Skip to content

Nyoba Angkutan Pemadu Moda Bandara

24 Maret 2015

sinar jaya bandara_kursi

PAGI terus merangkak. Kesibukan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten terus berdenyut. Pesawat udara silih berganti terbang dan mendarat. Maklum, inilah bandara terpadat di Indonesia yang setiap jam disinggahi 72 pesawat. Soal kapasitas penumpang jangan ditanya, lebih dari 40 juta orang per tahun yang datang dan pergi lewat bandara yang satu ini.

Di areal kedatangan dan keberangkatan juga tak kalah sibuk, mobil datang dan pergi, bergantian. Mereka datang untuk menjemput atau mengantar para penumpang. Baik itu mobil pribadi, maupun mobil angkutan umum.

Pemandangan serupa terlihat saat, Senin, 23 Maret 2015 pagi ketika saya baru saja mendarat di Bandara Soetta setelah menjalani penerbangan dari Kalimantan Barat. Beragam kendaraan wira-wiri di terminal kedatangan domestik.

Seorang teman mengajak untuk ikut dengan mobilnya yang kebetulan satu arah. Kalau dipikir-pikir, menarik juga karena bisa ngirit ongkos bila dibandingkan dengan naik angkutan umum. Bila naik taksi dari Bandara Soetta ke Cibubur, Jakarta Timur mesti merogoh kocek Rp 200 ribuan untuk argo taksi plus biaya jalan tol. “Bareng aja bang, nanti kan bisa turun di Cibubur Junction,” ujar Zalhanif kepada saya, Senin, 23 Maret 2015 pagi.

Tapi, saat menjejakkan kaki di areal kedatangan, pikiran saya justeru tergoda oleh angkutan yang satu ini. Di bagian bus tertulis, angkutan pemadu moda dan tulisan rute, Bandara Soetta-Cileungsi. “Bus ini lewat Cibubur,” kata seorang awak bus.

Biasanya, untuk menuju rumah di Cibubur, bila ingin naik bus, rute terdekat adalah bus Damri yang ke arah Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Saat ini, tarif untuk rute tersebut Rp 40 ribu per penumpang. Setelah dari situ disambung lagi naik taksi yang ongkosnya berkisar Rp 40-50 ribu.

sinar jaya bandara_tiket

Rasa penasaran yang tinggi membuat saya memilih angkutan pemadu moda rute Bandara Soetta-Cileungsi. Tentu saja setelah berpamitan dan meminta maaf untuk tidak bisa ikut dengan Zalhanif.

Waktu untuk menunggu bus pemadu moda itu tidak terlalu lama. Senin pagi itu saya hanya butuh waktu kurang dari 30 menit sudah dapat giliran naik. Tidak banyak penumpang yang searah dengan saya saat itu. Bus yang dominan berwarna putih ini bergerak perlahan meninggalkan bandara dengan hanya mengangkut empat penumpang. Bila ditambah dengan pengemudi dan awak bus, pagi itu bus berkapasitas 41 kursi penumpang hanya membawa enam orang.

“Ongkosnya Rp 50 ribu pak,” kata awak bus sambil menyodorkan karcis berwarna merah.

Bus melenggang melewati rute jalan tol bandara, lalu belok kanan ke arah tol lingkar luar Jakarta ke arah Meruya. Setelah itu melaku ke arah TB Simatupang dan masuk ke tol Jagorawi. Bus angkutan pemoda ini keluar di gerbang tol Cibubur. Dalam hitungan saya, butuh sekitar 70 menit hingga tiba di depan gerbang Bumi Perkemahan Cibubur.

Bus pemadu moda airport service milik Sinar Jaya Group itu pun melanjutkan perjalanan menuju Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Saya melanjutkan perjalanan untuk menjajal moda angkutan kota disambung ojek.

Oh ya, soal rute, bila memakai bus Damri jurusan Kampung Rambutan, biasanya memakai jalur tol bandara, tol dalam kota Jakarta, barulah masuk tol Jagorawi. Atau, tol bandara, tol lingkar dalam Jakarta (Pluit-Cawang), dan masuk tol Jagorawi. Pada jam sibuk, kedua rute itu membutuhkan waktu sekitar 120 menit.

tol jorr meruya

Balik lagi soal angkutan pemadu moda. Kalau dihitung-hitung, biaya untuk perjalanan dari bandara ke Cibubur jauh lebih hemat dibandingkan memakai taksi. Hari itu saya merogoh kocek total Rp 59 ribu. Padahal, bila naik taksi mesti merogoh kocek Rp 200 ribuan.

Bagi kami warga di sekitar Cibubur, angkutan pemadu moda itu cukup membantu. Selain lebih hemat, kondisinya pun cukup nyaman. Mau menjajal? (edo rusyanto)

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 24 Maret 2015 08:37

    Langganan baru nih..

    • 24 Maret 2015 09:01

      kayaknya gitu. lebih mangkus dan sangkil kalau dibandingkan angkutan umum yg lainnya 🙂

  2. 24 Maret 2015 10:48

    Wah iya dulu kalo kebandara saya biasanya pakai bus damri, 😀 pelayanan lumayan sih, cuma sekarang makin semrawut deh kondisi lalulintas di bandara

    • 24 Maret 2015 10:58

      iya, lumayan ada alternatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: