Skip to content

Iklan Motornya ‘Sangar’ Euy

28 Maret 2015

2015-03-27 20.47.08_resized

SEPEDA motor terus merangsek perkampungan dan perkotaan di Indonesia. Dimana-mana dengan mudah kita menjumpai si roda dua dengan beragam peruntukkan. Pastinya, si kuda besi untuk wira-wiri sang penunggang alias sebagai alat transportasi.

Saat beberapa waktu lalu berkunjung ke Kalimantan Barat (Kalbar), pemandangan orang menunggang kuda besi amat mudah dijumpai. Tidak hanya di Pontianak, ibukota Kalbar, tapi juga di sejumlah kota lain seperti Mempawah, Bengkayang, dan Singkawang.

Para penunggangnya beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, pedagang, petani, pegawai negeri sipil (PNS), hingga para aparat hukum. “Kini motor kian banyak pak, warga lebih suka naik motor,” ujar seorang mahasiswi saat berbincang dengan saya, di Pontianak, belum lama ini.

Sedangkan seorang pria pekerja swasta menambahkan, tingginya jumlah motor karena mudah dan murahnya uang muka kredit motor. Dia bercerita, cukup dengan membayar uang muka Rp 500 ribu, konsumen sudah bisa membawa pulang motor. Tak heran jika populasi motor di Pontianak hampir menyamai populasi penduduknya, yakni 500 ribuan unit.

Nah, saat bertandang ke Singkawang, salah satu kota di Kalbar, pemandangan serupa juga dengan mudah dijumpai. Para penunggangnya beragam, ada remaja, orang tua, pria, dan wanita. Soal pemakaian helm jangan ditanya, sama saja dengan kota-kota lain di Jawa, ada yang memakai helm, tapi tak sedikit yang tanpa pelindung kepala.

Iklan media luar ruang seperti baliho dan papan reklame terlihat di sudut-sudut kota Singkawang. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah iklan berupa reklame yang menampilkan sepeda motor skutik Honda Vario. Dalam papan reklame berwarna merah itu tertulis ‘Fakta, Vario Mutlak Pilihan Warga Singkawang’.

Iklannya ‘sangar’ euy. Langsung menancapkan jargon bahwa motor itu menjadi pilihan warga. “Biasanya di beberapa daerah iklannya seperti itu, beda dengan iklan di Jakarta,” ujar seorang karyawan dealer utama Honda saat berbincang dengan saya, baru-baru ini.

Saking penasarannya, akhirnya saya lihat-lihat iklan serupa di Jakarta. Ternyata benar, jargon yang dipakai amat berbeda. Tulisan di papan reklame di Jakarta mencantumkan kalimat ‘Ride The Perfection.’

Iklan memang bisa mempengaruhi seseorang untuk memutuskan membeli barang atau jasa. Dan, tentu saja termasuk mempengaruhi seseorang untuk membeli sepeda motor.
Tak bisa dipungkiri, kehadiran sepeda motor adalah sebagai alat transportasi.

Fungsi iklan ternyata ada beberapa loh. Menurut blog ini fungsi iklan terdiri atas; Informing, adanya iklan membuat konsumen sadar (aware) akan merek-merek baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta menfasilitasi penciptaan citra merek yang positif. Lalu, persuading, iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan.

Kemudian, reminding, iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen dan adding value, periklanan memberi nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen.

Nah, kira-kira iklan motor di Singkawang itu masuk fungsi yang mana hayo?

Ngomong-ngomong, Honda memang mendominasi pasar sepeda motor skutik di Indonesia. Pada 2014, Honda menguasai sekitar 73% pasar motor skutik dengan penjualan sekitar 3,8 juta unit. Di posisi kedua adalah Yamaha (26%) setara dengan 1,3 juta unit, sedangkan diposisi ketiga, Suzuki (1%) setara 74 ribuan unit. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 28 Maret 2015 04:00

    hahaha . mutlak cuy … yang lucu itu VIP Vario Is Perfect 😀 ngak ngak ngak . benarkah VIP liat besok apakah ada yg komplain sparepart rusak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: