Skip to content

Pria Ini Nyetir Mundur Nabrak Balita

4 Juni 2015

jalan kampung jakarta

WASPADA berkendara di gang pemukiman. Peristiwa yang menimpa Loeman, kita sapa saja begitu, dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. Bagaimana tidak, Loeman harus memikul hukuman penjara satu tahun lantaran peristiwa yang tidak pernah sama sekali diinginkan orang, menabrak balita.

Peristiwa bermula saat Loeman menyetir mobil multiple vehicle purpose (MPV) di gang kawasan pemukiman. Saat itu, dia nyetir mundur tanpa dipandu atau ada pemberi aba-aba. Loeman bergerak relatif pelan, konsentrasi pada spion dan jalan sebelah kanan. Bahkan, dia mengeluarkan kepala menengok ke arah kanan sebagai sikap kehati-hatian.

Malang, pada saat bersamaan muncul balita berusia satu tahun yang merangkak dari rumahnya mengarah ke gang yang akan dilintasi Loeman. Balita yang semestinya bermain di dalam rumah dengan pengawasan orang tua itu tentu tak tahu bahayanya merangkak di gang pemukiman. Dan, terjadilah insiden. Mobil menabrak balita dan hingga akhirnya beberapa jam kemudian meninggal dunia. Semua berduka.

Hari-hari yang dilalui Loeman terasa panjang. Dia memperjuangkan keadilan. Di sisi lain, terbayang bagaimana pilunya sang orang tua balita saat melihat anaknya di rumah sakit. Ketika peristiwa itu terjadi, Loeman bergegas membawa sang balita ke rumah sakit. Nasib memang bercerita lain, balita malang itu tak dapat tertolong jiwanya.

Saat majelis hakim di pengadilan negeri memvonisnya penjara satu tahun, dia merasa adanya ketidakadilan. Perjalanan mencari keadilan pun terus bergulir hampir selama tiga tahun setelah peristiwa kecelakaan terjadi.

Pengadilan tinggi ternyata setali tiga uang dengan pengadilan negeri, Loeman tetap divonis bersalah dan dipidana satu tahun penjara. Perjuangan belum selesai. Masih ada satu langkah lagi, yakni ke Mahkamah Agung. Lewat penjelasan yang rumit dari aspek hukum, Loeman dengan gigih untuk menemukan keadilan yang diyakininya. Akhirnya, setelah tiga tahun, keadilan itu benar-benar tidak hadir. Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Loeman. Dia harus menjalani vonis satu tahun penjara atas buah perbuatannya menabrak balita.

Bagi kita para orang tua, peristiwa yang dialami Loeman menjadi pembelajaran. Jangan pernah meninggalkan balita tercinta bermain sendirian. Si buah hati yang mestinya dalam pengawasan ekstra waspada bisa menuai bencana bila diabaikan. Sudah banyak kasus, mulai dari balita yang tercebur kolam, terjatuh dari tangga, hingga kecelakaan lalu lintas jalan.

Dalam kasus Loeman, kejadian di gang pemukiman dikategorikan kecelakaan lalu lintas jalan. Karena itu, pengadilan membidik Loeman dengan pasal 310 ayat (4) Undang Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal ini menyebutkan bahwa pengemudi yang lalai kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia bakal diganjar penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Ini juga bisa menjadi pembelajarran buat kita semua. Jangan anggap enteng berkendara di lingkungan pemukiman. Insiden kendaraan bermotor di dalam gang perkampungan bisa berujung di hotel prodeo. Agak berbeda dengan kasus insiden di area parkir gedung yang dikategorikan bukan kecelakaan lalu lintas jalan. (edo rusyanto)

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 4 Juni 2015 07:41

    Masa sih Balita yang belum bisa jalan bahkan masih merangkak dibiarkan tanpa pengawasan? Ini jadi pembelajaran buat saya juga untuk menjadi orang tua yang lebih baik dalam mengawasi anak

    • 4 Juni 2015 14:13

      iya kawan, pembelajaran yg amat berharga buat kita semua agar melindungi anak2 dari potensi kecelakaan. salam.

  2. 4 Juni 2015 14:02

    Lalu si orang tua balita tidak kena ganjaran apa2, sangat menyedihkan….. sesibuk apapun dan tanpa alasan, namanya balita harus dapat pengawasan ekstra ketat….

    • 4 Juni 2015 14:14

      informasi yang saya dapat, begitu. pastinya, kita ekstra waspada dan ketat dalam memproteksi balita kita. tentu, sebagai pengendara juga ekstra waspada. salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: