Skip to content

Niat Mau Touring Malah Kena Tilang

23 Mei 2015

pemandangan gunung jabar

SAAT ini salah satu agenda favorit kelompok pesepeda motor adalah menggelar perjalanan wisata alias touring. Kelompok pengguna sepeda motor biasanya memilih perjalanan keluar kota yang memiliki pemandangan indah. Biasanya, perjalanan sudah direncanakan jauh-jauh hari agar anggota kelompok bisa mengatur waktu sebaik mungkin.

Begitu juga dengan Samin, kita sebut saja begitu. Remaja ini punya hasrat menjelajah kota di Jawa Barat sebagai relaksasi dari penatnya kehidupan kota Jakarta. Bersama sejumlah temannya, Samin berencana touring Jakarta-Cianjur-Jakarta. Pilihan jatuh pada akhir pekan.

Pagi hari ketika matahari mulai muncul malu-malu, kelompok remaja ini berangkat beriringan. Sepeda motor mereka pun meninggalkan hiruk pikuk Jakarta. Rute yang dipilih melintasi kota Bogor, Puncak, lalu selanjutnya ke kota Tauco, Cianjur.

Kepadatan arus kendaraan bermotor di kawasan Puncak membuat perjalanan sedikit tersendat. Kepenatan sepanjang dari Jakarta terlunasi oleh indahnya pemandangan di kawasan wisata tersebut. Udaranya yang segar membuat para remaja itu terus bersemangat menempuh perjalanan.

Tak ada aral merintang. Perjalanan lima sepeda motor yang ditunggangi para remaja berusia 17-20 tahun ini pun melenggang melahap aspal kawasan wisata Puncak. Hingga akhirnya di salah satu ruas jalan di kawasan Cianjur rombongan lima sepeda motor ini dihentikan oleh petugas yang sedang menjalani operasi rutin pemeriksaan kendaraan. “Petugas minta surat-surat. Tapi, karena SIM gue belum jadi, oleh petugas gue mau ditilang,” kata Samin yang kini berusia 18 tahun.

Jadilah tawar menawar. Samin merasa keberatan jika ditilang dan mengikuti persidangan di kota Cianjur. Dia kebayang bagaimana ribetnya mengatur waktu dari Jakarta untuk mengikuti sidang di Cianjur. “Petugasnya akhirnya mau damai, duit gue yang cuma selembar Rp 100 ribu gue serahin ke petugas,” ujar Samin dengan suara parau.

Habis sudah duit di dompet Samin. Perjalanan touring pun menjadi kurang semarak tanpa perbekalan sepeser pun di dompetnya. Touring yang diagendakan menginap satu malam di Cianjur pun terasa kecut. “Terpaksa minjem duit teman buat beli makanan dan minuman. Untung nginepnya di rumah saudaranya teman gue di Cianjur, jadi nggak perlu duit banyak,” kata remaja kelas tiga SMU itu.

“Kapok nggak touring?” tanya saya.

“Nggak. Tapi, kapok touring kalau nggak punya SIM,” selorohnya. (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 23 Mei 2015 05:01

    Perjalanan jarak jauh harus siap surat-surat. Kalau perjalanan dinas luar kota terpaksa naik motor (misal: Jakarta – Bandung/Bogor – Bandung) sebaiknya bawa surat dinas/surat perjalanan dari kantor.

  2. irwan permalink
    23 Mei 2015 16:19

    Dah tau blom punya sim koq ya brani jalan jauh

  3. 8 Juni 2015 13:11

    Hahaha makanya lain kali lebih teliti lagi sebelum berpergian , sukses terus bro touringnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: