Skip to content

Nasibmu Pedestrian Jakarta Timur

19 April 2015

trotoar rusak di jaktim

PEMANDANGAN memprihatinkan tampak di salah satu sudut kota Jakarta Timur. Pedestrian melintas di atas trotoar yang belum diperbaiki. Trotoar yang sekaligus berfungsi menutup gorong-gorong masih dibiarkan menganga. Entah kenapa.

Seingat saya, kondisi trotoar di dekat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur itu sudah berbulan-bulan dibiarkan menganga. Saat saya melintas di kawasan tersebut pada pertengahan April 2015, kondisinya masih sama. Tak tampak para pekerja yang sedang memperbaiki trotoar.

Barangkali pemerintah daerah DKI Jakarta sedang menunda pekerjaan. Atau, sedang menyiapkan anggaran untuk pembangunan lebih lanjut. Barangkali.

Pastinya, pedestrian yang melintas harus ekstra hati-hati. Pilihannya dua. Pertama, melintas di sisi trotoar dengan penuh konsentrasi. Kedua, melintas di atas aspal jalan yang bukan tidak mungkin bersenggolan dengan kendaraan bermotor yang melintas di areal yang sama. Semoga saja tidak ada insiden.

Masih di kawasan yang sama saya menjumpai pemandangan yang tak kalah memprihatinkan. Kali ini soal zebra cross atau tempat pedestrian menyeberang. Entah dengan alasan apa, zebra cross tersebut ditutup oleh beton. Praktis, para pedestrian harus melipir jika hendak menyeberang jalan.

Ternyata, usut punya usut, beton yang menutup zebra cross tadi tujuannya untuk menghalangi pesepeda motor yang memutar balik. Di jalan itu para pesepeda motor, bahkan pemobil kerap memutar arah seenaknya. Sudah bisa ditebak dampaknya, menimbulkan kemacetan panjang.

Namun, itu tadi, penutupan zebra cross membuat pedestrian menjadi tidak nyaman dan aman saat menyeberang jalan. Dan, bukan mustahil memicu terjadinya insiden.

Nasib pejalan kaki atau pedestrian di Jakarta memang cukup dramatis. Banyak fasilitas bagi mereka, khususnya trotoar yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta kondisinya tidak layak untuk dilintasi pedestrian. Risikonya, sang pedestrian terancam oleh berbagai bahaya, termasuk diserempet atau ditabrak kendaraan bermotor.

“Saat ini hanya sekitar 1.000 kilometer trotoar yang laik dilintasi dari sekitar 7.000 kilometer jalan yang ada di Jakarta,” ujar Alfred Sitorus, ketua Koalisi Pejalan Kaki, saat berbincang dengan saya di Jakarta, Januari lalu.

Dia menambahkan, saat ini, di Jakarta dapat dengan mudah ditemui fasilitas jalan kaki yang membahayakan dan tidak layak. Kondisi yang masuk kategori tersebut antara lain adalah tidak adanya fasilitas penyeberangan jalan, trotoar yang berundak naik turun, berlobang, dan terhalang tiang/pot bunga/pos polisi. Selain itu, dijadikan lahan parkir, tempat berdagang, jalur terputus, dan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang bentuknya curam.

zebracross ditutup

Menurut dia, berjalan kaki adalah moda transportasi yang esensial dalam kota modern. Hal itu terutama terkait dengan peranannya dalam mengintegrasikan transportasi publik dalam sebuah konsep transport orientied development (TOD) sehingga memungkinkan seseorang mudah mengakses perpindahan antar satu angkutan publik yang satu dengan yang lain secara cepat.

Korban Kecelakaan

Nah, soal kecelakaan lalu lintas jalan, menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, pada 2014, setiap enam hari satu pejalan kaki tewas akibat petaka di jalan raya itu. Bila dibandingkan periode setahunnya memang cukup baik. Maklum, pada 2013, di Jakarta dan sekitarnya, setiap empat hari ada satu pedestrian yang tewas akibat kecelakaan.

Sekalipun demikian, masih menurut data Ditlantas Polda Metro Jaya, kontribusi pejalan kaki terhadap total korban meninggal dunia jumlahnya terus menyusut. Pada 2013, jumlah pedestrian yang meninggal dunia setara dengan 15,23% dari total korban tewas akibat kecelakaan. Sedangkan pada 2014, prosentasenya turun menjadi 10,22%.

Bisa jadi bermakna bahwa kesadaran para pejalan kaki untuk lebih aman dan selamat kian meningkat. Di sisi lain, bisa juga bermakna bahwa kesadaran pengguna kendaraan bermotor untuk menghargai pejalan kaki juga kian membaik. Semua memiliki kemungkinan-kemungkinan. Pastinya, semoga kita semua kian menyadari setiap hak dan kewajiban masing-masing saat di jalan raya. Semua ada porsinya.

Oh ya, pejalan kaki yang tewas akibat kecelakaan di seluruh Indonesia sedikitnya mencapai sebanyak 18 orang per hari. Sedangkan di seluruh dunia mencapai sekitar 747 pedestrian tewas per hari. (edo rusyanto)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: