Skip to content

Berharap Jalan Raya Indonesia yang Humanis

25 Mei 2015

lalin jakarta padat_1

SUASANA yang teduh dengan kesantunan orang timur bukan suatu impian. Indonesia pernah membuktikan bahwa sifat toleran dan menghargai sesama anak zaman menjadi fondasi kokoh peradaban. Bumi Nusantara punya kejayaan yang diukir oleh Majapahit dan Sriwijaya.

Seiring perjalanan waktu, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pertumbuhan ekonomi, wajah Nusantara juga ikut berubah. Kini, dalam abad modern, kota-kota disesaki dengan populasi yang menuntut banyak kebutuhan. Penduduk tak semata menuntut persoalan makan dan minum, tapi mereka juga butuh mobilitas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Memasuki tahun 2015, bertambah banyak kota-kota yang populasi penduduknya kalah oleh populasi kendaraan bermotor. Jakarta menjadi salah satunya. Kota berpenduduk sekitar 9,5 juta jiwa ini berhimitan dengan populasi kendaraan bermotor yang sedikitnya mencapai 12 juta unit. Tak heran bila kemudian jalanan kota penuh sesak dengan mobil dan sepeda motor. Polusi udara pun bertebaran.

Karut marut lalu lintas jalan yang disesaki kendaraan bermotor tak melulu menunjukan ekonomi kota yang sedang bertumbuh. Orang-orang bergerak dengan cepat. Mereka berlomba-lomba untuk mencapai tujuan dengan cepat. Ketika akhirnya tersendat, bahkan menumpuk dalam kemacetan lalu lintas jalan, mereka mencari jalan keluar. Serobot sana, serobot sini. Kota yang sakit melahirkan masyarakat yang sakit.

Di balik hiruk pikuk tersebut tersimpan sejumlah persoalan yang membuat kota meradang. Kemacetan lalu lintas jalan dan petaka jalan raya bernama kecelakaan, menjadi tontonan sehari-hari. Orang-orang bertumbangan. Keluarga-keluarga meratap sedih. Masa depan anak negeri pun dibayangi kehilangan generasi produktif. Maklum, mayoritas korban kecelakaan adalah kalangan usia muda. Sepanjang dua puluh tahun terakhir, sedikitnya 320 jiwa melayang sia-sia lantaran kecelakaan di jalan. Belum lagi tak kurang dari setengah juta orang menderita luka-luka hingga mengalami cacat tetap.

Sekumpulan anak-anak muda yang berhimpun dalam komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) mencoba mengingatkan kita semua tentang semua itu. Komunitas pengguna akun twitter ini menyadari bahaya laten bernama kecelakaan lalu lintas jalan. Cara mereka mengingatkan publik dituangkan dalam poster digital yang disebarkan lewat media sosial, terutama di akun twitter. Poster diluncurkan setiap dua minggu sekali bersamaan dengan jadwal kopi darat (kopdar) komunitas tersebut.

poster ke 37 berbagi jalan

Salah satu poster digital beraroma ajakan keselamatan jalan itu dilabel dengan ‘Berbagi Ruas Jalan’ yang dilengkapi seruan ‘Wujudkan Jalan yang Humanis’. Ajakan itu diluncurkan pada Jumat, 22 Mei 2015 malam. Poster digital ke-37 milik Kopcau ini menggambarkan bagaimana lalu lintas jalan yang humanis. Suatu kondisi yang para pengguna jalannya sudi toleran untuk berbagi ruas jalan. Setiap pengguna jalan ada porsinya. Setiap aturan adalah panduan untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan. “Kita pingin jalan raya menjadi lebih teratur dan humanis sehingga fatalitas kecelakaan menjadi minim,” kata Iful, ketua Kopcau, saat kopdar, Jumat malam itu.

Kopcau didirikan di Jakarta pada 23 Desember 2012. Komunitas ini awalnya beranggotakan para admin twitter dari komunitas atau klub sepeda motor. Seiring perjalanan waktu, banyak yang berminat bergabung walau bukan admin twitter, namun memiliki semangat yang sama, yakni peduli pada keselamatan jalan. Hingga Mei 2015, komunitas ini memiliki 20-an anggota dengan latar belakang profesi beragam. Mereka tersebar di berbagai kota seperti Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Cipanas, dan Bandung.

Dalam kopdar yang digelar dua minggu sekali pada Jumat malam, Kopdar Pengicau menelorkan satu poster digital yang berisi pesan kampanye keselamatan jalan. Poster digital itu disebar lewat @kopdarpengicau dan akun para anggotanya. Selain itu, disebar juga lewat media sosial lainnya seperti facebook atau path. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 5 Juni 2015 13:34

    Semoga indonesia ga jakarta doang 😀 menjadi negara yang go green lah 🙂 bebas dari polusi ga jelas 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: