Skip to content

Tiap Hari, Satu Kasus Kecelakaan Berponsel

28 Februari 2015

32_ponsel2

AKTIFITAS berponsel sambil mengemudi berisiko tinggi. Alih-alih mau berkomunikasi justeru bisa berujung pilu.

Bagi komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) aktifitas berponsel yang dilakukan saat mengemudi bisa merusak konsentrasi. Dampak paling kecil dari berponsel sambil nyetir adalah laju kendaraan menjadi super lambat dan bukan mustahil menimbulkan antrean yang tidak perlu. Padahal, arus lalu lintas sedang dalam kondisi normal. “Bukan mustahil bisa memicu kecelakaan,” ujar Iful, ketua Kopcau saat kopi darat, di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2015 malam.

Faktanya demikian. Setiap hari, rata-rata ada satu kasus kecelakaan yang dipicu aktifitas berponsel sambil mengemudi. Itu data dari Korlantas Polri yang menaungi keselamatan berlalu lintas jalan di Indonesia. Kondisi nyaris serupa terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan, pada 2014, rerata terjadi dua kasus kecelakaan setiap harinya.

Kecelakaan bisa saja terjadi lantaran sang pengemudi menelepon atau membaca dan mengirim SMS. Perhatian sang pengendara amat mungkin teralihkan dari konsentrasinya dalam mengemudi. Kalau sudah begitu bukan mustahil sang pengemudi menjadi obyek atau subyek kecelakaan lalu lintas jalan. Apa pun posisinya, kecelakaan lalu lintas jalan pasti menyakitkan.

“Makanya kita mengajak masyarakat agar tidak berponsel sambil mengemudi. Ajakan itu kami lakukan lewat poster digital yang disebar lewat media sosial,” papar Eko, humas Kopcau.

Poster digital kali ini menggambarkan risiko berponsel sambil mengemudi. Lewat tangan kreatif Bayu, salah seorang anggota Kopcau, poster menampilkan gambar ponsel yang retak dan terkena cipratan darah. Ponsel tadi digambarkan dengan latar belakang aspal jalan raya yang dibalut kalimat ‘Setiap hari, 1 kasus kecelakaan dipicu aktifitas berponsel.’

“Yang diluncurin kali ini adalah poster digital yang ke-32,” kata dia.

Poster digital disebarkan lewat akun twitter @kopdarpengicau dan jejaring media sosial lainnya, seperti path dan facebook. Setelah diluncurkan via akun twitter tadi, para anggota komunitas Kopcau maupun followers akun tersebut bahu membahu menyebarluaskannya. “Dengan begitu semoga masyarakat kian peduli untuk tidak berponsel sambil mengemudi,” ujar Iful.

Ya. Mencegah lebih baik. Mengenali potensi-potensi pemicu kecelakaan lalu kemudian menghindarinya adalah bagian dari upaya mereduksi fatalitas yang lebih buruk jika terjebak dalam insiden kecelakaan. Ajakan untuk tidak berponsel saat mengemudi dari Kopcau sebenarnya juga bukan hal main-main. Bagaimana tidak, kalau polisi mau, pengemudi yang berponsel bisa dibidik oleh UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan ini mempunyai sanksi cukup berat. Para pelanggar aturan bisa dikenai sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan. Atau, denda maksimal sebesar Rp 750 ribu. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 1 Maret 2015 09:07

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: