Skip to content

Ketika Forwot Peduli Nasib Anak-anak

2 Mei 2015

forwot bagi helm 2015

KEKUATAN pers banyak mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Sejak zaman kolonial, kehadiran pers mengharu biru kehidupan anak bangsa yang ingin lepas dari belenggu penjajahan. Mereka tampil menggelorakan semangat hidup bebas, merdeka, dan mengusung jatidiri bangsa.

Kini, kehadiran insan pers juga punya andil yang tak kecil. Lewat fungsinya sebagai medium informasi, edukasi, dan rekreasi, karya jurnalistik bisa membawa konsumen informasi pada kehidupan yang lebih baik. Walau, bukan mustahil bisa terdirtorsi bila para pengola media massa tak cermat menyeleksi substansi informasi yang disajikannya.
Betul, pers punya peran kontrol sosial. Insan pers, khususnya para jurnalis, dituntut lebih peka terhadap kehidupan sosial yang ada di lingkungannya. Lewat kepekaan yang tinggi mereka mampu menjalankan peran kontrol sosial secara prima.

Di tengah kehidupan yang dinamis saat ini, salah satu masalah sosial yang menonjol adalah soal kecelakaan lalu lintas jalan. Bagaimana tidak, setiap hari 70-an jiwa tewas akibat sang jagal di jalan raya tersebut. Sepanjang 20 tahun terakhir, sedikitnya 300 ribu jiwa anak bangsa yang melayang sia-sia.
Para jurnalis wajib hadir sebagai kontrol sosial. Eloknya, kehadiran jurnalis tak semata dalam karya jurnalistiknya, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari sang jurnalis.

Dalam persoalan kecelakaan di jalan, perannya bisa mendorong para pemangku kepentingan (stake holder) untuk peduli nasib para pengguna jalan raya. Di sisi lain, mengajak para pengguna jalan untuk mampu memproteksi diri agar tak terjungkal oleh petaka jalan raya. Kehadiran jurnalis menjadi penting merajut semua itu menjadi satu kesatuan bahwa kita punya musuh bersama di jalan raya, yakni kecelakaan lalu lintas jalan.

Saat kalangan jurnalis yang terhimpun di dalam Forum Wartawan Otomotif (Forwot) menggelorakan budaya berlalu lintas jalan yang aman dan selamat, itulah wujud kehadiran jurnalis. Saya kenal sejumlah anggota Forwot yang peduli soal nasib pengguna jalan. Kegiatan yang mereka gulirkan pada Kamis, 30 April 2015 dengan membagikan helm untuk anak-anak, hanya merupakan satu mata rantai. Seingat saya Forwot juga pernah menggelar pelatihan bersepeda motor yang aman dan selamat.

Tentu Forwot tidak sendiri. Kelompok jurnalis ini menggandeng para pemangku kepentingan. Dalam kegiatan Kamis lalu mereka menggandeng PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM Group) dan Yayasan MPM serta pihak Kepolisian RI.
Ketua Forwot Indra Prabowo, dalam publikasinya, mengatakan, kerjasama dengan MPM merupakan upaya bersama. Khususnya, kata dia, untuk mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, khususnya kepada pengguna sepeda motor.

forwot dan mpm 2015

Dia mengatakan, bertepatan dengan HUT ke-12 Forwot pada 30 April 2015, Forwot ingin berperan serta dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara. “Semoga kerjasama Forwot dan MPM Group dalam memberikan edukasi kepada masyarakat ini dapat mengurangi tingginya angka kecelakaan di Indonesia,” kata Indra.

Bagi MPM, kegiatan kali ini adalah komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi kepada masyarakat. Melalui pembagian helm dan masker secara gratis kepada pengendara motor, MPM berharap masyarakat semakin peduli dan sadar tentang pentingnya tertib berlalu lintas bagi keamanan dan keselamatan di jalan raya. “Kegiatan MPM Mengabdi merupakan perwujudan visi kami bahwa keberadaan perusahaan harus dirasakan manfaatnya. Kami sangat gembira event ini mendapat sambutan positif dan dukungan dari teman-teman di Forwot,” kata Direktur MPM Agung Kusumo, di Jakarta, Kamis.

Sekadar menyegarkan ingatan kita setiap hari, rata-rata satu anak di bawah umur menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Polda Metro Jaya. Data tahun 2014 dari Ditlantas Polda Metro Jaya itu bisa jadi lebih kecil dari realitas yang ada. Maksudnya, amat mungkin masih ada jumlah korban yang tidak tercatat.

Korban kecelakaan dari kalangan usia 1-10 tahun ternyata kontribusinya meningkat pada 2014. Kontribusi anak-anak yang menjadi korban kecelakaan tercatat sekitar 4,21% pada 2014, sedangkan setahun sebelumnya tercatat 3,69%. Dari segi jumlah korbannya meningkat sekitar 1% menjadi 309 anak-anak.

Sedangkan jumlah anak di bawah umur yang menjadi pelaku kecelakaan melonjak 11,11%. Tahun 2014, setiap lima hari ada satu anak di bawah umur yang memicu kecelakaan lalu lintas jalan.
Masih nggak mau peduli kepada nasib anak-anak kita? (edo rusyanto)

foto-foto dari forwot

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: