Skip to content

5 Kecelakaan Fatal Truk Pengangkut Siswa Sekolah

30 Mei 2015

laka truk siswa1

KENDARAAN bak terbuka seperti truk lazimnya untuk mengangkut barang. Ketika kendaraan bermotor itu dimanfaatkan mengangkut manusia, risikonya terlalu tinggi. Sejumlah fakta memperlihatkan bahwa kecelakaan lalu lintas jalan membahayakan mereka yang berada di truk tersebut.

Di Indonesia, sejumlah fakta menunjukkan bahwa truk bukan semata dimanfaatkan untuk mengangkut masyarakat umum, tapi juga para siswa sekolah. Tentu saja pemakaian truk itu bukan tanpa alasan. Hal yang paling sering mengemuka adalah alasan tidak ada lagi jenis angkutan yang lain. Selain itu, alasan lebih murah dan efisien juga menjadi salah satu alasan teratas.

Kita semua berduka atas kecelakaan demi kecelakaan yang menimpa anak negeri. Terakhir, kita diperlihatkan bagaimana 17 siswa sekolah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tewas sebagai korban kecelakaan di jalan.

Berikut ini adalah lima kasus kecelakaan truk pengangkut siswa sekolah paling fatal di Indonesia. Semoga dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.

1). Kamis, 28 Mei 2015

Sebuah truk pengangkut siswa sekolah warga perkebunan mengalami kecelakaan fatal sekitar pukul 06.30 WIB, di Kecamatan Sirandorung, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sebanyak 17 siswa meninggal dunia dan enam orang lainnya menderita luka-luka.

Kecelakaan truk diduga diakibatkan oleh ban truk yang lepas. Para siswa itu pun terjebak di dalam lumpur parit yang diperkirakan berkedalaman 2,55 meter. Posisi roda truk berada di atas. Sang pengemudi truk pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Sejumlah media menulis bahwa para korban adalah anak para karyawan perkebunan di PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR). Mereka biasa berangkat ke sekolah dengan menumpangi truk tersebut.

2). Senin, 25 Mei 2015

Kecelakaan truk yang mengangkut siswa sekolah juga terjadi di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Kali ini menimpa truk pengangkut pelajar tim drum band. Truk terguling dalam perjalanan menuju Cikidang, Sukabumi sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum terbalik, truk sempat menabrak tebing di jalan yang berkelok dan turunan.

Akibat kecelakaan tersebut tiga orang meninggal dunia dan 56 orang lainnya menderita luka-luka. Mereka adalah tim drum band dari pelajar Yayasan Tarbiyatur Akbar Desa Lembur Sawah Kecamatan Cicantayan, Sukabumi. Kecelakaan ini menyeret sang pengemudi, Hijaj yang berusia 34 tahun berurusan dengan kepolisian.

3). Senin, 2 Maret 2015

Kasus kecelakaan truk pengangkut anak sekolah pernah terjadi di Pekanbaru, Riau. Truk pengangkut siswa sekolah dasar (SD) terjerembab ke dalam parit berkedalaman sekitar tiga meter. Peristiwa pada Senin, 2 Maret 2015 sekitar pukul 13.00 WIB itu menewaskan enam siswa SD. Belasan siswa lainnya menderita luka-luka.

Sang sopir, Dani Saputra yang berusia sekitar 34 tahun diduga memacu truk dengan kecepatan tinggi sehingga tidak terkendali. Truk itu sedang menuju perumahan perkebunan kelapa sawit PT Perdana Inti Sawit Perkasa (PISP) II, Bonaidarussalam, Rokan Hulu, Riau. Namun, peristiwa tragis itu terjadi ketika truk memasuki areal Blok F-38, Afdeling IV, Desa Kasang Mungkal. Sang pengemudi yang luka ringan akhirnya diserahkan ke kepolisian setempat.

4). Senin, 17 Maret 2014

Kecelakaan truk yang mengangkut siswa sekolah terjadi di kawasan perkebunan kelapa sawit di Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Truk tersebut mengangkut rombongan murid Sekolah Dasar milik PT Perkebunan Torganda. Dari 35 siswa SD yang diangkut tersebut seanyak tujuh siswa meninggal dunia dan lainnya menderita luka-luka.

Kecelakaan tunggal itu terjadi Senin siang ketika truk colt diesel milik PT Perkebunan Torganda hendak mengantar para siswa pulang ke rumah. Dalam perjalanan truk mengalami rem blong dan masuk ke parit sedalam sekitar 4 meter yang berisi air.

Truk untuk mengangkut anak sekolah ini telah dimodifikai sehingga memiliki atap. Sedangkan sang pengemudi truk melarikan diri.

5). Jumat, 7 Feruari 2014

Tahun 2014 kecelakaan truk yang mengangkut rombongan pelajar juga terjadi di Pandeglang, Banten. Saat itu, rombongan pramuka yang berasal dari pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pandeglang naik truk. Dalam perjalanan truk mengalami kecelakaan di Desa Bangangah, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Rombongan siswa SMKN 1 Pandeglang ini dalam rangka untuk melakukan pelantikan pramuka di kawasan Carita, Banten. Naas, niat itu belum kesampaian. Ketika truk melintas di turunan tajam, mobil senggolan dan tidak terkendali. Rem truk itu juga diduga blong. Di sisi lain, kondisi ban mobil truk juga disinyalir dalam keadaan kurang bagus/gundul.

Kecelakaan ini merenggut enam korban jiwa termasuk tiga siswa, guru, serta kernet dan sopir truk. Lebih dari dua puluh pelajar mengalami cedera akibat kecelakaan ini. Sejumlah orang tua korban mengaku kecewa anak mereka diangkut pakai truk mengingat telah membayar iuran Rp 70 ribu.

Truk yang terlibat dalam kecelakaan-kecelakaan tersebut tidak semata sebagai alat angkutan utama. Di dalam kasus kecelakaan truk di kawasan perkebunan sawit di Sumatera, truk terlihat sebagai alat kendaraan utama. Namun, di dalam kasus di Sukabumi dan Pandeglang, truk menjadi alternatif. Artinya, truk sebagai pilihan diantara jenis angkutan lainnya.

Apa pun itu kita patut berduka atas meninggalnya anak bangsa lantaran kecelakaan. Peran pemerintah dalam mengatur sistem transportasi jelas amat dibutuhkan. Negara wajib melindungi warga negara dari ancaman kecelakaan di jalan raya. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: