Lanjut ke konten

Catatan dari Kecelakaan Peselancar di Jalan Raya

27 Mei 2015

pantai ug tino

KABAR duka menimpa dunia olah raga selancar Indonesia. Seorang atlet muda berbakat meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Kantor berita Antara menyebutkan, atlet seluncur ombak (surfing) Rega Ariansyah yang berusia 15 tahun meninggal dunia di kawasan Jalan Raya Cisolok, Sukabumi seusai berlatih surfing di wilayah Cimaja. Indonesia pun berduka.

Saat kejadian, Rega dibonceng oleh temannya, Alman yang berusia 12 tahun mengendarai sepeda motor skutik, Honda Beat. Sepeda motor itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Tiba-tiba datang dari arah berlawanan di lajur kanan sebuah mobil Toyota Avanza dan menabrak keduanya. Alman cedera dan Rega meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi di ruas Jalan Palabuhanratu-Cisolok pada Jumat, 22 Mei 2015 sekitar pukul 16.00 Wib. Pengemudi mobil yang menabrak korban pun sudah diperiksa oleh kepolisian setempat.

Sekitar satu tahun lalu, kecelakaan serupa pernah terjadi di kawasan yang hampir sama. Petaka jalan raya itu juga menimpa peselancar, Jake Drage. Bedanya, sang peselancar adalah pemuda asal Australia.

Kecelakaan yang dialami pria berprofesi sebagai instruktur senam ini tergolong memilukan. Pagi, 30 Juni 2014 saat kejadian dia mengendarai sepeda motor skutik untuk menuju pantai di kawasan Bayah. Dia membawa serta papan seluncur di bagian kiri skutiknya.

Saat melintas di Jl Raya Cisolok, desa Cikahuripan, Sukabumi dia hendak mendahului sebuah truk. Si kuda besi melambung ke sisi kanan truk dan melibas marka jalan menyambung. Namun, pada dari arah berlawanan muncul skutik lain yang ditunggangi dua orang perempuan. Setang sepeda motor bagian kanan Jake Drage menyenggol setang skutik tersebut. Dampaknya bisa ditebak. Brakkk!!!

Skutik yang disenggol Jake Drage terjatuh dan penumpangnya terpental. Ironis satu dari dua penunggangnya meninggal dunia. Penegak hukum pun menjadikan Jake Drage sebagai tersangka.

Pria berusia 24 tahun itu pun harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi. Walau, akhirnya menghirup udara bebas pada Senin, 13 April 2015.

Jake Drage dikenai pasal 310 ayat (4) UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal ini menyebutkan bahwa pengemudi yang lalai kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia bakal diganjar penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.
Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak menuntut satu tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp 5 juta. Tuntutan JPU tidak sepenuhnya dikabulkan oleh Majelis Hakim karena setelah melewati sejumlah persidangan, akhirnya pada 16 Oktober 2014 Majelis Hakim lewat keputusan Nomor : 267/Pid.Sus/2014/PN.Cbd., memvonis Jake dengan hukuman sembilan bulan penjara dan denda Rp 1 juta.

Catatan Penting

Setidaknya dua hal penting yang bisa menjadi catatan sekaligus pembelajaran bagi kita semua. Banyak diantara kita yang tentu tidak ingin terlibat dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Kita semua tahu kecelakaan berdampak luas dan menyakitkan.

Catatan pertama adalah soal keseimbangan saat berkendara. Dalam kasus Alman, anak berusia 12 tahun itu diberitakan kehilangan keseimbangan sehingga dia dan Rega terjatuh. Hal ini memperlihatkan satu fakta lagi bahwa bersepeda motor itu butuh keseimbangan. Kendaraan roda dua amat ringkih untuk terjebak dalam kecelakaan karena sifat alamiahnya itu. Berbeda dengan kendaraan beroda empat atau lebih yang cenderung untuk lebih mudah seimbang dibandingkan yang beroda dua.

Di sisi lain, bila melihat usianya, sang pengendara itu belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).
Catatan kedua, dalam kasus peselancar Jake Drage, upaya mendahului kendaraan di jalan raya butuh kepastian yang kuat. Artinya, saat mendahului butuh apa yang kerap disebut dengan “SEE”. Akronim itu singkatan dari See, Evaluate, dan Execution. Langkah itu bermakna , melihat situasi, mengevaluasi, dan barulah mengeksekusi, baik itu akhirnya mendahului atau menundanya.

Jangan lupa bahwa mendahului juga mesti mempertimbangkan aspek kondisi jalan raya sekitar. Misal, jalan yang rusak dan bergelombang bakal merepotkan pesepeda motor saat hendak mendahului. Sebaiknya dihindari upaya mendahului di situasi jalan seperti itu.

Indonesia sudah banyak kehilangan anak negeri akibat kecelakaan lalu lintas jalan raya. Sepatutnya kita kian waspada ketika berkendarar. Sedikitnya 320 ribu jiwa melayang dalam 20 tahun terakhir. Belum lagi, tak kurang dari setengah juta orang yang menderita luka-luka akibat kecelakaan di jalan raya. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: