Lanjut ke konten

Orang Kaya No 5 Nyumbang UI Rp 15 Miliar

11 Maret 2015

mochtar riady_doklippo

PAGI itu cuaca cerah. Sinar matahari cukup menghangatkan badan.Bahkan, sesekali terdengar kicauan burung diantara rindangnya pepohonan.

Di salah satu sudut kawasan kampus Universitas Indonesia (UI) terlihat sebuah kesibukan yang di luar kebiasaan sehari-hari. Tampak sejumlah umbul-umbul dengan bertuliskan ‘Peresmian Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ).’ Acara peresmian digelar di lantai empat yang merupakan ruang seminar MRPQ.

Pagi itu, Selasa, 10 Maret 2015 keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) di Depok, Jawa Barat mendapat anggota keluarga baru. “Hari ini adalah peresmian sekaligus penerimaan hibah gedung Mochtar Riady Plaza Quantum,” kata Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met dalam sambutan peresmian Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ) di lantai empat MRPQ, Selasa pagi.

Menurut Rektor, MRPQ dibangun dan dibiayai oleh pribadi pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. Nilai gedung MRPQ itu sendiri ditaksir mencapai Rp 15 miliar. Dia merasa senang karena mendapat bantuan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan riset UI, khususnya FTUI.

“Saya juga senang mendapat kesempatan membantu Universitas Indonesia,” papar Mochtar Riady yang pagi itu tiba di UI memakai helikopter.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur 12 Mei 1929 itu mengaku sudah lama mengidamkan adanya pusat riset teknologi yang cukup lengkap di UI. Kehadiran MRPQ senilai Rp 15 miliar ini berawal pada Januari 2002. Saat itu, Mochtar Riady terpilih menjadi Ketua Wali Amanat Universitas Indonesia dan mencanangkan tiga program riset unggulan UI yakni Nanotechnology, Genome, dan ICT. Pada penghujung 2011, akhirnya program riset unggulan UI tersebut mulai menjadi kenyataan dengan dimulainya pembangunan gedung pusat riset nanotechnology. “Sebagai ucapan terimakasih, pusat riset ini kami beri nama Mochtar Riady Plaza Quantum,” ujar Rektor UI.

Menurut Mochtar Riady, kehadiran MRPQ salah satunya adalah untuk memperkuat kegiatan riset di kalangan perguruan tinggi, khususnya di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Dia menambahkan, MRPQ akan menjadi Pusat Riset Nanotechnology yang berfokus pada ‘Nano Device’ untuk dunia industri. “Kegiatan riset merupakan tugas perguruan tinggi. Universitas Indonesia merupakan sumber kekuatan bangsa Indonesia,” tambah pria yang pernah kuliah filosofi di Universitas Nanking, Tiongkok ini.

mrpq ft ui_maket

Mochtar Riady mencontohkan bagaimana bangsa Inggris yang jumlah penduduknya lebih sedikit mampu menaklukan Tiongkok. Bahkan, Inggris menjajah sejumlah bangsa di belahan bumi lain. “Kemampuan bangsa Inggris itu dimungkinkan karena mereka menemukan tenaga uap sehingga bisa membangun kapal uap dan kereta api,” paparnya.

Dalam sejarah kekinian, kata Mochtar, Amerika Serikat (AS) menjadi super power pada saat ini karena jauh sebelumnya mampu menemukan teknologi. Saat itu, lanjutnya, pada abad ke-18 AS menemukan teknologi listrik. Dan, pada 1950-an menemukan teknologi mikro elektronik. “Karena itu, teknologi menentukan kehidupan suatu bangsa,” ujar pria kelahiran 12 Mei 1929 itu.

Bagi Muhammad Nasir, apa yang dilontarkan Mochtar Riady sangat penting bagi Indonesia. Kemajuan suatu bangsa tergantung teknologi yang dikuasainya. Sedangkan teknologi tergantung oleh insiyur yang dimiliki bangsa itu. Kehadiran MRPQ mendorong kegiatan riset perguruan tinggi, khususnya UI. “Pak Mochtar Riady memberi kontribusi yang amat signifikan bagi Universitas Indonesia,” ujarnya.

Di Tanah Air, Mochtar Riady dikenal sebagai salah satu pengusaha besar. Bahkan, majalah Forbes menyebutkan bahwa pria yang pernah mengenyam kuliah filosofi Universitas Nanking, Tiongkok ini masuk deretan orang kaya di Indonesia. Pada 2015, kata majalah itu, Mochtar Riady masuk dalam urutan ke-741 orang terkaya di dunia. Untuk di Indonesia, masih kata Forbes, pria ini menempati posisi orang kaya ke-5 dengan aset US$ 2,8 miliar. Jika dikonversi ke rupiah, dengan asumsi nilai tukar Rp 13.000 per dolar AS, aset tersebut mencapai sedikitnya Rp 36,4 triliun. Artinya, bila pria yang memiliki lebih dari 50 anak perusahaan ini menyumbang Rp 15 miliar untuk FTUI merupakan pengeluaran kecil yang bemakna besar.

“Kalau pak Mochtar nyumbang lebih besar lagi, asetnya akan makin besar lagi,” seloroh Menristek Dikti saat memberi sambutan peresmian MRPQ.

Salah satu aset utama Lippo Group adalah bisnis properti yang memakai bendara utama PT Lippo Karawaci Tbk. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp 25,5 triliun atau US $ 2 miliar pada 5 Februari 2015.

orang kaya RI versi forbes 2015

Ngomong-ngomong, Lippo Group ternyata juga pernah merambah bisnis sepeda motor lewat PT Metropolitan Tirta Perdana. Perusahaan ini memiliki 25% saham PT Kymco Lippo Motor Indonesia (KLMI), sedangkan 75% sahamnya dimiliki oleh Kwang Yang Motor Co Ltd. “Kymco merupakan pelopor motor matic di Indonesia. Dia anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi),” ujar seorang sumber yang sudah lebih dari 30 tahun berkecimpung di industri sepeda motor.

Kalau melihat data Aisi, Kymco masih memproduksi motor skutik pada 2008 dengan pangsa pasar di bawah 1% dari total pasar yang saat itu menyentuh sekitar 1,3 juta motor. Sejak 2009 hingga kini, data Kymco sudah tidak muncul lagi di laporan Aisi. Dan, kita juga semakin langka melihat motor skutik Kymco di jalan-jalan raya Indonesia. (edo rusyanto)

sumber foto: dokumen lippo

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: