Skip to content

Cynthia Was-was Jalan Malam Sendirian

8 Maret 2015

cynthia maria swissbellinn manyar sby

NGOBROL dengan Cynthia Maria nyaris tak membosankan. Obrolan mengalir, sesekali diselingi canda. Bahkan, saat ngobrol yang sedikit serius semua mengalir dan terasa renyah.

Awalnya, perbincangan seputar dunia perhotelan yang kini digeluti gadis lulusan Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur ini. Namun, belakangan nyerempet soal keseharian yang kita jumpai di jalan raya. Bagaimana perilaku pengguna jalan yang ogah tertib hingga soal dampak kecelakaan lalu lintas jalan yang menyakitkan semua pihak. Apalagi, tentu saja bagi mereka yang terlibat langsung dalam kecelakaan.

Saat menyinggung soal perilaku pengguna jalan, gadis cantik ini tak henti-hentinya meminta agar para pengguna jalan tidak ugal-ugalan di jalan. Bagi Cynthia Maria, perilaku tidak tertib alias melabrak aturan di jalan berpotensi merugikan orang lain, selain tentu saja merugikan diri sendiri.

“Ngapain sih mereka menerobos lampu merah atau melawan arus kalau akhirnya menyusahkan orang lain. Urusannya kan bisa semakin panjang,” papar perempuan berusia 26 tahun ini saat berbincang dengan saya di Surabaya, baru-baru ini.

Dia yang sehari-hari bekerja sebagai public relations hotel Swiss-Belinn Manyar, Surabaya ini mengaku sering was-was di jalan raya. Muncul rasa khawatir menjadi salah satu korban kecelakaan lalu lintas jalan. Apalagi, di Provinsi Jawa Timur setiap hari sekitar 13 orang tewas akibat kecelakaan di jalan. Sedangkan di Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur termasuk wilayah yang juga nggak pernah absen dari kasus kecelakaan.

“Kalau melihat pelanggaran aturan di jalan, kadang saya kesal banget. Saya takut jangan-jangan diseruduk pengendara yang tidak tertib,” papar gadis yang mengaku tidak bisa mengendarai sepeda motor itu.

Untuk urusan ini, Cynthia merasa pak polisi bisa lebih tegas untuk menindak para pengguna jalan yang melanggar aturan sekaligus membahayakan orang lain. Misalnya, kata dia, memperkecil peluang para pelaku kebut-kebutan di jalan.

Maklum, katanya, dia kerap pulang kerja berjalan kaki ke tempat kost yang jaraknya tidak jauh dari hotel tempatnya bekerja. “Jalan kaki 5-10 menit. Tapi, kalau kemaleman apalagi cuaca hujan saya pilih naik taksi demi keselamatan. Soalnya was-was jalan sendirian,” ujar Cynthia Maria.

Iya deh, hati-hati yah, tengak-tengok kalau lagi jalan kaki. Ada yang mau nemenin? (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 8 Maret 2015 03:13

    Mauuuuu…. :mrgreen:

    https://terongist.wordpress.com/2015/03/07/tak-mau-2spg-masuk-angin-dgn-atribut-polwan-yg-sexy-digiring-petugas-deh/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: