Skip to content

Kucing-kucingan ala Jalan Jakarta

5 Juni 2015

mobil busway1 jakarta globe

DALAM bahasa Indonesia terdapat sejumlah istilah dan peribahasa yang memakai kata kucing. Hewan berkaki empat yang banyak menjadi piaran di rumah itu begitu melekat di masyarakat kita.

Coba saja simak istilah “Malu-malu kucing.” Istilah ini kerap dipakai untuk menyebut orang yang sebenarnya mau tapi merasa malu untuk mengungkapkannya.

Atau, pepatah “Jangan sampai membeli kucing di dalam karung.” Makna pepatah ini untuk menggambarkan pentingnya transparansi atau mengetahui dahulu kualitas barang atau jasa yang akan dibeli atau dipilih.

Bahkan, ada istilah “Main kucing-kucingan.” Nah, istilah yang satu ini untuk menggambarkan bagaimana upaya seseorang atau sekelompok orang untuk mensiasati sesuatu. Misalnya, mensiasati petugas atau pihak berwenang. Intinya, “main kucing-kucingan” kerap dipakai untuk menunjukan suatu kegiatan untuk mensiasati aturan.

Di jalan raya Jakarta praktik “kucing-kucingan” amat mudah dijumpai. Misal, saat sekelompok pesepeda motor yang menerobos busway ketika tahu ada petugas di ujung jalan, mereka melompati separator busway. Terjadilah kucing-kucingan.

“Saya kalau menerobos busway lihat-lihat dulu. Kalau ada petugas nggak berani. Pernah, waktu udah masuk eh ada razia. Saya lompatin aja sepator busway-nya,” ujar Udin, salah seorang pesepeda motor Jakarta saat berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.

Contoh lain adalah saat petugas satpol PP menyisir pedagang kaki lima di pinggir jalan, sejumlah pedagang asongan yang tahu hal itu bergegas lari. Petugas datang, pedagang hilang. Petugas hilang, pedagang berdatangan. Terjadilah kucing-kucingan.

Masih banyak contoh kucing-kucingan di jalan raya Jakarta. Misalnya, ketika ada razia bagi para pelaku pelawan arus. Banyak pesepeda motor yang tunggang langgang dengan cara menerabas petugas yang menghadang. Atau, berpura-pura hendak menambal ban.

Sudah menjadi naluri dasar manusia untuk mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapinya. Namun, sebisa mungkin menyelesaikan masalah tanpa masalah. Bila situasi menjadi sebaliknya, pencaharian jalan pintas itu sudah sepatutnya dihindari. Khusus di jalan raya, kita tahu bahwa mayoritas kecelakaan dipicu oleh perilaku ugal-ugalan di jalan. Perilaku seperti ini sudah patut diduga merupakan tindakan melanggar aturan. Misalnya, gara-gara melawan arus terjadilah tabrakan. Atau, mengangkut beban berlebihan hingga memacu kendaraan di atas batas maksimal.

Perilaku seperti itu bukan mustahil dimulai dengan main kucing-kucingan. Jangan lupa, hal gede sering dimulai oleh persoalan yang dianggap sepele.

Oh ya, istilah-istilah di masyarakat kita yang terkait ‘kucing’ ternyata masih ada. Salah satunya, “mandi kucing.” Nah, untuk yang satu ini sulit mendeskripsikannya. Hehehehehe. (edo rusyanto)

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 5 Juni 2015 13:40

    Haha maka dari itu supaya tidak terjadi kucing-kucingan , taati saja peraturannya . Kalo gak mau macet kita brangkatnya pagi-pagi . harus bisa mngatur waktu 🙂

    • 5 Juni 2015 19:25

      setujuuuu…. 🙂

  2. 5 Juni 2015 19:15

    Kalo sesekali pulang ke Jakarta selalu geleng-geleng liat macet dan kelakuan pengendaranya… untung sudah jarang disana, haha, bisa stress tiap hari

  3. 5 Juni 2015 19:26

    kemacetan kadang membuat tingkat stress meningkat, butuh kemampuan beradaptasi yang luar biasa 🙂

  4. 5 Juni 2015 20:26

    JASA INTERNET MURAH, MULAI DARI 80 RB/BLN, BEBAS KUOTA,BEBAS PULSA, BISA GAME ONLINE, SANGAT MURAH DAN BISA DIPERCAYA, INFO LEBIH KUNJUNGI http://www.internetssh.weebly.com, PIN BB 2A12E8CF, KHUSUS PC/LAPTOP, NOT FOR USER ANDROID, BURUAN BUKTIKAN, TRIMS vivalog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: