Skip to content

Pedagang Ini Jual HP Buat Bikin SIM

14 Mei 2015

sim keliling

BANYAK orang yang saya temui mengaku perlu memiliki surat izin mengemudi (SIM) ketika berkendara. Selain untuk memenuhi ketentuan yang berlaku saat ini, SIM juga membuktikan kompetensi sang pemegang. Bagaimana praktiknya di lapangan?

Bagi Rozi, kita sebut saja begitu, memiliki SIM adalah mutlak. Karena itu, dia sebisa mungkin membuat SIM sekalipun harus mencari jalan sekuat tenaga. Dia mengaku takut ditilang bila bersepeda motor di Jakarta tanpa memiliki SIM. “Makanya kemarin saya minta libur ke bos untuk memperpanjang SIM C saya di kampung,” tutur pria yang bekerja di kedai makan itu saat berbincang dengan saya di Jakarta, baru-baru ini.

Dia bercerita, awalnya dia mengikuti prosedur yang ada seperti pembelian formulir, tes kesehatan, dan tes tertulis. Namun, hasil tes tertulisnya tidak menggembirakan. “Dari 18 soal yang ada saya cuma benar 15 soal, ya sudah disuruh datang dua minggu lagi,” ujarnya.

Mengingat waktu yang terbatas dia mengaku meminta keringanan waktu agar bisa ikut tes keesokan harinya. Alih-alih dapat keringanan waktu, dia justeru ditawari jalan pintas. “Biayanya Rp 450 ribu. Wah saya bilang saya tidak punya uang segitu. Akhirnya saya pamit pulang dan berjanji datang besoknya,” kata pria yang sudah tinggal di Jakarta lebih dari 10 tahun ini.

Uang simpanannya tidak mencukupi. Uang yang ada hanya cukup untuk ongkos kembali ke Jakarta untuk mengadu nasib. Akhirnya, dia memilih jalan yang cukup sulit, yakni menjual hand phone atau telepon seluler yang dimilikinya. “Saya jual handphone seharga Rp 500 ribu, yang beli masih saudara juga,” katanya.

Berbekal uang penjualan hand phone itu keesokan harinya dia mendatangi kantor polisi. Prosedur pembuatan SIM pun dia lalui. Tes kesehatan, tes tertulis, hingga tes praktik. Semua berjalan lancar hingga akhirnya dia mengantongi SIM C, surat izin untuk berkendara sepeda motor.

“Akhirnya saya punya SIM C lagi, senang banget,” katanya diiringi senyum sumringah. Ok lah bang. (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 14 Mei 2015 08:29

    Wew… Jalan pintas…

  2. djoko s permalink
    14 Mei 2015 19:07

    Ya begitu klo ngurus SIM. Klo kita lewat jalan biasa dijamin gagal, aaya juga mengalaminya. Tapi klo lewat kalan tol pasti dijamin bebas hambatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: