya. Ada pembatas berupa pagar pemisah dan tentu saja jalur khusus. Nah, bila itu tidak ada, artinya apa dong kalau sepeda motor bisa masuk jalan tol? Kelonggaran atas aturan yang ada? Atau, jangan-jangan lagi ada banjir di jalan arteri. Akh sudahlah… (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 8 Juni 2015 12:58

    semoga semuanya dapata mentaati peraturan dengan baik dfan benar:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: