Skip to content

Inilah Para Raja Ekspor Motor Indonesia

15 Mei 2015

r25-product-tumbnail_yamahacoid

PARA anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) semakin giat mengekspor sepeda motor ke sejumlah negara. Sepanjang Januari-April 2015 tercatat jumlah ekspor motor melonjak hingga 612% bila dibandingkan periode sama setahun sebelumnya menjadi sekitar 55 ribu motor.

Nah, sepanjang Januari-April 2015, Yamaha menjadi produsen yang paling getol mengekspor produknya.

Selama empat bulan 2015, Yamaha menyumbang sekitar 66% dari total ekspor sepeda motor Indonesia. Saat itu, para anggota Aisi mengekspor sekitar 55 ribu sepeda motor, sedangkan Yamaha menyumbang sekitar 36 ribu unit.

Data Aisi memperlihatkan bahwa sebesar 90,42% ekspor motor Yamaha adalah jenis motor sport. Sedangkan dua jenis lainnya, yakni skutik dan bebek masing-masing sekitar 8,16% dan 1.41%.

Terkait sepeda motor sport yang diekspor Yamaha tersebut, mayoritas adalah dari tipe R25, yakni hampir 23 ribu unit atau sekitar 69% dari total ekspor motor sport Yamaha. Sedangkan tipe kedua terbesar adalah R15 yaitu 29% dan New Vixion sekitar 2%.

Khusus untuk R25, bila dibandingkan antara yang diekspor dan dipasarkan di dalam negeri perbandingannya cukup signifikan. Sepanjang empat bulan pertama 2015, Yamaha R25 yang dipasarkan di dalam negeri hanya sekitar 10% dari total produksi. Mayoritas, yakni sekitar 90% diperuntukan bagi pasar ekspor.

“Ekspor R25 kami dikirim ke seluruh dunia, sedangkan target total ekspor kami tahun ini berkisar 90 ribu hingga 100 ribu unit,” kata General Manager Marketing Communication, PR & Community Development PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur dalam pesan singkatnya kepada saya, di Jakarta, baru-baru ini.

Di posisi kedua sebagai raja ekspor motor adalah Suzuki, yakni sekitar 8,11% dari total ekspor Indonesia. Sepanjang Januari-April 2015, Suzuki mengekspor 7.800-an unit dengan jenis dominan adalah jenis skutik, yakni sekitar 98%. Selebihnya adalah jenis motor bebek.

Eksportir ketiga adalah TVS, yakni sekitar 9% dari total ekspor. Produsen yang satu ini lebih banyak mengekspor motor jenis bebek, yaitu sekitar 49% dari totalnya yang mencapai hampir lima ribu unit.

Sementara itu, di posisi keempat dan kelima masing-masing adalah Kawasaki (6,93%) dan Honda (3,78%).

Oh ya, jumlah sepeda motor yang diekspor para anggota Aisi bila dibandingkan dengan yang dipasarkan di dalam negeri memang masih belum sebanding. Sepanjang Januari-April 2015, bila ekspor jumlahnya sekitar 55 ribu unit, untuk di pasar domestik sekitar 2,1 juta unit. Bisa jadi hal itu terjadi karena masih legitnya pasar domestik. (edo rusyanto)

sumber foto: istimewa

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 15 Mei 2015 13:52

    Bagus sekali, karena di dalam negeri kendaraan semakin naik sedangkan pertumbuhan jalan tetap, makanya macet!
    Bagaimana solusi yang tepat untuk di dalam negeri ya?
    Thanks

  2. 20 Mei 2015 19:07

    YAMAHA SEMAKIN DI DEPAN SAJA YA PAK?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: