Skip to content

Sungguh, Film Ini Menyentuh

17 Maret 2015

facebook dari gusto film road safety

TEMAN saya, Agusto memang termasuk yang menaruh perhatian untuk masalah-masalah sosial. Salah satunya, dia menaruh perhatian pada masalah keselamatan berlalu lintas jalan.

Pernah suatu ketika saya bertemu di ajang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) alias car free day (CFD) di Bundaran HI Jakarta Pusat. Pria muda ini asyik menjelajah sambil menggowes sepeda kayuh. Peluh membasahi kaos.

“Bersepeda bisa bikin sehat,” katanya saat itu.

Untuk urusan yang satu ini, bahkan kami rela berbincang menghabiskan malam ditemani hidangan pisang goreng. Perbincangan mengalir dari persoalan kondisi karut marut lalu lintas jalan hingga begitu mengerikannya dampak kecelakaan di jalan bagi umat manusia. Di jagat raya, setiap tahun tercatat tidak kurang dari 1,2 juta jiwa melayang sia-sia di jalan raya.

Perbincangan kami kadang hanya untuk saling mengingatkan agar tidak lelah mengajak publik dalam mewujudkan lalu lintas jalan yang humanis. Tak jarang perbincangan pun bergeser ke ranah media sosial. Bumbu perbincangan kerap juga diiringi dengan candaan-candaan ringan yang segar. Sesekali juga diselingi parodi. Termasuk, ketika Senin, 16 Maret 2015, dia mengirimkan link sebuah film terkait keselamatan jalan lewat jejaring media sosial facebook.

“Ajarkan selamat sebelum terlambat,” tulis Agusto.

Penasaran, saya klik link tersebut. Dan, mengalirlah sebuah film pendek bertajuk “Cerdas Melanggar.” Film berdurasi sekitar sembilan menit yang ditaruh di youtube itu menyita perhatian saya.

Inti ceritanya cukup menyentuh. Dalam film digambarkan permisifme yang terjadi di tengah masyarakat kita. Dua tokoh utama yakni dua orang kakak beradik kerap menghadapi dilema berlalu lintas jalan. Sang kakak kerap mengajari sang adik untuk melanggar peraturan di jalan raya dengan dalih ‘asal tidak ketahuan” dan ‘tidak merugikan orang lain.’

Jargon-jargon itu seperti menyindir kondisi masyarakat kita saat ini. Cerita pun bergulir menit demi menit. Sejumlah adegan tak patut untuk ditiru dan memang sang pembuat film memang ingin mengajak kita mentertawakan diri sendiri ketika asyik melabrak aturan demi kepentingan diri sendiri.

Pada suatu ketika, sang adik yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) itu pun dibelikan sepeda motor baru oleh bapaknya. Keceriaan keluarga itu digambarkan secara lugas, hingga akhirnya cerita ditutup dengan sebuah perenungan. Simak saja disini.

Via Film

Kampanye keselamatan jalan melalui film pendek merupakan salah satu upaya yang cukup cerdik. Media film cukup efektif mengajak para penonton untuk mengunyah pesan secara renyah. Tinggal bagaimana kemampuan pembuat film menata alur cerita dengan mengalir dengan kelengkapan audio visual yang memikat.

Dalam ajang Safety Campaign Award (SCA) 2014 yang digelar Adira Insurance, sempat ada salah satu peserta yang membuat film seperti itu. Kelompok Yahama MX Club Indonesia (YMCI) Tangerang, Banten yang membuat film itu cukup jeli mengemas pesan yang ingin disampaikan. Film berdurasi sekitar dua menit itu dengan lugas mengajak para penontonnya untuk lebih peka terhadap persoalan keselamatan jalan.

Film bertajuk ‘Safe Ride Stay Alive’ itu mengisahkan seorang pesepeda motor yang melaju di jalan raya dalam kondisi ‘galau.’ Praktis, kondisi yang demikian bisa mengobok-obok konsentrasi sang pengendara. Dalam kondisi yang tidak berkonsentrasi bukan mustahil sang jagal jalan raya mudah hadir dalam sekejap. Bagaimana akhir cerita film itu? Simak juga disini.

Film bisa menjadi medium efektif dalam menyampaikan pesan. Semoga saja banyak sineas dan rumah produksi yang sudi membuat film yang lebih ciamik dan bisa digulirkan lewat medium yang cukup luas, baik itu lewat bioskop atau televisi. Semoga. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 22 April 2015 23:35

    Luarr biasa YMCI CHAPTER TANGERANG. MAJUU TERUS YMCI TACHATER TANGERANG,JADIKAN KESELAMATAN BERKENDARA MENJADI SEBUAH KEBUTUHAN DAN SELALU MENJADI PELOPOR KESALAMATAN BERKENDARA:) SAVE RIDE STAY ALIVE….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: