Skip to content

Ketika Pengangkut Gabah Lengah

23 April 2015

mendahului-aman

MALANG tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih. Tak ada kekuatan manusia yang bisa membantah ketika kuasa Nya bertindak.

Hal pasti yang bisa dilakukan kita hanyalah terus melangkah. Ketika di jalan raya, terlebih saat berkendara, tak ada toleransi untuk perilaku lengah. Apalagi sampai gegabah. Ujungnya bisa bikin gerah, bahkan bisa berdarah-darah.

Sarno, kita sapa saja begitu, termasuk yang merasakan getirnya buah dari lengah saat berkendara. Bagaimana tidak, lantaran hal itu dia mesti meringkuk di balik jeruji penjara. Tentu saja dia kehilangan waktu, tenaga, hingga biaya. Uang yang semestinya bisa dipakai untuk kepentingan keluarga justeru dikeluarkan untuk berdamai dengan keluarga dari korban yang ditabraknya.

Ceritanya begini. Suatu pagi, mobil pengangkut gabah yang dikemudikan Sarno melenggang seperti biasa. Lalu lintas jalan ramai lancar. Pada suatu ruas jalan dia mencoba mendahului sepeda motor yang ada di sisi kiri jalan. Ironisnya, mobil bak terbuka pengangkut gabah itu menyenggol setang motor yang ditumpangi Wandi, kita panggil begitu saja.

Wandi yang mengemudikan sepeda motor tidak sendirian. Dia membawa Winda, bukan nama sesungguhnya. Lantaran serempetan dari mobil pengangkut gabah tadi Wandi menjadi oleng. Ironisnya, Winda terpelanting dan jatuh. Saat bersamaan, mobil Sarno melintas. Ban mobil mengenai tubuh Winda sehingga menimbulkan luka berat hingga akhirnya perempuan itu menghembuskan nafas yang terakhir.

Cerita berlanjut ke ranah meja hijau. Jaksa sempat menuntut Sarno penjara lima bulan. Namun, hakim akhirnya memutuskan vonis penjara empat bulan potong masa tahanan. Selama menjalani proses persidangan Sarno harus mendekam di balik jeruji besi.

Pantang Mendahului

Dalam kasus Sarno, hal penting yang bisa menjadi pembelajaran adalah perlunya kewasdaan saat mendahului. Urusan mendahului bukan persoalan mudah. Lengah sedikit saja urusannya bisa panjang.

Sekalipun mayoritas pengguna jalan tahu mengenai teori mendahului yang aman dan selamat, pada praktiknya bisa saja keliru. Ada aspek-aspek penting yang mesti diperhatikan ketika memutuskan untuk mendahului ketika di jalan raya. Misalnya, soal kondisi jalan dan cuaca.

Survey Road Safety Association (RSA) Indonesia pada 2014 menyebutkan, sebanyak 54,52% pengguna jalan menjawab dengan benar pertanyaan soal aturan mendahului. Lalu, sebanyak 44,70% menjawab keliru dan dan 0,78% tidak menjawab. Artinya, bisa disimpulkan bahwa mayoritas tahu bagaimana cara mendahului.

Saat mendahului, penting diperhatikan area dan kondisi arus lalu lintas jalan. Ada hal-hal yang pantang dilakukan dan mesti mendapat perhatian besar dari pengemudi yang ingin mendahului.

Mendahului pantang dilakukan dalam area-area sebagai berikut:

Pertama, dekat dengan tikungan. Risiko sangat tinggi jika mendahului di tikungan jalan, terutama risiko terjadinya tabrakan dengan kendaraan dari arah depan. Tikungan, terlebih tikungan tajam, merupakan salah satu lokasi kecelakaan yang sering terjadi di Indonesia. Pada 2013, tikungan tajam menjadi penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan yang dipicu oleh faktor jalan. Kontribusi tikungan tajam mencapai 17% dari sepuluh aspek yang ada di faktor jalan. Tahun itu, setiap hari rata-rata terjadi empat kasus kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Mendahului di tikungan tajam menjadi kian runyam saat situasi jalan juga ditambah dalam kondisi berlubang dan minim penerangan jalan.

Kedua, dekat dengan persimpangan. Hal itu untuk menghindari tabrak belakang yang terjadi lantaran kendaraan yang hendak didahului secara tiba-tiba berbelok ke simpangan tersebut.

Ketiga, di jembatan. Umumnya di jembatan ruang untuk mendahului amat tipis, karena itu oleh penanggung jawab kecelakaan di jembatan biasanya diberi marka jalan garis putih menyambung.

Keempat, di lereng curam. Kemiringan yang cuku curam tentu mempengaruhi pergerakan kendaraan yang sewaktu-waktu bisa lebih mudah tergelincir. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 25 April 2015 10:43

    pertamax…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: