Lanjut ke konten

Ibu Presdir Ini Mengangguk Setuju Soal Pesan Mudik

30 Mei 2015

baliho xl dan polisi madura

SUASANA teleconference sore itu terasa begitu hangat. Beragam pertanyaan silih berganti. Mulai persoalan teknis hingga yang mengulas hal-hal strategis. Ibu presiden direktur (presdir) yang memimpin jalannya perbincangan tampak cukup cekatan. Itulah sosok Presdir sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini.

Perempuan yang baru didapuk sebagai orang nomor satu di tubuh operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia itu memimpin teleconference dari Jakarta. Sedangkan direksi dan jajaran di bawahnya tersebar di empat kota lainnya, yakni Malang, Semarang, Padang, dan Banjarmasin. Saya terselip diantara peserta teleconference yang hadir di Malang, Jawa Timur, Kamis, 28 Mei 2015 sore.

Peserta teleconference adalah tim yang ikut uji jaringan layanan telekomunikasi perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki perusahaan Malaysia itu. Peserta XL Net Rally tahun 2015 itu terdiri atas teknisi, direksi, jurnalis, hingga para blogger. Mereka menjajal di area yang telah ditentukan sebelumnya. Saya kebagian di kawasan Surabaya, Madura, dan Malang.

Operator berpendapatan sekitar Rp 23 triliun pada 2014 ini mengaku tak ingin kedodoran dalam melayani permintaan 52,1 juta pelanggannya saat musim Lebaran 2015. Tak kurang dari 33% kapasitas ditingkatkan pada 2015 dengan penyediaan belanja modal (capex) hingga Rp 7 triliun. “Kami ingin menjaga kenyamanan konsumen dalam menjalankan ibadah maupun menikmati layanan komunikasi selama Ramadan dan Lebaran,” ujar Dian Siswarini dalam teleconference tersebut.

Di sisi lain, tambah dia, pihaknya juga sedang menyiapkan sejumlah program atau aplikasi yang terkait musim Lebaran. Layanan data tersebut menjadi bagian penting bagi pertumbuhan XL. Maklum, pada triwulan pertama 2015, kontribusi layanan data sudah menyentuh hingga 30% terhadap total pendapatan XL yang mencapai sekitar Rp 5,5 triliun.

“XL sehari-hari melayani trafik percakapan hingga 470 juta menit/hari. Lalu, untuk trafik SMS mencapai 525 juta SMS/hari, dan trafik data sebesar 500 Terabytes/hari,” jelas Director Service Management XL Axiata Ongki Kurniawan dalam teleconference dari Padang.

Selama Ramadan dan Lebaran, lanjutnya, diperkirakan terjadi kenaikan trafik berkisar 5-10% untuk layanan telepon (voice), 10-15% pada SMS, dan 20-30% di layanan data.

Saat kebagian berbicara, saya memilih untuk menyampaikan harapan agar Ibu Presdir membuat program mudik yang tepat. Maksudnya, XL juga ikut menggaungkan pentingnya berkendara yang aman dan selamat. Mudik Lebaran hanya sebagai salah satu moment. Tentu saja harapannya adalah perusahaan operator seluler itu terus mengingatkan para pelanggannya agar tidak berponsel sambil mengemudi.
“Mudik Lebaran tahun lalu setiap hari 40-an orang tewas akibat kecelakaan. Rasanya menjadi penting program aplikasi yang dibuat juga ikut mengingatkan agar pengemudi berkendara yang aman dan selamat,” kata saya.

Tampak wajah Ibu Presdir mengangguk dan menyimak serius. Setidaknya itu persepsi saya saat melihat raut wajahnya dari layar televisi datar besar dalam teleconference itu.

xl net rally 2015a

Turina Farouk, XL Vice President Corporate Communications yang menjadi moderator teleconference buru-buru membantu menjawab harapan itu. “ Tentang pesan jangan mengemudi saat berponsel, kami sangat setuju. Walau, di Indonesia baru tahap imbauan semata. Tapi, kami akan masukan dalam pesan menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujarnya.

Sedangkan terkait program mudik Lebaran, operator seluler itu juga menggelar sejumlah kegiatan mudik bersama. Contohnya, mudik gratis bagi konsumen di wilayah Jabodetabek. Bagi frontline atau pedagang pulsa disediakan kursi 1.000 mudik gratis Jakarta menuju berbagai tujuan di Jawa. Ada juga program khusus yang memiliki prestasi penjualan, berupa hadiah THR Rp 1-3 juta per orang.

Harapan kita semua bahwa perjalanan mudik menjadi aman, nyaman, dan selamat. Peran swasta untuk mengajak pemudik untuk berkendara yang aman dan selamat sangat dibutuhkan. Lewat sumber daya yang dimilikinya, apalagi seperti perusahaan seluler seperti XL, bisa dengan mudah menyebarluaskannya. Tinggal bagaimana mengemas pesan secara apik dan mudah difahami masyarakat. Tentu titik utama pesan yang relevan adalah ajakan untuk tidak berponsel sambil mengemudi. Setuju bu? (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: