Skip to content

Terpental dari Motor, Balita Masuk ke Sungai

26 Maret 2015

anak di motor

BERITA mengejutkan muncul Selasa, 24 Maret 2015. Anak di bawah lima tahun (balita) terpental dari sepeda motor skutik yang dikendarai ibunya. Tragis, sang balita masuk ke sungai dan tidak bisa diselamatkan. Bagaimana dengan sang ibu?

Hingga Selasa sore sang ibu belum bisa ditemukan. Sungai yang menyeretnya seperti menyimpan misteri.

Laman wartakota memberitakan, peristiwa diawali ketika sang ibu mengajak anak balitanya untuk pergi ke pasar. Tak ada yang menduga, perjalanan pada pagi sekitar pukul 06.30 WIB itu menjadi perjalanan terakhir mereka. Saat melintas di jembatan, bagian standard skutik menyentuh besi jembatan sehingga motor terjatuh dan balita terpental. Sontak sang ibu ingin menolong, namun nasib bercerita lain.

Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Kita tahu, Jakarta adalah kota yang disesaki dengan tak kurang dari 10 juta sepeda motor. Kota yang tak pernah tidur dan akrab dengan sepeda motor. Jutaan perjalanan warga kota ditemani oleh si roda dua karena dianggap mangkus dan sangkil. Karena itu, setiap hari kita menikmati pemandangan warga yang wira-wiri dengan menunggang kuda besi.

Pemandangan ibu yang memboncengi sang anak menjadi santapan sehari-hari. Adegan itu lebih mudah lagi dijumpai di kawasan pemukiman. Membawa anak balita di sepeda motor, khususnya skutik, kerap dianggap sebagai situasi yang mudah diatasi. Sang anak ditempatkan di bagian depan skutik yang memang memiliki pijakan lebih lebar bila dibandingkan sepeda motor bebek. Bahkan, tak jarang kita jumpai sang anak tidak dilengkapi dengan helm pelindung kepala. Sekali lagi, berkendara seperti itu bukan tanpa risiko.

Kondisinya dilematis. Di satu sisi ada kebutuhan untuk membawa serta anak karena jika ditinggal di rumah tak ada yang menemani. Di sisi lain, sang pengendara memikul risiko yang tidak kecil. Berangkat dari realitas itu lahirlah gagasan dari seorang ibu di pinggiran Jakarta yang menciptakan kursi bagi sang balita. Kursi yang ditempatkan di bagian belakang motor juga dilengkapi dengan tali pengikat agar balita tidak terlontar.

Hadirnya kursi itu bagian dari ikhtiar dalam mempertahankan keselamatan diri saat berkendara di jalan raya. Menjaga keselamatan balita yang dibawa serta di sepeda motor. Kita tahu setiap orang tua memiliki naluri untuk melindungi si buah hati. Apalagi, kita disodori fakta bahwa di Jakarta dan sekitarnya, korban kecelakaan lalu lintas jalan yang berasal dari anak di bawah umur prosentasenya terus menanjak.

Untuk menyegarkan ingatan kita, anak-anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan pada 2014 kontribusinya sekitar 4,04% dari total korban kecelakaan. Angka itu meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai sekitar 3,70%. Sepanjang lima tahun terakhir, sedikitnya 2.200 anak-anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan di wilayah Polda Metro Jaya.

Di tingkat nasional, jumlah anak-anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan prosentasenya masih tergolong tinggi. Data Korlantas Polri menyebutkan, anak-anak usia di bawah 15 tahun yang menjadi korban kecelakaan kontribusinya sebesar 15,45% pada 2013. Setiap hari, sebanyak 20-an anak-anak di bawah umur yang menjadi korban kecelakaan.

Kita para orang tua mesti ekstra waspada manakala memilih membawa serta anak di sepeda motor. Menjauhkan anak-anak dari kecelakaan lalu lintas jalan adalah tanggung jawab para orang tua. Anak di bawah umur belum mampu melindungi diri secara maksimal ketika berkendara. Pilihan menggunakan kursi hanyalah satu dari beberapa upaya melindungi anak-anak kita. (edo rusyanto)

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. andikakusumaharyanto permalink
    26 Maret 2015 06:59

    bocenging anak umur dibawah 5 tahun, jangan ditaro dibelakang bro…..mendingan didepan berdiri di dek klo motor matic

  2. 26 Maret 2015 07:02

    Miris juga kita membaca berita ini. Sering kejadian yang seperti itu. Masuk lobang, disenggol motor atau mobil. Mempunyai kursi khusus balita memang terasa lebih safety dari pada di gendong. Semoga tidak ada peristiwa seperti ini lagi terjadi dimanapun

    • 26 Maret 2015 10:39

      aminnn, smoga jalan raya kita kian humanis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: