Skip to content

Belajar dari Kasus Kecelakaan Pemuda Australia

22 April 2015

jake drage australia kecelakaan

PEMUDA peselancar asal Australia, Jake Drage tak pernah menduga dirinya bakal terlibat kecelakaan. Kali ini kecelakaan yang menimpa dirinya justeru terjadi di jalan raya. Lantaran kasus itu dia pun sempat merasakan tinggal di balik jeruji penjara. Dia pun gigih memperjuangkan haknya.

Jake Drage yang kini berusia 24 tahun mengalami kecelakaan pada 2014. Saat itu dirinya hendak berselancar di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam perjalanan menuju pantailah dia terlibat kecelakaan.

Saya termasuk orang yang yakin bahwa banyak diantara kita tak ingin terlibat kecelakaan. Apalagi, bila kecelakaan itu berujung ke pengadilan. Pengalaman Jake Drage bisa menjadi pembelajaran berharga bagi kita agar senantiasa ekstra waspada saat berkendara. Kewaspadaan dengan konsentrasi tinggi menjadi bagian dari ikhtiar yang amat berharga dalam meredam fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Pengalaman yang dilakoni Jake Drage tentu bukan persoalan ringan. Saya sulit membayangkan bagaimana berkecamuknya perasaan pemuda tersebut ketika hendak menikmati liburan justeru berhadapan dengan masalah hukum. Belum lagi perasaan keluarga tercinta. Tentu bukan persoalan ringan menjalani hidup di balik jeruji penjara yang jaraknya ribuan kilometer dari kampung halaman, Geraldton, Australia. Dalam kesendirian pria muda itu harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi. Walau, akhirnya menghirup udara bebas pada Senin, 13 April 2015. Sungguh suatu pengalaman hidup yang berat. Tak heran ketika kembali menghirup udara bebas dia mengeluarkan kalimat, “Alhamdulillah.”

Kecelakaan yang dialami pria berprofesi sebagai instruktur senam ini tergolong memilukan. Pagi, 30 Juni 2014 saat kejadian dia mengendarai sepeda motor skutik untuk menuju pantai di kawasan Bayah. Dia membawa serta papan seluncur di bagian kiri skutiknya.
Saat melintas di Jl Raya Cisolok, desa Cikahuripan, Sukabumi dia hendak mendahului sebuah truk. Si kuda besi melambung ke sisi kanan truk dan melibas marka jalan menyambung. Namun, pada dari arah berlawanan muncul skutik lain yang ditunggangi dua orang perempuan. Setang sepeda motor bagian kanan Jake Drage menyenggol setak skutik tersebut. Dampaknya bisa ditebak. Brakkk!!!

Skutik yang disenggol Jake Drage terjatuh dan penumpangnya terpental. Ironis satu dari dua penunggangnya meninggal dunia. Penegak hukum pun menjadikan Jake Drage sebagai tersangka.
Oh ya, dalam Peraturan Kapolri (Perkap) No 15 tahun 2013 tentang Tata Cara Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas diatur soal penyidikan kecelakaan yang melibatkan warga negara asing. Dalam pasal 41 Perkap itu disebutkan bahwa warga negara asing dibagi dua, yakni pertama warga negara asing yang memiliki kekebalan diplomatik. Dan, kedua, warga negara asing biasa.

Sementara itu, pada pasal 42 ayat (1) dijelaskan bahwa penyidikan kecelakaan lalu lintas terhadap warga negara asing yang memiliki kekebalan diplomatik urutannya adalah a. tindakan pertama di TKP: pertama, petugas melaksanakan tindakan pertama di TKP sesuai prosedur. Lalu, kedua, Petugas Polri mencatat identitas korban, saksi, tersangka, serta kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas. Dan, ketiga, segera diberitahukan ke kantor kedutaan atau perwakilan negara asing yang bersangkutan.

cara mendahului_motor
Sedangkan untuk b. tindakan lanjutan, pertama penyidik melakukan olah TKP dan melakukan tindakan pemeriksaan. Kedua, terhadap warga negara asing yang memiliki kekebalan diplomatik tanpa melakukan penahanan. Dan, ketiga, terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas digunakan oleh warga negara asing memiliki kekebalan diplomatik: a) tidak dilakukan penyitaan jika berstatus sebagai kendaraan dinas diplomatik; dan/atau b) dilakukan penyitaan, jika berstatus selain sebagai kendaraan dinas diplomatik.

Keempat, apabila hasil penyidikan menunjukkan cukup bukti unsur tindak pidana, penyidik mengirimkan surat pemberitahuan penjelasan hasil penyidikan kepada kedutaan yang bersangkutan melalui Kementerian Luar Negeri dan pemberitahuan ke Badan Intelijen Keamanan Polri.

Pasal 42 ayat (2) penyidikan kecelakaan lalu lintas terhadap warga negara asing biasa urutannya: a. tindakan pertama di TKP. b. Petugas Polri melaksanakan tindakan pertama di TKP sesuai prosedur. c. petugas Polri mencatat identitas korban, saksi, tersangka serta kendaraan yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas; dan d. segera diberitahukan ke kantor kedutaan atau perwakilan negara asing yang bersangkutan. Untuk tindakan lanjutan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penjara 9 Bulan

Jake Drage dikenai pasal 310 ayat (4) UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal ini menyebutkan bahwa pengemudi yang lalai kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia bakal diganjar penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak menuntut satu tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp 5 juta. Tuntutan JPU tidak sepenuhnya dikabulkan oleh Majelis Hakim karena setelah melewati sejumlah persidangan, akhirnya pada 16 Oktober 2014 Majelis Hakim lewat keputusan Nomor : 267/Pid.Sus/2014/PN.Cbd., memvonis Jake dengan hukuman sembilan bulan penjara dan denda Rp 1 juta.
Tak puas dengan putusan PN, JPU mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Bandung, Jawa Barat. Namun, Majelis Hakim PT Bandung pada Rabu,19 November 2014 mengeluarkan putusan menguatkan keputusan PN Cibadak.

Hingga akhirnya pada Senin, 13 April 2015 sekitar pukul 11.00 WIB Jake Drage dibebaskan dari Lapas Kelas III Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi. Laman inilah.com menyebutkan bahwa hal itu karena dua kali masa penahanan dalam upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung (MA) sudah habis. Narapidana perkara kecelakaan lalu lintas itu sudah menjalani 110 hari waktu tahanan dari MA. “Saya sekarang bebas. Saya ingin sekali pergi ke pantai dan berenang,” seperti dilansir inilah, Senin, 13 April 2015.

Sepekan kemudian, Jake Drage kembali ke kampung halamannya di Australia. “Aku kembali sekarang, saatnya untuk menikmati waktu bersama keluarga dan teman-teman dan melakukan semua hal yang baik dan aku rindu,” katanya, seperti dilansir laman www.abc.net.au, Selasa, 21 April 2015.

Dia mengaku akan datang lagi ke Indonesia setelah masa pelarangan dirinya habis. Jake Drage mengaku banyak pemandangan indah di Indonesia dan masih banyak orang baik di negeri ini. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 28 April 2015 08:52

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: