Skip to content

Jembatan Rp 4 Triliun Ini Menggoda untuk Berpose

31 Mei 2015

jembatan suramadu 2015a

BUAT orang yang pertamakali melintas di jembatan ini pasti tergoda akan kemolekannya. Jembatan yang diberi nama Suramadu ini menggoda untuk berpose. Bagaimana tidak, jembatan sepanjang hampir 5.000 meter ini membentang di tengah Selat Madura yang menghubungkan Surabaya dengan Madura.

“Pemandangannya kian memikat saat malam hari. Jembatan penuh dengan cahaya lampu,” ujar Vitta yang siang itu memandu kami dalam perjalanan dari Surabaya menuju Bangkalan, Madura.

Godaan untuk berpose sempat saya lihat diantara sebuah rombongan. Pemandangan birunya lautan menjadi salah satu daya pikat jembatan ini. Mereka berhenti dan mobil diparkir di sisi jalan. Tak menunggu lama, rombongan dari Jakarta itu pun mengeluarkan kamera dan saling berfotoria. Beragam pose pun dikeluarkan. Bahkan, sampai ada yang beradegan melompat segala.

Pernah suatu ketika saya lihat ditayangan televisi ada satu keluarga yang berpose di atas jembatan itu. Keluarga yang mengaku berasal dari Kalimantan itu asyik berfoto mengabadikan pemandangan indah diatas jembatan. Namun, keluarga tadi harus berurusan dengan polisi lalu lintas (polantas) yang bertugas di jembatan yang diresmikan pada 2009 itu. “Kali ini bapak kami peringatkan agar lain kali tidak berfoto di kawasan jembatan ini. Berbahaya bagi keselamatan bapak dan keluarga,” ujar sang petugas.

Lalu, keluarga tadi ngeloyor pergi setelah sebelumnya meminta maaf. Dan, sang petugas pun tersenyum sambil melambaikan tangan.

Rambu larangan berhenti terlihat dengan jelas di sisi jalan. Semestinya para pengguna jalan dapat melihat rambu itu dan mematuhi aturan yang dibuat demi keselamatan pengguna jalan. Ironisnya, masih saja ada pengguna jalan yang nekat berhenti hanya sekadar berpose dengan menggadaikan keselamatan.

suramadu perangko peresmian 2009

Jembatan Suramadu yang terbagi atas tiga bagian itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun. Kehadiran jembatan fenomenal itu diharapkan juga mampu menggerakan perekonomian Madura. Selain bisa dilintasi beragam jenis mobil, jembatan ini juga bisa dilintasi oleh sepeda motor. Praktis pergerakan orang dan barang pun semakin lancar.

Untuk mencapai hal itu pemerintah bahkan menelorkan Peraturan Presiden No 27 tahun 2008 tentang Badan Pengembanan Wilayah Surabaya-Madura. Salah satu tugas penting Badan itu adalah membangun dan mengelola wilayah kaki Jembatan Surabaya – Madura, yang meliputi wilayah di sisi Surabaya sekitar 600 hektare (ha). Lalu, wilayah di sisi Madura sekitar 600 ha. Selain itu, membangun dan mengelola kawasan khusus di Pulau Madura seluas 600 hektare. Kawasan ini berada dalam satu kesatuan dengan wilayah pelabuhan petikemas dengan perumahan dan industri termasuk jalan aksesnya.

Ngomong-ngomong, saat peluncuran Jembatan Suramadu pemerintah menerbitkan perangko edisi khusus. Perangko seharga Rp 1.500 itu diterbitkan pada 2009 dengan gambar jembatan dilihat dari laut. Mau menjajal ke Suramadu? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 5 Juni 2015 13:42

    Wow , kalo jembatanya di kenain tarif buat foto gimana ya . Pasti di cantikin lagi jembatannya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: