Skip to content

Waspadai Lima Hal Ini Saat Berkendara

21 Mei 2015

tikungan tajam

TAK jarang kita menjumpai hal konyol di jalan raya. Ada saja ulah pengguna jalan yang bikin dongkol. Situasi yang seperti itu lama kelamaan bukan mustahil merusak konsentrasi seorang pengendara di jalan raya.

Tahukah Anda ada banyak hal yang tak semata bikin kesal, tapi justeru bisa bikin pengendara terjungkal?

Berikut ini lima hal yang patut diwaspadai saat berkendara di jalan raya.

Pertama, berkendara tidak tertib alias ugal-ugalan. Perilaku berkendara yang seperti ini merupakan hal yang paling atas mesti diwaspadai para pengendara. Pengguna jalan yang masuk kategori ini adalah mereka yang melanggar aturan di jalan, misal melawan arus atau menerobos lampu merah.

Faktanya, pada 2013, setiap hari perilaku ugal-ugalan rata-rata memicu 114 kecelakaan lalu lintas jalan. Inilah aspek di faktor manusia yang sangat perlu diwaspadai. Gaya berkendara seperti ini bukan saja akan merugikan sang pelaku, tapi amat mungkin merugikan orang lain. Oh ya, perilaku ugal-ugalan menjadi penyumbang terbesar dalam memicu kecelakaan. Tahun 2013, sumbangan aspek ini mencapai sekitar 42% dari total faktor maupun aspek yang memicu kecelakaan di jalan.

Kedua, lengah saat berkendara. Jangan main-main dengan soal yang satu ini. Lengah pada saat berkendara menjadi pemicu kedua terbesar terhadap kecelakaan di Indonesia. Aspek ini menempati posisi kedua terbesar dengan sumbangan sekitar 29% terhadap total kecelakaan. Setiap hari rata-rata terjadi 81 kasus kecelakaan akibat pengemudi yang lengah.

Barangkali kita mesti mencamkan secara sungguh-sungguh bahwa jangan bercanda dengan maut. Secara umum tak sedikit yang bisa bikin seseorang lengah dalam berkendara. Bila dikelompokan secara besar, hal yang bikin lengah bisa dari dalam diri sendiri atau dari luar diri sang pengemudi.

Kata kunci untuk yang satu ini adalah konsentrasi. Fokus dan waspada menjadi akar untuk menghasilkan konsentrasi yang prima. Tak heran jika para pegiat keselamatan jalan pun menyimpulkan bahwa konsentrasi adalah harga mati. Mutlak.

Ketiga, melampaui batas kecepatan yang ditentukan. Sekitar 13% kecelakaan di Indonesia dipicu oleh pengemudi yang melaju dengan kecepatan tinggi alias ngebut. Setiap hari, sedikitnya terjadi 36 kasus kecelakaan akibat ngebut di jalan raya.

Lantas, berapa sih batas kecepatan maksimal menurut perundangan yang berlaku saat ini?

Ini dia, Peraturan Pemerintah (PP) No 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur tentang batas kecepatan maksimal dan minimal. Untuk di jalan bebas hambatan (tol) batas kecepatan paling rendah 60 kilometer per jam (kpj), sedangkan batas paling tinggi 100 kpj. Lalu, untuk jalan antarkota batas kecepatan paling tingginya adalah 80 kpj. Kemudian, untuk di kawasan perkotaan kecepatan maksimal 50 kpj. Sedangkan di kawasan permukiman, kecepatan paling tinggi adalah 30 kpj.

Keempat, tikungan tajam. Kondisi jalan yang seperti ini mutlak untuk diwaspadai secara khusus. Maklum, inilah aspek jalan yang paling banyak memicu kecelakaan di faktor jalan. Setiap hari sedikitnya empat kasus kecelakaan yang dipicu oleh tikungan tajam.

Benar bahwa bila pengemudinya berkendara dengan sesuai ketentuan yang ada, tikungan tajam bisa dijinakan. Misal, pengemudi jangan mendahului ketika melintas di tikungan tajam. Atau, jangan memaksakan diri memacu kecepatan diatas rata-rata ketika menikung.

Kelima, kondisi rem yang buruk. Banyak kasus kecelakaan yang memperlihatkan kepada kita bahwa urusan rem mengerem amat vital. Kondisi rem yang tidak prima menyebabkan apa yang secara umum disebut rem blong. Kalau sudah begini, kecelakaan lalu lintas sudah di depan mata.

Fakta memperlihatkan bahwa setiap hari setidaknya terjadi dua kasus kecelakaan akibat rem blong. Di dalam faktor kendaraan, aspek ini menjadi salah satu penyumbang kecelakaan yang terbesar.

Pengemudi dituntut untuk mengetahui secara pasti kondisi rem kendaraan yang dikemudikannya. Karena itu, mesti dibudayakan senantiasa memeriksa kondisi rem sesaat sebelum berkendara. Tentu saja, hal itu mesti dibarengi dengan menservis kendaraan secara berkala. Dan, hal yang tak kalah penting adalah menggunakan suku cadang yang mumpuni.

Oh ya, data-data terkait kecelakaan diatas merujuk pada Korlantas Mabes Polri. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: