Skip to content

Berperahu di Sungai Kapuas

3 April 2015

perahu kapuas jembatan

KALIMANTAN memang terkenal dengan sungai-sungainya yang lebar dan panjang. Salah satunya adalah Sungai Kapuas, Kalimantan Barat (Kalbar).

Sungai menjadi denyut nadi masyarakat. Setidaknya saat ini menjadi sarana untuk transportasi dan pada daerah tertentu menjadi wahana wisata. Coba saja tengok seperti di Pontianak, ibukota Kalbar.

“Wisatawan bisa menyewa perahu untuk menikmati pemandangan di Sungai Kapuas. Naiknya bisa dari kawasan alun-alun Pontianak,” papar Firda, seorang mahasiswi yang menjadi pemandu saat berbincang dengan saya di Pontianak, beberapa waktu lalu.

Benar saja. Saat menjejakkan kaki di kawasan alun-alun itu terdapat sebuah dermaga tempat bersandarnya aneka perahu tradisional. Bahkan, di salah satu sudut dermaga dimanfaatkan oleh warga untuk memancing. “Lumayan pak ikannya, saya mancing bersama keluarga,” ujar seorang pria kepada saya.

Dia datang bersama dua anaknya. Mereka memancing di sisi dekat dermaga. Ikan hasil pancingannya disimpan agak jauh dari sisi dermaga. Tidak terlalu besar, tapi cukup menghibur bagi anak-anaknya yang masih berusia sekolah dasar itu.

Sewa Perahu

Nah, bagi wisatawan yang ingin naik perahu bisa memakai dua pola. Pertama, menyewa perahu. Tinggal pilih, di area tersebut terdapat belasan perahu. “Kalau tarif sewanya sekitar Rp 700 ribu untuk satu jam,” papar Rosina, seorang ibu yang mengelola perahu KM Selayar ketika berbincang dengan saya, Sabtu, 21 Maret 2015 pagi.

perahu pontianak

Untuk pola kedua, wisatawan bisa menikmati perahu dengan membayar tiket sebesar Rp 15 ribu per orang. Kapasitas perahu bisa mengangkut 60 orang.

Wisatawan bisa menikmati segarnya angin sungai dan pemandangan kehidupan masyarakat di kanan kiri sungai. Sungai Kapuas dengan airnya yang berwarna coklat memberi cerita tersendiri. Sesekali kita akan berpapasan dengan perahu yang mengangkut penumpang dan barang. Bahkan, ada tongkang besar yang mengangkut hasil tambang seperti pasir.

perahu pelampung

Rosina bercerita, wisatawan biasanya ramai pada hari Minggu dan Senin. Tentu saja, saat malam panjang, yakni malam minggu banyak wisatawan yang menikmati sungai pada malam hari. “Kalau sedang ramai penumpang saya bisa mendapat uang sekitar Rp 1,5 juta sehari,” papar seorang bapak pengelola perahu.

Dia menambahkan, untuk satu perahu modalnya sekitar Rp 150 juta. Sedangkan mesin yang dipakai menggerakkan perahu berasal dari mesin mobil panther berbahan bakar solar.

tugu khatulistiwa1

Setiap perahu menyediakan kursi-kursi dari plastik berwarna-warni untuk para penumpang duduk. Untuk menghibur wisatawan, para pengelola perahu menyediakan televisi layar datar dan alat pemutar musik plus speaker-nya. Lagu-lagu yang sedang hits dengan irama dangdut pun ramai mengalun menemani wisatawan yang berlibur.

Oh ya, di perahu juga tersedia aneka makanan dan minuman ringan. Mulai dari air minum dalam kemasan (AMDK), teh hangat, hingga kopi. Harga makanan dan minuman ringan itu cukup terjangkau. Misal, secanngkir kopi Rp 4.000, AMDK 600 ml Rp 5.000, dan pop mie instan Rp 4.500.

Tapi, ngomong-ngomong kok penumpangnya tidak diberi pelampung?

“Kami ada pelampung. Tapi disimpan, jumlahnya sekitar 30 pelampung,” ujar sang bapak tadi.

Saya sempat melihat, ada pelampung yang diselipkan di langit-langit perahu.

Belum cukup hanya menikmati pemandangan Sungai Kapuas? Perahu ini juga bisa diminta mengantar ke Monumen Tugu Khatulistiwa yang terkenal. Tugu yang didirikan pada 1928 itu menjadi titik nol sumbu khatulistiwa. Sebuah pemetaan bumi yang ditandai dengan iklim tropis. Ada musim kemarau dan musim hujan.
Tugu yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 40 menit dari Bandara Supadio, Pontianak itu, menjadi tujuan wisata pengetahuan yang memikat. Tahun 1990, Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Mau menjajal? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 6 September 2015 07:24

    Mahal juga ya sewa perahunya tapi kalo yg 15 ribu jd kyk share cosh jd murah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: