Skip to content

Cerita di Balik Jalan Layang Rp 2,5 Triliun

27 Februari 2015

tendean jalan layang

RASANYA kota Jakarta memang mesti terus berbenah. Infrastruktur transportasinya mutlak terus dipermak, salah satunya adalah penambahan ruas jalan. Selain, tentu saja moda transportasi umumnya juga mesti terus dibikin lebih humanis.

Saat ini, perbandingan panjang jalan dengan kendaraan komposisinya jomplang. Jumlah kendaraan bermotor mencapai sekitar 16 juta unit dengan pertumbuhan sekitar 10% per tahun. Sedangkan panjang jalan tak mampu mengakomodasi secara maksimal, maklum panjang jalan hanya bertumbuh 0,01% per tahun. Buntutnya, kemacetan lalu lintas jalan terjadi disana-sini, terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi dan petang hari.

Saking makin rumitnya kondisi infrastruktur jalan, pemerintah daerah DKI Jakarta sejak 2010 gemar membangun jalan layang non-tol (JLNT). Hasilnya, saat ini ada dua JLNT, yaitu yang menghubungkan Kampung Melayu dengan Tanah Abang dan Antasari-Blok M.

Mau tahu nilai kedua JLNT itu?

Pemda DKI Jakarta mengatakan, ruas Antasari-Blok M menghabiskan dana sekitar Rp 1,28 triliun dan Kampung Melayu-Tanah Abang sebesar Rp 737 miliar. Dengan begitu, total nilai kedua JLNT itu sekitar Rp 2,02 triliun.

Oh ya, JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang yang mulai dioperasikan pada Senin, 30 Desember 2013, memiliki panjang 2,7 kilometer (km). Sedangkan JLNT Antasari-Blok M yang mulai dioperasikan pada Selasa, 15 Januari 2013 itu memiliki panjang 4,8 km. Hutama Karya sebagai pemimpin konsorsium JLNT Antasari-Blok M mengaku telah merampungkan JLNT ini pada akhir Desember 2012.

Di kedua JLNT tersebut sepeda motor tidak boleh melintas. Salah satu alasan penting adalah demi keselamatan para pesepeda motor karena terpaan anginnya cukup kencang. Maklum, ketinggian kedua JLNT itu berkisar 10-20 m dari permukaan jalan eksisting.

Nah, pada 2015 ini, Pemda DKI Jakarta mencanangkan satu lagi jalan layang, yakni ruas Ciledug-Tendean. Bedanya, jalan layang sepanjang 9,3 km ini dipersiapkan untuk melintasnya bus Trans Jakarta. Pembangunan jalan yang ditaksir menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 triliun ini dimulai tahun 2015 dan ditargetkan rampung pada akhir 2016.

Jalan layang yang memiliki lebar 9 m dan terdiri atas dua arah ini memiliki ketinggian berkisar 18-23 m. Peruntukkannya untuk melintas bus Trans Jakarta koridor XIII, yaitu rute Ciledug-Kapten Tendean.

Sama dengan dua JLNT sebelumnya, jalan layang ini juga bisa dipastikan tidak untuk perlintasan sepeda motor. Ya iyalah, wong jalur ini untuk lintasan bus Trans Jakarta.

Pemda DKI Jakarta bilang, jalan layang serupa bakal dibangun untuk dua koridor bus Trans Jakarta lainnya. Kalau melihat rancangan yang pernah beredar koridor itu adalah Kalimalang-Blok M dan Depok-Manggarai. Pilihan membuat jalan layang karena jalan eksisting bakal kian karut marut bila sebagian lajurnya dipakai untuk busway.

kondisi transportasi jakarta

Oh ya, pada 2015 ini, PT Transportasi Jakarta mengaku jumlah bus Trans Jakarta yang beropreasi sebanyak 460 unit. Jumlah itu tentu saja keberatan bila memikul beban 350 ribu penumpang per hari. Semula, dalam sebelas tahun terakhir, terdapat 794 bus Trans Jakarta. Seiring waktu, jumlah itu ada yang rusak sehingga tidak bisa beroperasi.

Jakarta yang setiap hari terdapat dua puluh jutaan perjalanan membutuhkan moda transportasi yang memungkinkan orang bergerak secara massal. Jenis angkutan umum seperti itu salah satunya adalah bus, selain tentu saja mass rapid transit (MRT) yang kini masih dalam pengerjaan awal. Bila orientasinya untuk menyokong pergerakan orang, pilihan membangun angkutan umum adalah langkah logis. Tapi, bila orientasinya memudahkan pergerakan kendaraan pribadi, ya bikin jalan terus seperti dua JLNT yang sudah ada sebelumnya. Wong yang melintas adalah mobil pribadi. (edo rusyanto)

Iklan
One Comment leave one →
  1. 27 Februari 2015 13:09

    kasihan padahal motoris juga sama bayar pajak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: