Lanjut ke konten

Buru-buru Menjemput Isteri, Malah Berujung Maut

16 April 2015

jalan ramai cerah

CUACA siang itu cukup cerah. Lalu lintas jalan sedikit ramai. Tak ada tanda-tanda istimewa dalam perjalanan hidup Rastiod, kita sebut saja begitu. Semua berjalan normal.

Siang itu dia memacu mobil agak tergesa. Kecepatan mobil berkisar 80-90 kilometer per jam (kpj). Niatnya, siang itu dia menjemput sang isteri tercinta yang baru saja usai berdagang. Kerap kali dia menjemput dalam waktu yang cukup mepet sehingga terburu-buru menjadi kebiasaan yang dianggapnya normal.

Situasi menjadi berubah ketika disebuah tikungan jalan yang disambung dengan jalan menanjak Rastiod lepas kendali. Mobilnya masuk ke jalur berlawanan. Naas, di sisi kanan jalan dari arah dirinya terdapat dua sepeda motor yang sudah amat mepet ke sisi jalan. Brakkk!!!

Sepasang suami isteri terpental akibat tabrakan itu. Posisi motor mereka berada di bagian depan, sedangkan pesepeda motor yang satunya mengalami cedera dengan sedikit kerusakan di bagian depan motornya. Nasib buruk menimpa pasangan suami isteri tadi. Sang suami mengalami luka berat, sang isteri akhirnya tak tertolong, menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit.

Hotel Prodeo

Kisah hidup Rastiod menjadi lebih pilu. Dia pun meringkuk di balik jeruji besi. Hari demi hari dalam menjalani persidangan pria muda yang berprofesi sebagai pengemudi itu harus berteman dengan dinginnya tembok penjara. Tak ada lagi kebebasan, tak ada lagi hari-hari ceria bersama anak dan isteri.

Beban berat kian menumpuk di depan mata manakala Jaksa Penuntut Umum membidiknya dengan lima tahun penjara dan denda Rp 2 juta. Tentu saja sebuah beban yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Mana ada orang yang mau menginap di hotel prodeo alias penjara hingga selama itu. Jangankan lima tahun, sehari saja bisa menjadi mimpi buruk bagi kehidupan anak manusia.

Setelah melewati persidangan yang melelahkan selama hampir delapan bulan, majelis hakim bercerita lain. Fakta-fakta di pengadilan membuat hakim memutuskan sanksi penjara empat tahun dan denda Rp 2 juta. Lebih ringan satu tahun dibandingkan dengan tuntutan jaksa.

Rastiod dituduh melanggar pasal 310, Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal itu menyatakan pengemudi yang lalai kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia bakal diganjar penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Dalam persidangan terungkap bahwa Rastiod tak sepeserpun memberikan uang santunan kepada korban dan keluarga korban. Bahkan, terungkap pula tak ada perdamaian atau pernyataan minta maaf kepada korban maupun keluarga keluarga korban.
Di sisi lain, terdapat bukti bahwa setelah kejadian, Rastiod melarikan diri.

Mutlak Konsentrasi

Peristiwa yang menimpa Rastiod menunjukan satu fakta lagi bahwa terburu-buru ketika berkendara bisa merusak konsentrasi. Umumnya, saat terburu-buru seseorang memacu kendaraan dalam kecepatan diatas rata-rata alias ngebut. Padahal, konsentrasi yang terganggu membuat seorang pengemudi kesulitan mengendalikan kendaraannya. Situasi menjadi lebih runyam bila kondisi rem dan ban kendaraan tidak dalam kondisi prima.

Saking pentingnya soal konsentrasi, UU No 22/2009 tentang LLAJ mengaturnya secara tegas. Pasal 106 UU tersebut menegaskan bahwa setiap pengemudi wajib berkonsentrasi ketika berkendara. Hal-hal yang dinilai merusak konsentrasi saat mengemudi antara lain adalah sakit, mengantuk, mabuk, menelepon, dan menonton televisi.

Para pelanggar aturan pasal yang satu ini juga tidak main-main. Ada sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan dan denda maksimal Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 16 April 2015 13:36

    yang jadi pertanyaan:
    kenapa menghilangkan nyawa orang hanya dihukum 4-5 tahun?
    apakah perlu di revisi hukumnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: