Skip to content

Nyerempet Motor, Sopir Angkot Dibui Satu Tahun

20 April 2015

angkot jakbar

BANYAK diantara kita barangkali tak pernah menduga bahwa kecelakaan di jalan bisa berdampak luas. Kecelakaan bisa berujung pada duka lara, bahkan berujung di balik penjara.

Salah satu diantara sekian banyak yang tak menduga seperti itu adalah sopir angkutan kota (angkot) yang satu ini.

Suatu malam dua tahun sebelum lahirnya Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) disahkan, sang sopir melaju diatas jalan raya seperti biasanya. Penumpang silih berganti naik dan turun. Setiap penumpang adalah rezeki. Bagi penumpang, setiap guliran ronda angkot adalah pemenuhan hak bermobilitas.

Ya. Angkot adalah moda transportasi andalan untuk memenuhi kebutuhan bermobilitas. Ada yang memanfaatkannya untuk transportasi ke sekolah, ke kampus, ke pasar, menuju kantor hingga sekadar beranjangsana. Penumpang membayar ongkos dan sang sopir mendapat rezeki dari sisa kewajiban menyetor ke juragan angkot.

Rutinitas yang dilakoni Sahrano, begitu saja kita sapa, tak berbeda dengan sopir-sopir angkot lainnya. Malam itu selepas Isya dia masih mengais rezeki menelusuri jalan-jalan kota, mencari penumpang. Namun, malam itu menjadi amat berbeda ketika tiba-tiba mobil yang dikemudikannya menyerempet sepeda motor. Dia tak melihat ada sepeda motor di sisi kiri angkotnya. Brakkkk!

Cerita pun menjadi panjang manakala sang pesepeda motor meninggal dunia. Kasus kecelakaan tadi masuk ke ranah pengadilan. Sahrano dituntut satu tahun dan delapan bulan penjara. Sidang demi sidang bergulir hingga akhirnya hakim memutuskan vonis satu tahun penjara. Hakim memerintahkan agar hukumannya dikurangi dengan masa tahanan selama mengikuti persidangan.

Oh ya, pengadilan memakai pasal 359 UU Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk menjerat Sahrano. Laman hukumonline menyebutkan, isi pasal 359 itu berbunyi “Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan matinya orang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun”. Ini berkaitan dengan Pasal 360 ayat (1) dan (2) dengan akibat yang berbeda. Ayat satu mengenai akibat luka berat, sedangkan ayat (2) akibatnya adalah luka sedemikian rupa. Nomenklatur putusan Mahkamah Agung menggunakan sebutan kealpaan mengakibatkan kematian/luka.

Apapun perundangan yang dipakai rasanya jadi tak adil yah kalau membandingkan dengan kasus kecelakaan lain yang lebih banyak merenggut korban, tapi hukumannya jauh lebih ringan. Tak perlu saya tuliskan disini banyak diantara kita yang tahu kasus yang dimaksud. Hanya lantaran memiliki kekuatan finansial bisa menyewa pengacara hebat dan membuat kesan manusiawi. Tak heran jika muncul plesetan KUHP adalah kasih uang habis perkara. Hukum memang kadang terasa tak adil.

Blind Spot

Blind spot adalah sebutan untuk area yang tak terlihat saat kita sedang berkendara di jalan raya. Area blind spot tak tertangkap oleh kaca spion. Dia ada di sisi kanan dan kiri jalan, belakang, hingga depan kendaraan kita, terutama untuk kendaraan roda empat atau lebih.
Para pengemudi kendaraan bermotor mesti mewaspadai area blind spot. Terlebih bagi para pesepeda motor, pengetahuan mengenai area blind spot perlu digandakan. Maklum, bentuk sepeda motor yang lebih kecil dibandingkan sedan, minibus, apalagi truk, rentan untuk tidak terlihat oleh pengemudi mobil. Para sopir truk menjadi kelompok yang paling kesulitan mengetahui keberadaan sepeda motor, terutama di area blind spot tadi.

blind spot mobil gak liat motor

Pemahaman yang baik terhadap area blind spot akan amat membantu pesepeda motor untuk memperkecil risiko terjebak insiden kecelakaan lalu lintas jalan. Salah satu faedah yang besar adalah ketika pesepeda motor hendak mendahului. Bila tahu titik area blind spot dengan baik, proses mendahului menjadi relatif lebih aman. Tentu saja mesti dilengkapi dengan pengetahuan cara mendahului yang aman dan selamat. Tahapan untuk mendahului juga harus dipenuhi, seperti melihat arah depan dan belakang. Selain itu, memberi isyarat klakson atau lampu untuk memberitahu pengemudi di depannya bahwa ada kendaraan yang akan mendahului.

Hal lain adalah jangan nekat nyalip mobil di tikungan. Nyalip pacar orang aja berisiko, apalagi nyalip mobil di tikungan. Pasalnya itu tadi, ada area blind spot yang membuat pengendara mobil tidak melihat kehadiran sang pesepeda motor. Bisa repot urusannya. Bisa-bisa terjadi tabrak depan samping yang merepotkan. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: