Skip to content

Ketika Musim Pertalite Tiba

18 April 2015

bbm tanki pertamina1

KABAR penghapusan bahan bakar minyak (BBM) Premium (Research Octane Number/RON 88) kian santer. Bahan bakar bersubsidi tersebut bakal punya pengganti, yakni Pertalite (RON 90). Informasi yang beredar, penghapusan dimulai pada Mei 2015.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang bertutur bahwa Premium hanya akan dijual di SPBU yang berada di jalur angkutan umum dan pinggiran kota. Sedangkan RON 90 terpusat di kota-kota besar di Jawa, seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Oh ya, di jalan tol juga tidak ada lagi Premium.

Nah, cerita menjadi kian seru manakala menyinggung harga yang diterapkan untuk Pertalite. Pertamina selaku penyedia dan penyalur BBM tersebut mengaku bahwa harganya di bawah Pertamax dan diatas Premium. Artinya, bila harga Premium saat ini Rp 7.400 per liter dan Pertamax Rp 8.700 per liter, harga Pertalite bisa jadi di angka Rp 8.000-an per liter. Ini baru sekadar menduga-duga, pastinya kita lihat saja nanti.

Lantas, apa artinya bagi bisnis sepeda motor? Akankah kenaikkan harga yang diperkirakan mencapai 8% bakal menurunkan volume penjualan?

Jawabannya bisa ‘ya’, tapi bukan tidak mungkin juga ‘tidak’. Tapi, kalau melihat rekam jejak pada 2005, ketika harga BBM bersubsidi Premium melonjak 87%, yakni dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 per liter, imbasnya menurunkan penjualan sepeda motor pada 2006.

Oh ya, pada 2005, terjadi dua kali kenaikan harga Premium, yakni dari semula Rp 1.150 per liter menjadi Rp 2.400 per liter pada 1 Maret 2005. Lalu, pada 1 Oktober 2005 naik lagi menjadi Rp 4.500 per liter.

Nah, pada 2006, penjualan sepeda motor turun sekitar 12%, tapi setahun kemudian justeru naik 5%. Bahkan melejit hingga 39% pada 2008 menjadi sekitar 6 juta unit.

“Penurunan penjualan pada 2006 karena dipengaruhi oleh adanya kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) premium,” ujar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) saat itu.

Setelah melejit pada 2008, penjualan sepeda motor sempat meredup kembali pada 2009. Penjualan sepeda motor sempat terkoreksi sekitar 5%. Aisi menilai, koreksi itu sebagai imbas terjadinya krisis keuangan global. Di sisi lain, harga BBM Premium pada 2008 sempat membubung dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter pada 24 Mei 2008. Artinya, bila dibandingkan dengan harga sebelumnya, Premium melonjak 33%. Walau, 15 Desember 2008 harga Premium diturunkan 17% menjadi Rp 5.000 per liter. Namun, imbasnya tetap terasa seperti ditulis di atas.

Koreksian paling dalam terhadap penjualan motor di rentang lima tahun terakhir terjadi pada 2012, yaitu sekitar 11%. Bila pada 2011 menorehkan rekor sepanjang sejarah Indonesia, yakni sekitar 8 juta unit, pada 2012 melorot menjadi sekitar 7,1 juta unit. “Penurunan terjadi karena adanya kebijakan uang muka yang harus 20%,” kata Gunadi Sindhuwinata.

Setelah 2012, yakni setahun kemudian, penjualan sepeda motor kembali meningkat menjadi 7,7 juta unit. Bahkan, menjadi sekitar 7,9 juta unit pada 2014.

penjualan motor dan faktor ekonomi

Padahal, di sisi lain, harga BBM Premium pada 2013 melejit menjadi Rp 6.500 per liter dan mebubung lagi menjadi Rp 8.500 per liter pada 2014. Harga Premium kembali melorot lagi menjadi Rp 7.400 per liter pada 2015.

Bila melihat rekam jejak yang ada terkait harga BBM, kenaikan harga berkisar 5-10%, yakni bila Premium digantikan oleh Pertalite, rasanya tak terlalu menggoyahkan penjualan sepeda motor. Daya beli konsumen masih tergolong bisa mengimbangi. Kecuali, bila kenaikan harga BBM tadi dilengkapi dengan kenaikan suku bunga perbankan. Maklum, mayoritas pembelian sepeda motor di Indonesia memanfaatkan sistem kredit, yakni melalui lembaga multifinance. Bila bunga perbankan naik, mau tidak mau bunga kredit motor juga ikut terkerek. Kalau sudah begitu, bukan mustahil penjualan motor juga terkoreksi.

Akh, itu semua baru teori orang awam. Pastinya, para produsen dan pebisnis sepeda motor punya jurus masing-masing dalam meredam segala gejolak yang ada. Setidaknya, tidak sampai melumpuhkan bisnis mereka. Percaya nggak? (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. kasamago permalink
    21 April 2015 23:20

    ntah smpai kpn, roda2 menjadi moda transportasi terbaik saat ini…

  2. 28 April 2015 08:50

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  3. 4 Mei 2015 12:55

    kira2 harga pasarannya berapa ya

    http://n3342gi.blogspot.com/2015/05/cara-menjaga-helm-full-face-agar-tidak.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: