Lanjut ke konten

Blind Spot Menjadi Perhatian Kopcau

10 Mei 2015

Poster 36 OK.3

PERNAH dengar tabrakan antara mobil yang hendak berbelok ke kiri dengan sepeda motor? Bila pernah, patut diduga sang pengendara mobil tidak melihat ada pergerakan sepeda motor. Kehadiran si kuda besi itu tidak diduga karena sebelumnya menempati area yang tak terlihat alias blind spot.

Nah, blind spot adalah sebutan untuk area yang tak terlihat saat kita sedang berkendara di jalan raya. Area blind spot tak tertangkap oleh kaca spion. Dia ada di sisi kanan dan kiri jalan, belakang, hingga depan kendaraan kita, terutama untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Para pengemudi kendaraan bermotor mesti mewaspadai area blind spot. Terlebih bagi para pesepeda motor, pengetahuan mengenai area blind spot perlu digandakan. Maklum, bentuk sepeda motor yang lebih kecil dibandingkan sedan, minibus, apalagi truk, rentan untuk tidak terlihat oleh pengemudi mobil. Para sopir truk menjadi kelompok yang paling kesulitan mengetahui keberadaan sepeda motor, terutama di area blind spot tadi.

Pemahaman yang baik terhadap area blind spot akan amat membantu pesepeda motor untuk memperkecil risiko terjebak insiden kecelakaan lalu lintas jalan. Salah satu faedah yang besar adalah ketika pesepeda motor hendak mendahului. Bila tahu titik area blind spot dengan baik, proses mendahului menjadi relatif lebih aman. Tentu saja mesti dilengkapi dengan pengetahuan cara mendahului yang aman dan selamat. Tahapan untuk mendahului juga harus dipenuhi, seperti melihat arah depan dan belakang. Selain itu, memberi isyarat klakson atau lampu untuk memberitahu pengemudi di depannya bahwa ada kendaraan yang akan mendahului.

Tabrak Samping

Hal lain adalah jangan nekat nyalip mobil di tikungan. Pasalnya itu tadi, ada area blind spot yang membuat pengendara mobil tidak melihat kehadiran sang pesepeda motor. Bisa repot urusannya. Bisa-bisa terjadi tabrak depan samping yang merepotkan.

Kita tahu bahwa tabrak depan samping merupakan jenis kecelakaan kedua terbesar di Indonesia. Data Korlantas Polri membeberkan, pada 2013, kontribusi jenis kecelakaan yang satu ini sebesar 22,30%.

Setiap hari terjadi sekitar 61 kasus kecelakaan tabrak depan samping.

Karena itu, bagi kita para pesepeda motor, jangan selalu beranggapan bahwa pengemudi lain, terutama mobil berukuran besar, bisa melihat kita. Sekalipun sudah menerapkan prinsip menyalakan lampu utama saat berkendara sepeda motor alias day running light (DRL) dengan motor bersistem automatic headlamp on (AHO), bukan mustahil ada area blind spot yang benar-benar mematikan. Misalnya, satu meter disamping kemudi truk atau satu meter di depan truk.

Melihat hal itu komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) mengajak para pengguna jalan, khususnya para pesepeda motor agar mewaspadai blind spot. Ajakan tersebut dituangkan Kopcau di dalam poster digital ke-36 yang diluncurkan pada Jumat, 8 Mei 2015 malam. Poster bertajuk ‘Waspada Area Tak Terlihat’ menjadi salah satu upaya komunitas ini mengajak pengguna jalan meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan.

Kopcau didirikan di Jakarta pada 23 Desember 2012. Komunitas ini beranggotakan para admin twitter dari komunitas atau klub sepeda motor. Selain itu, para pemilik akun twitter yang peduli pada keselamatan jalan. Dalam kopdar yang digelar dua minggu sekali pada Jumat malam, Kopdar Pengicau menelorkan satu poster digital yang berisi pesan kampanye keselamatan jalan. Poster digital itu disebar lewat @kopdarpengicau dan akun para anggotanya. Selain itu, disebar juga lewat media sosial lainnya seperti facebook atau path. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: