Skip to content

Kok Imbauannya Gak Ada yah?

7 April 2015

baliho mr tanpa helm

SUASANA siang di perempatan Pancoran, Jakarta Selatan dipadati kendaraan bermotor. Maklum, inilah salah satu pintu masuk dan keluar para urban Kota Jakarta. Pertemuan antara Jl Raya Pasar Minggu, Jl Gatot Subroto, dan Jl Sahardjo. Tak heran jika beragam baliho dan reklame cukup ramai mejeng di kawasan ini.

Salah satu sudut Jl Gatot Subroto, yakni dari arah Pasar Minggu menuju Pancoran merupakan salah satu titik favorit memajang baliho. Pesan yang ingin disampaikan beragam. Ada berupa ajakan atau kampanye pesan keselamatan jalan dari pihak Kepolisian Polda Metro Jaya, hingga pengumuman dari kelompok masyarakat.

Pesan yang kerap nangkring di pojok jalan itu salah satunya adalah milik Majelis Rasulullah.Sejak 2011, saya pernah melihat baliho yang berisi undangan atau ajakan untuk mengikuti kegiatan majelis tersebut.

Hal yang menarik perhatian saya empat tahun lalu adalah sederet kalimat di baliho tersebut, yakni ”Acara untuk pria dan wanita, bagi pengendara motor dihimbau tertib dan memakai helm.” Kalimat yang sarat dengan pesan keselamatan jalan itu menggoda perhatian saya. Maklum, tak jarang kita mendapati bahwa ada peserta majelis yang bersepeda motor tanpa memakai helm pelindung kepala. Karena itu, pesan yang dicantumkan di dalam baliho menjadi oase menyegarkan. Sebuah ajakan mulia agar kita semua menghargai keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Saya kenal beberapa teman-teman di kelompok masyarakat itu yang cukup konsisten mengajak umat untuk berkendara yang aman dan selamat. Bahkan, saya bersama sejumlah teman-teman Road Safety Association (RSA) Indonesia sempat beberapa kali ikut kopi darat (kopdar) kelompok tersebut. Dari perjumpaan-perjumpaan tersebut tampak antusiasme teman-teman di Majelis yang ingin berbagi mengenai pentingnya keselamatan jalan sebagai sebuah ikhtiar. Bahkan, saya pernah menyaksikan di televisi, Habib pun menyuarakan pentingnya keselamatan jalan.

Tahun ini, persisnya pada Senin, 6 April 2015 siang saya menjumpai lagi sebuah baliho besar yang menorehkan informasi kegiatan Majelis Rasulullah. Namun, bedanya dalam baliho ini tidak ada kalimat imbauan atau ajakan untuk memakai helm pelindung kepala.

baliho-mr-helm-2

Barangkali, ini perkiraan saya, ada berbagai versi baliho yang dibuat oleh kelompok masyarakat ini. Namun, lagi-lagi ini opini saya, ada baiknya jika semua versi itu mencantumkan imbauan atau ajakan kepada umat untuk berikhtiar melindungi keselamatan diri saat bersepeda motor. Bila dicantumkan di dalam semua baliho juga mencerminkan konsistensi dari ajakan berkendara yang aman dan selamat.

Maklum, fakta menyebutkan bahwa sekitar 85% kematian pesepeda motor yang terlibat kecelakaan dipicu oleh luka di leher dan kepala. Di sisi lain, hal itu disebabkan oleh setidaknya tiga aspek, yaitu; tidak memakai helm, pemakaian helmnya keliru, dan kualitas helm yang tidak mumpuni.

Tak heran jika kemudian Negara memaksa para pengguna sepeda motor untuk memakai helm pelindung kepala saat bersepeda motor. Atuan yang dituangkan di dalam UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) itu mewajibkan pengendara maupun penumpangnya. Bahkan, diwajibkan memakai helm yang berkualitas Standard Nasional Indonesia (SNI).

Oh ya, sanksi bagi pelanggar aturan soal helm itu berupa denda maksimal Rp 250 ribu atau sanksi penjara maksimal satu bulan. Sanksi tinggal sanksi jika tidak diimbangi dengan kesadaran diri para pengguna jalan. Tentu saja, jika tidak dibarengi dengan konsistensi dalam penegakkan aturan yang sudah dibuat tersebut. (edo rusyanto)

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: