Skip to content

Scoopy Nyium Avanza

8 April 2015

tabrak belakang_karawang today

MIRIS. Bocah berseragam sekolah menengah atas (SMA) mencium bagian belakang mobil Avanza.

Insiden berawal ketika bocah yang menunggang sepeda motor skutik Scoopy baru saja berbelok. Posisi saya di urutan ketiga di belakang dia. Laju kendaraan berkisar 20-30 kilometer per jam (kpj). Cuaca mendung.

Saat bersamaan di sisi kiri jalan ada tukang ojek motor yang sedang bertanya kepada sopir angkot. Mobil angkot dan motor berhenti sejajar sehingga memakan ruas jalan. Sang bocah perhatiannya tersedot ulah tukang ojek tadi. Dia menoleh.

Tak butuh waktu lama, taksiran saya berkisar dua sampai tiga detik, insiden pun terjadi. Sesaat sebelum mencium mobil Avanza berwarna putih, penumpang Scoopy menepuk-nepuk bahu sang pengendara motor. Dia yang posisinya menghadap ke arah depan melihat ada mobil yang hendak berbelok ke kiri. Tapi, semua terlambat. Brakkk!

Posisi saya yang ada di belakang dapat melihat dengan jelas insiden itu. Tak ada yang menderita cedera serius. Sepintas saya lihat bagian belakang mobil Avanza mengalami guratan. Entah kerusakan lainnya. Saat itu, setelah sedikit melambat saya kembali melanjutkan perjalanan mengingat di belakang tampak sudah tercipta antrean.

Tabrak belakang sering terjadi karena kelengahan pengendara yang ada di bagian belakang obyek yang ditabrak. Dalam kasus Scoopy di atas, tampak dengan jelas bagaimana sang pengendara menoleh ke arah lain sebelum akhirnya terjadi insiden. Sang pengendara Scoopy sudah mencoba mengerem, tapi jarak sudah terlalu amat dekat. Fatalitas tereduksi karena memang laju kendaraan cukup lambat.

Pada kasus yang lain, tabrak belakang kerap terjadi karena jarak aman antara kendaraan diabaikan. Ketika hal itu digenapi dengan rendahnya konsentrasi pengendara, insiden akan dengan amat mudah dapat terjadi. Hal lain yang memungkinkan tabrak belakang adalah terjadinya pengereman mendadak. Praktis, kendaraan yang ada di belakang kendaraan yang mengerem mendadak kesulitan menghindar tabrakan.

Di wilayah Polda Metro Jaya yang mencakup Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek), tabrak depan-belakang menempati nomor wahid. Contohnya pada 2014. Saat itu, sumbangan tabrak depan-belakang menyumbang 21,64%. Angka itu di posisi teratas dari berbagai jenis kecelakaan lainnya.

Setiap hari ada empat kasus kecelakaan tabrak depan-belakang di Jakarta dan sekitarnya pada 2014. Bila dibandingkan dengan setahun sebelumnya turun tipis, yakni sekitar 3%.

Jenis kecelakaan terbesar kedua adalah tabrak depan-samping. Untuk jenis yang ini kontribusinya sekitar 19%. Setiap hari, rata-rata ada tiga kasus kecelakaan depan-samping.

Apa pun jenisnya, kecelakaan bisa merugikan banyak kalangan. Pastinya, kecelakaan menyakitkan bagi korban maupun sang pelaku. Khusus jenis tabrak depan-belakang, mengisyaratkan kita para pengemudi untuk benar-benar ekstra waspada saat berkendara. Jangan pertaruhkan keselamatan jiwa hanya untuk melakukan aktifitas yang justeru bisa berujung sia-sia.

Dalam kasus bocah penunggang Scoopy insiden tak menimbulkan kerusakan dan cedera serius. Pastinya, menimbulkan shock bagi sang penabrak. Ngomong-ngomong, saat kejadian sang bocah pengendara motor dan penumpangnya sama-sama tidak memakai helm. (edo rusyanto)

sumber foto dari sini

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: