Skip to content

Mencuat, Ajakan Tidak Berkendara Saat Mabuk

25 April 2015

IMG-20150424-WA0011

BANYAK kasus yang memperlihatkan bagaimana bahayanya berkendara sambil mabuk. Entah itu mereka yang mengendarai sepeda motor atau mengendarai mobil. Kisah pilu sering bermunculan di seantero jagat.
Pengendara yang mabuk setelah meminum-minuman beralkohol mengundang sang jagal jalan raya kian mendekat. Berangkat dari sana, komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) mengajak para pengendara agar menghindari mabuk saat berkendara. Ajakan itu tertuang dalam poster digital ke-35 ala Kopcau yang diluncurkan pada Jumat, 24 April 2015 malam.

Peluncuran yang dilakukan di sela-sela kopi darat (kopdar) Kopcau itu bergulir seperti biasanya. Para anggota Kopcau yang berasal dari berbagai kalangan hadir menyemarakkan kopdar di kedai roti bakar di kalangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
“Wah poster digital kita di-retwit oleh akun twitter Korlantas Polri,” ujar Iful, ketua Kopcau malam itu.

Ya. Poster digital yang dibuat Kopcau disebarkan di berbagai jejaring sosial. Seperti lini masa twitter, path, instagram, hingga blog. Tentu saja lini masa menjadi jejaring utama yang dimanfaatkan Kopcau dalam menyebarluaskan ajakan agar berkendara yang aman dan selamat.

Bahaya Mabuk

Banyak diantara kita yang tahu bahwa mengemudi dalam kondisi mabuk lantaran menenggak minuman beralkohol berisiko tinggi. Petaka jalan raya akan mudah terjadi. Mengingat pada umumnya tingkat konsentrasi pengendara akan buyar saat alkohol menjalar di dalam tubuh.
Di Indonesia, pada 2013, setidaknya ada tiga kasus kecelakaan setiap hari yang dipicu oleh pengemudi yang terpengaruh oleh minuman beralkohol. Dari sembilan aspek di faktor manusia yang memicu kecelakaan, aspek mabuk menyumbang sekitar 1,3%.

Seabrek contoh kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh pengendara dalam kondisi mabuk. Silakan berselancar di dunia maya. Kita akan mendapati banyak kasus, mulai yang kategori ringan hingga kecelakaan yang membuat bulu kuduk berdiri.

Sekadar menyegarkan ingatan kita, lihat saja kasus kecelakaan Tugu Tani di Jakarta pada 22 Januari 2012. Sang pengemudi yang divonis 15 tahun penjara itu mengonsumsi minuman beralkohol sebelum kecelakaan terjadi. Emosi publik tercabik-cabik lantaran tragedi jalan raya itu merenggut sembilan korban jiwa dan tiga lainnya menderita luka berat. Para korban adalah pedestrian yang sedang melenggang di trotoar jalan.

Contoh lain adalah kasus kecelakaan metro mini yang merenggut 30-an korban jiwa di Jakarta pada 6 Maret 1994. Sang pengemudi divonis 15 tahun penjara.

Kejadian serupa ada di berbagai negara. Kasus demi kasus bermunculan di berbagai belahan dunia. Rasanya memang berkendara dalam kondisi mabuk membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebagian besar pengemudi dewasa berisiko lima kali lebih besar terlibat kecelakaan bila darahnya mengandung alkohol 0,1 g/dl. Menurut WHO, tingkat konsentrasi alcohol dalam darah (blood alcohol concentration/BAC) yang berisiko memicu kecelakaan berkisar 0,05-0,1 g/dl.

Bahkan, bagi pengemudi muda dan pemula, risikonya bisa lebih besar dibandingkan pengemudi yang berpengalaman. Perlu diwasapdai juga adalah bahwa efek dari gangguan alkohol kian membesar jika dikombinasikan dengan kelelahan saat mengemudi.

Sebanyak 89 negara yg mencakup 66% populasi dunia (4,55 miliar orang), sekarang memiliki aturan hukum mengemudi saat mabuk dengan batasan kandungan alcohol (BAC) 0,05 g/dl atau kurang. Di Indonesia, aturan terkait dengan minuman beralkohol masuk dalam pasal yang mewajibkan semua pengendara untuk berkonsentrasi saat mengemudi.

poster ke 35 mabuk
Lantas apakah tidak ada regulasi yang mengatur soal larangan mengemudi dalam keadaan mabuk di Indonesia?

Ternyata ada. Simak saja Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam pasal 106 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.
Penjelasan mengenai penuh konsentrasi di pasal itu merinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lazimnya sebuah aturan, seabrek sanksi sudah menanti. Coba saja lihat pasal 283, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Tapi tunggu dulu. Bagaimana jika ternyata saat mabuk lantas menimbulkan kecelakaan? Ternyata sanksinya lebih berat lagi.
UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ mencantumkan ancaman sanksi pidana penjara dan denda bagi para pelaku kecelakaan. Sang pelaku kecelakaan bisa diganjar sanksi karena kelalaian (pasal 310) atau kesengajaan (pasal 311). Bagi mereka yang divonis melakukan kelalaian, sanksi pidana penjara maksimalnya selama enam tahun atau sanksi denda yang maksimalnya Rp 12 juta. Sedangkan bagi mereka yang divonis melakukan kesengajaan bisa dikenai penjara maksimal 12 tahun atau denda maksimal Rp 24 juta. Sanksi juga diberikan bagi mereka yang melakukan tabrak lari.

Kopdar Pengicau didirikan di Jakarta pada 23 Desember 2012. Komunitas ini beranggotakan para admin twitter dari komunitas atau klub sepeda motor. Selain itu, para pemilik akun twitter yang peduli pada keselamatan jalan. Dalam kopdar yang digelar dua minggu sekali pada Jumat malam, Kopdar Pengicau menelorkan satu poster digital yang berisi pesan kampanye keselamatan jalan. Poster digital itu disebar lewat @kopdarpengicau dan akun para anggotanya. Selain itu, disebar juga lewat media sosial lainnya seperti facebook atau path. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: