Skip to content

Kisah Pilu Laskar Sepeda Jakarta

13 Mei 2015

20150512_212438_resized

SUASANA malam itu agak berbeda. Raut wajah para pedagang minuman keliling bersepeda kayuh tampak tidak seceria biasanya. Wajah mereka menebarkan kemurungan.

Beberapa diantara mereka tampak sibuk bertelepon dengan menggunakan bahasa daerah Madura. Sepintas terdengar seperti sedang saling menyampaikan pesan yang beraroma bukan kabar gembira. Benar saja.

“Saya mau pulang dulu pak,” sergah pria yang tampaknya dituakan diantara pedagang itu, Selasa, 12 Mei 2015 malam.

Saya yang tiba di pangkalan tempat mereka berjualan sekitar pukul 21.30 WIB dan sempat bertanya-tanya ada apa, akhirnya mendapat jawaban. “Kawan kami ada yang meninggal malam ini,” kata pria itu lagi.

Dia pun bercerita bahwa kawannya itu meninggal setelah mengalami kecelakaan lalu lintas jalan. Sepeda kayuh yang menjadi alat berdagang ditabrak pengendara mobil. Korban pun terpental dan menderita luka berat hingga akhirnya malam itu menghembuskan nafas terakhir. “Kejadiannya hari Minggu pagi waktu mau pulang setelah berjualan sepanjang malam,” ujar pria tadi.

Malam itu, “pangkalan” tempat kami biasa melepas penat setelah bekerja sambil menikmati segelas kopi hangat menjadi sepi. Para pedagang minuman bersepeda berduyun-duyun meninggalkan lokasi di salah satu sudut Jakarta. Lokasi tempat mereka berdagang persis disamping gedung tempat saya bekerja. Biasanya, di “pangkalan” itu cukup ramai dengan para pedagang bersepeda yang menjajakan minuman hangat dan dingin. Kehadiran mereka amat membantu kami yang sekadar melepas penat sebelum akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

Satu lagi fakta bahwa kecelakaan lalu lintas jalan mencerabut para korbannya. Pedagang minuman bersepeda kayuh itu bukan mustahil adalah andalan ekonomi keluarga. Beberapa orang yang saya kenal mengaku pendapatan mereka dipakai untuk membiayai hidup anggota keluarga mereka. Lewat pekerjaan halal itu serupiah demi serupiah dikumpulkan dari pembeli yang mereka temui di jalan. Umumnya mereka mangkal di sudut-sudut dekat gedung perkantoran di Jakarta. Atau, di area yang memang masih cukup ramai pada malam hari. Mereka laskar sepeda yang gigih menghadapi kerasnya hidup di Jakarta. Mereka berjuang menaklukan Jakarta dengan memikul segenap risiko, termasuk kecelakaan lalu lintas jalan.

Catatan Ditlantas Polda Metro Jaya memperihatkan bahwa kecelakaan sepeda kayuh menyumbang sekitar 1% dari total kecelakaan tahun 2014. Tahun itu, setiap lima hari terjadi satu kecelakaan yang melibatkan pesepeda kayuh.

Pesepeda kayuh dan pedestrian menjadi kelompok yang rentan menjadi korban kecelakaan di jalan. Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang bertajuk ‘Global Status Report on Road Safety 2013’ menyebutan, tiap hari, rata-rata 747 pejalan kaki tewas akibat kecelakaan di jalan. Sementara itu, di seluruh dunia, tiap hari, 169 pesepeda kayuh tewas akibat kecelakaan di jalan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: