Skip to content

Hal-hal Pantang Dilakukan Dalam Mendahului

27 April 2015

overtaking-methods-1

BANYAK kasus fatal lantaran mendahului. Sudah ribuan jiwa, bahkan lebih yang bertumbangan akibat kecelakaan lalu lintas jalan saat mendahului.
Tahukah kita ada area-area dan kondisi lalu lintas jalan yang pantang untuk mendahului?
Berikut ini adalah beberapa hal-hal yang pantang dilakukan saat hendak mendahului kendaraan yang ada di depan kita.

Mendahului pantang dilakukan dalam area-area sebagai berikut:

Pertama, dekat dengan tikungan. Risiko sangat tinggi jika mendahului di tikungan jalan, terutama risiko terjadinya tabrakan dengan kendaraan dari arah depan. Tikungan, terlebih tikungan tajam, merupakan salah satu lokasi kecelakaan yang sering terjadi di Indonesia. Pada 2013, tikungan tajam menjadi penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan yang dipicu oleh faktor jalan. Kontribusi tikungan tajam mencapai 17% dari sepuluh aspek yang ada di faktor jalan. Tahun itu, setiap hari rata-rata terjadi empat kasus kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Mendahului di tikungan tajam menjadi kian runyam saat situasi jalan juga ditambah dalam kondisi berlubang dan minim penerangan jalan.

Kedua, dekat dengan persimpangan. Hal itu untuk menghindari tabrak belakang yang terjadi lantaran kendaraan yang hendak didahului secara tiba-tiba berbelok ke simpangan tersebut.

Ketiga, di jembatan. Umumnya di jembatan ruang untuk mendahului amat tipis, karena itu oleh penanggung jawab kecelakaan di jembatan biasanya diberi marka jalan garis putih menyambung.

Keempat, di lereng curam. Kemiringan yang cuku curam tentu mempengaruhi pergerakan kendaraan yang sewaktu-waktu bisa lebih mudah tergelincir

Mendahului juga pantang dilakukan dalam kondisi arus lalu lintas sebagai berikut:

Pertama, tidak mendahului kendaraan di depan secara bersamaan atau lebih dari satu kendaraan. Cara mendahului seperti ini kian mempersempit ruang untuk mendahului dan memperlebar celah bertabrakan dengan kendaraan dari arah depan.

Kedua, jangan mendahului jika tiba-tiba kendaraan yang hendak didahului justeru menambah kecepatan.

Ketiga, jangan mendahului jika pandangan pengemudi yang hendak mendahului terhalang. Pandangan yang terhalang praktis mengurangi informasi yang dibutuhkan ketika hendak mendahului. (edo rusyanto)

Tulisan ini disadur dari materi ‘Ngantuk Berkendara = Maut’ besutan Komisaris Besar (Kombes) Polisi Chrysnanda Dwi Laksana,

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. septiayudhinugraha permalink
    27 April 2015 08:39

    Penting juga, gunakan tanda yang tepat dalam mendahului yaitu lampu sign yang sesuai dengan arah lewat mana mau mendahului.
    Bukan dengan lampu jauh yang dipanjer!!! lampu jauh boleh tapi di kelap-kelip sekali atau dua kali aja, jangan dipanjer!!!
    Klakson juga boleh tapi singkat saja, jangan dipanjer juga!!!

  2. 28 April 2015 08:49

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Trackbacks

  1. Pengadilan Militer Memvonis Tentara Pelaku Kecelakaan | Edo Rusyanto's Traffic
  2. Kisah Pesepeda Motor 75 Tahun Terserempet Truk | Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: