Skip to content

Suara Jujur Pesepeda Motor Jakarta

7 Mei 2015

ahj kopdargab edo 2015

PULUHAN anak-anak muda berkerumun. Mereka ada yang duduk bersimpuh di atas permukaan beton dan sebagian berdiri berpayung langit.

Dari kerumunan anak-anak muda yang dominan memakai baju warna hitam itu mencuat sepenggal dialog.

“Tahu arti lampu merah?”

“Tahuuuuu..”

“Pernah melanggar lampu merah?”

“Pernahhhhhh…”

Itulah cuplikan pernyataan jujur para pesepeda motor Jakarta yang saya ajak berbincang, Rabu, 6 Mei 2015 malam. Lokasi bincang-bincang terletak kawasan Patung Panahan di salah satu sudut Gelora Senayan, Jakarta Selatan. Bincang-bincang santai ini dibalut dalam Kopi Darat Gabungan (Kopdargab) Asosiasi Honda Jakarta (AHJ).

Kehadiran saya malam itu atas undangan pengurus AHJ. Mereka mengajak untuk bertukar pikiran dan pengalaman seputar keselamatan jalan (road safety). “Arah pembahasan mengenai safety di jalan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Buyung, ketua AHJ kepada saya.

Dalam rentang satu jam saya pilih waktu lebih banyak untuk berdiskusi. Untuk meletakkan dasar perbincangan saya sodorkan fakta data seputar pemicu utama kecelakaan, yakni mayoritas oleh aspek berkendara tidak tertib. Bahkan, saya ajak mereka merapatkan barisan untuk melawan satu musuh bersama di jalan raya,  yakni kecelakaan lalu lintas jalan.

Penggalan suara jujur di awal tulisan ini kemudian disambung dengan ungkapan lain untuk menjawab kenapa melanggar lampu merah. Pertanyaan kenapa melanggar lampu merah mendapat beragam jawaban. Ini jawaban utama yang saya catat.

1. Karena buru-buru.
2. Tidak ada petugas yang menjaga.
3. Suasana lampu merah sepi.
4. Ikut-ikutan.

Alasan-alasan itu merupakan yang paling mudah didengar ketika kita bertanya, kenapa melanggar aturan di jalan. Namun, saya coba menyodorkan sudut pandang lain bahwa ada hal lain yang esensial sebagai pendorong perilaku ugal-ugalan. Saya katakan bahwa pelanggaran dilakukan karena sang pelaku belum merasa dirugikan atas pelanggaran yang dia lakukan itu.

“Karena itu berkendara di jalan mesti punya mental baja,” seloroh Farhan, dari Honda Tiger Mailing List (HTML) Jakarta Selatan.

Dia mengaku, perilaku ugal-ugalan terjadi karena mental sang pengendara yang rapuh. Mereka tergoda melanggar dengan berlindung di balik alasan-alasan seperti di atas tadi.

Tapi, bagi Didin dari Honda Vario Club (HVC) Jakarta, kesemua itu terjadi karena tidak ada polisi lalu lintas (polantas) yang menjaga area terjadinya pelanggaran. “Bahkan, buat saya, kecelakaan terjadi karena tidak ada petugas. Karena itu, petugas harus menjaga di titik-titik yang rawan pelanggaran,” tuturnya.

Terkait mental pengguna jalan yang suka ugal-ugalan, beberapa peserta Kopdargab meminta saran bagaimana cara menyikapi pelanggaran yang ada.
“Apa yang bisa kita lakukan bila melihat pelanggaran di depan mata kita?” ujar Amin dari HVC Jakarta.

Untuk urusan yang satu ini yang bisa dilakukan sesama pengguna jalan adalah hanya dengan saling mengingatkan. Tentu harus menggunakan cara yang pas dan tidak menyinggung perasaan. Misalnya, cukup dengan memberi contoh ketika berhenti di belakang garis setop.

Tidak mudah memang untuk bisa saling mengingatkan, apalagi dengan memberi contoh untuk berdisiplin. Ada saja cercaan dari mereka yang menganggap tak perlu disiplin selama penegakan hukum belum tegas. Belum lagi bila memakai dalih dalam keadaan terburu-buru sehingga aturan yang ada pun dianggap remeh temeh. “Padahal, berkendara buru-buru bisa membuyarkan konsentrasi dan bisa menyebabkan kecelakaan,” ujar Oki dari HVC Jakarta.

Anggapan tak perlu disiplin saat berlalu lintas selama penegakan hukum masih loyo tak sepenuhnya keliru. Barangkali mereka yang beranggapan seperti itu ingin berkata, yuk pak petugas agar tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Bisa kan pak? (edo rusyanto)

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 7 Mei 2015 15:25

    sekali melanggar gak ketahuan / ketangkep biasanya akan di ulang2 kesalahan yang kedua dan seterusnya. namun apa daya

  2. 7 Mei 2015 15:36

    Joss, sangat mengena sekali om…

    https://komatkamitblog.wordpress.com/2015/05/07/belum-resmi-launchingyamaha-mt-25-sudah-di-pakai-freestyler/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: